KLH Tegaskan Dukungan untuk Kebijakan Daerah
Melihat besarnya risiko tersebut, upaya penanggulangan tidak bisa dilakukan secara parsial. Dukungan terhadap kebijakan pengurangan plastik sekali pakai, terutama yang diinisiasi oleh pemerintah daerah, menjadi langkah penting untuk memutus rantai pencemaran sejak dari sumbernya.
Menteri Lingkungan Hidup sekaligus Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup, Hanif Faisol Nurofiq, menegaskan dukungan penuh Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) terhadap pemerintah daerah yang menerapkan larangan penggunaan plastik sekali pakai.
“Kita dukung sepenuhnya bila mana ada yang mencoba mengkonfrontasi, kami berdiri di belakang untuk mendukung kebijakan dari pemerintah daerah,” ujar Hanif dalam konferensi pers peringatan Hari Keanekaragaman Hayati Internasional di Jakarta, dikutip dari ANTARA, Kamis (22/5/2025).
Sejumlah daerah di Indonesia telah lebih dulu mengambil langkah konkret. Bali, misalnya, telah melarang penggunaan plastik sekali pakai dan botol air kemasan di bawah satu liter.
Kebijakan serupa juga diterapkan di Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur, sebagai bagian dari upaya mewujudkan pariwisata berkelanjutan yang ramah lingkungan.
Langkah-langkah tersebut dipandang tidak hanya sebagai kebijakan lokal, tetapi sebagai bagian dari gerakan nasional menekan laju timbulan sampah plastik. Hanif menegaskan bahwa kementeriannya tidak akan ragu untuk menggunakan kewenangan yang dimiliki dalam memperkuat inisiatif daerah.
Perluasan Tanggung Jawab Produsen
Selain mendukung kebijakan daerah, KLH juga terus mendorong penerapan skema Extended Producer Responsibility (EPR)—tanggung jawab produsen terhadap produk yang dihasilkan, khususnya terkait kemasan plastik.
Baca Juga: Lestarikan Bumi Lewat Sentuhan Digital: Aplikasi Ini Ajarkan Anak Nilai Keberlanjutan Sejak Dini
Melalui pendekatan ini, produsen tidak hanya bertanggung jawab sampai produk dikonsumsi, tetapi juga terhadap proses pengumpulan dan daur ulang kemasan bekas. “Kita tengah memperluas jangkauan EPR agar pengelolaan sampah plastik bisa lebih sistemik dan menyentuh hulu hingga hilir rantai distribusi,” ungkap Hanif.
Hanif menekankan pentingnya menghentikan aliran plastik ke sungai sejak dari hulu, serta mengajak masyarakat untuk lebih sadar terhadap dampak jangka panjang sampah plastik.
“Penanganan plastik di laut itu biayanya sangat mahal. Maka, pencegahan di darat dan sungai menjadi langkah strategis,” ujar Hanif.
Aksi Bersih-Bersih Serentak
Dalam rangka memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia pada 5 Juni 2025, KLH menyerukan kepada seluruh pemerintah daerah untuk menggelar kegiatan bersih-bersih lingkungan secara serentak. Surat edaran telah dikirimkan kepada bupati, wali kota, dan gubernur untuk mengajak masyarakat berpartisipasi dalam apel dan aksi nyata pengurangan sampah plastik.
Tema global tahun ini, Ending Plastic Pollution, menjadi seruan bersama untuk memutus mata rantai pencemaran plastik dari sumbernya. Aksi bersih-bersih mungkin hanya berlangsung beberapa jam, namun menurut Hanif, kegiatan ini bisa menjadi momentum untuk menghidupkan kembali budaya peduli lingkungan yang kini mulai luntur.
Berita Terkait
Terpopuler
- LHKPN Tembus Rp7,2 Miliar, Kendaraan Plt Jampidsus Rudi Margono Cuma Motor Honda Seharga Rp5 Juta
- 4 Shio yang Menarik Keberuntungan 12 Juli 2026, Masa Sulit Diprediksi Berakhir
- 5 Sepatu Kanky Warna Putih Mulai Rp160 Ribuan, Nyaman dan Stylish
- 5 Pilihan Motor Anti Low Back Pain, Cocok Buat Touring di Akhir Pekan
- Tan Kian Orang Terkaya ke Berapa di Indonesia?
Pilihan
-
Ada Ancaman Teror Bom, Seluruh Siswa dan Guru SDN 15 Srengseh Sawah Dipulangkan
-
Hari Pertama Sekolah Mencekam! SDN Srengseng Sawah 15 Diteror Bom, Gegana dan Densus 88 Turun Tangan
-
Iran Luncurkan Serangan Balasan ke Amerika, Serbuan Drone Meluncur
-
Garda Revolusi Iran Tutup Lagi Selat Hormuz Sampai Batas Waktu Tak Ditentukan
-
Jadi Tersangka Bareng Eks Jampidsus Febrie, Don Ritto Sudah Ditahan di Rutan Polda Metro Jaya
Terkini
-
Sengaja Dibakar atau Kecelakaan? Misteri Tewasnya Santri di Lombok Tengah Masuk Meja DPR
-
Kejagung Bantah Febrie Umrah: Nggak Bener, Dia Sudah Dicekal dan Tak Dijaga TNI Lagi!
-
MPLS Sekolah Rakyat Fokus Bangun Literasi Digital, Siswa Baru Dibekali Etika Pakai Medsos
-
KPK Dalami Alasan Bupati Kuansing Beri Amplop ke Menhut Raja Juli
-
Pakar UGM Ingatkan Mutasi ASN Tak Boleh Jadi Alat Balas Dendam Menteri
-
FBI Turun Tangan! Dolar dan Emas 74 Kg Bukti Korupsi Eks Jampidsus Febrie Dicek Keasliannya
-
Ada Pihak Coba Adu Domba? Kapolri di Mabes TNI: Silakan Langsung Berkomunikasi, Kami Terbuka!
-
IUCN Apresiasi Komitmen Menhut RI Perkuat Konservasi Gajah
-
Perancang Masjid Istiqlal hingga Monas Friedrich Silaban Diusulkan Jadi Pahlawan Nasional
-
Macet 850 Meter! Pembetonan Jalan Kebon Sirih 'Caplok' Dua Lajur Hingga September