2. Masa Transisi dan Persiapan Ibadah Puncak
• Minggu, 25 Mei 2025: Akhir pemberangkatan gelombang I dari Madinah ke Makkah.
• Sabtu, 31 Mei 2025: Akhir pemberangkatan gelombang II dari Indonesia ke Jeddah.
• Sabtu, 31 Mei 2025: Penutupan (closing date) Bandara King Abdul Aziz Jeddah pukul 24.00 WAS.
3. Puncak Ibadah Haji
• Rabu, 4 Juni 2025 (8 Zulhijjah 1446 H): Jemaah diberangkatkan dari Makkah ke Arafah.
• Kamis, 5 Juni 2025: Wukuf di Arafah.
• Jumat, 6 Juni 2025: Idul Adha 1446 H.
• Sabtu, Minggi, Senin 7-9 Juni 2025: Hari-hari Tasyrik, dimulai dari 11 hingga 13 Zulhijjah.
Baca Juga: Timwas Haji DPR Gelar Rakor, Kendala Kartu Nusuk Jemaah Indonesia Jadi Sorotan
4. Pemulangan Gelombang I
• Rabu, 11 Juni 2025: Awal pemulangan gelombang I dari Makkah via Bandara Jeddah ke Tanah Air.
• Rabu, 11 Juni 2025: Awal kedatangan gelombang I di Indonesia.
• Minggu, 25 Juni 2025: Akhir pemulangan gelombang I.
5. Pemulangan Gelombang II
• Rabu, 18 Juni 2025: Awal keberangkatan jemaah gelombang II dari Makkah ke Madinah.
• Senin, 26 Juni 2025: Awal pemulangan jemaah gelombang II dari Madinah ke Tanah Air.
• Rabu, 2 Juli 2025: Akhir pemberangkatan jemaah dari Makkah ke Madinah.
• Kamis, 10 Juli 2025: Akhir pemulangan jemaah gelombang II.
• Jumat, 11 Juli 2025: Akhir kedatangan jemaah gelombang II di Indonesia.
Calon jemaah asal Indonesia diimbau untuk selalu memantau informasi terkini yang dirilis oleh Kemenag sambil memastikan semua persiapan administratif serta kesehatan sudah lengkap sebelum jadwal keberangkatan.
Tak ketinggalan, selalu mengecek daftar nama jemaah haji dan rincian biaya masing-masing embarkasi lewat situs resmi Kemenag.
Durasi Masa Tinggal Jemaah di Arab Saudi
Seperti yang telah disinggung sebelumnya, masa keberangkatan dan pemulangan jemaah haji asal Indonesia berlangsung selama 30 hari.
Sedangkan, lama masa tinggal jemaah di Arab Saudi mencapai 41 hari. Durasi tersebut mencakup kegiatan ibadah utama di Mekkah, Madinah, serta tempat-tempat suci lainnya.
Kuota Haji Indonesia Tahun 2025
Sebagai informasi, Indonesia kembali mendapat kuota besar pada musim haji tahun 2025 ini, yaitu sebanyak 221.000 orang. Kuota ini terbagi dalam beberapa kategori antara lain:
• Jemaah Haji Reguler: 201.063 orang
• Jemaah Haji Khusus: 17.680 orang
• Petugas Haji Daerah: 1.572 orang
• Pembimbing KBIHU: 685 orang.
Kuota dalam jumlah besar ini menunjukkan komitmen pemerintah Arab Saudi dan Indonesia dalam memfasilitasi jemaah secara maksimal.
Pemerintah pun juga telah mempersiapkan petugas dan pendamping yang akan memberikan pelayanan penuh selama di tanah suci.
Arahan Menteri Agama untuk Petugas Haji
Menteri Agama, H. Nasaruddin Umar, menjelaskan bahwa petugas haji harus berkomitmen penuh untuk melayani para jemaah.
Dalam pernyataan resminya, Nasaruddin mengimbau agar petugas tidak mengutamakan kepentingan pribadi saat berada di Tanah Suci.
“Petugas haji jangan egois, ketika sampai di tanah suci sibuk dengan ibadah personal saja. Misalnya, berhasil membaca Qur’an lima juz dalam sehari. Petugas dikirim ke sana bukan untuk itu, tapi untuk melayani jemaah,” kata Menag, melansir dari kemenag.go.id.
Selain itu, ia juga menekankan akan pentingnya membangun suasana spiritual yang positif sejak awal keberangkatan hingga kepulangan jemaah.
Lebih lanjut, Nasaruddin juga menegaskan pentingnya antisipasi teknis agar prosesi awal keberangkatan tetap berjalan lancar, termasuk kesiapan logistik apabila terjadi hujan, penyediaan tenda, hingga penyambutan tamu undangan.
Persiapan ibadah haji tahun 2025 menunjukkan kematangan dari pemerintah Indonesia melalui Kementerian Agama.
Dengan dibaginya kuota yang rinci, penjadwalan yang sistematis, hingga arahan dari Menteri Agama, diharapkan seluruh jemaah bisa menjalankan rukun Islam kelima dengan aman, lancar, nyaman, dan penuh kekhusyukan.
Mengingat cuaca di Arab Saudi tidak sama dengan di Indonesia, para jemaah pun juga diimbau untuk selalu menjaga kesehatan.
Selain itu, jemaah haji harap mengikuti bimbingan manasik hingga mematuhi arahan petugas. Sehingga ibadah haji yang dijalankan berjalan lancar dari keberangkatan hingga kembali ke Tanah Air.
Demikian informasi tentang jadwal keberangkatan haji Indonesia tahun 2025. Semoga dapat menjadi acuan para calon jemaah dan petugas penyelenggara haji.
Kontributor : Putri Ayu Nanda Sari
Berita Terkait
-
Timwas Haji DPR Gelar Rakor, Kendala Kartu Nusuk Jemaah Indonesia Jadi Sorotan
-
Berapa Biaya Haji Furoda Tahun 2025 yang Resmi? Ada yang Sampai Miliaran
-
Jelang Berangkat Haji, Ivan Gunawan Perkecil Lingkaran Pertemanan
-
Hukum Orang Kaya yang Menunda-nunda Ibadah Haji, Apakah Berdosa? Ini Kata Ustaz
-
4 Perbedaan Kurma Ajwa Asli dan Palsu untuk Oleh-Oleh Haji, Awas Tertipu!
Terpopuler
- Feng Shui Warna Cat Rumah Pembawa Keberuntungan Berdasarkan Shio
- Debitur Dikejar Utang, Yasonna Laoly Minta PPATK Telusuri Sumber Dana Pinjol
- Apa Itu IKD dan Kenapa Wajib Memilikinya?
- 5 Rice Cooker Murah untuk Keluarga Kecil, Hemat Listrik dan Awet
- HP RAM 16 GB Berapa Harganya? Ini 5 Pilihan Termurah dengan Performa Ngebut
Pilihan
-
Pernyataan Prabowo Soal Gaji Pengupas Bawang Dipertanyakan, Keluarga Susanah: Itu Salah
-
Prabowo Sebut Upah Kupas Bawang Rp700 Ribu per Kg, Emak-emak Bogor Tertawa: Sini Cuma Rp1.200
-
Prabowo Salah! Upah Susanah Bukan Rp 700 Ribu Tapi Rp 700 Perak per Kilogram
-
Gempa 6,4M Guncang Sumatera Utara sampai Sumbar
-
Masih Banyak Warga NTT Terjebak di Bawah Reruntuhan Bangunan, 2000 Orang Mengungsi
Terkini
-
Semarak 'Ngahias Lembur' di Cibadak: Ketika Seni Sunda, Kekompakan Warga dan Rasa Haru Menyatu
-
Upacara 17 Agustus di Belitung Digelar Tanpa Tenda, Pejabat dan Warga Kepanasan Bersama
-
Semarak Kemerdekaan, Warna Merah Putih Hadir di Ruang Publik dan Kampung Nelayan
-
Viral Siswa SMKN 2 Palembang Dikeroyok, Benarkah Dipicu Tawuran Antarpelajar?
-
10.910 Warga Binaan di Sumsel Terima Remisi HUT RI, Ratusan Langsung Bebas
-
Turnamen Dikemas Lebih Berbeda, Ratusan Pemain Bakal Adu Kekuatan Tenis Meja
-
Gempa Flores Disusul Dua Gempa Besar di Sumatra dan Sulawesi, Benarkah Gempa Menjalar?
-
175 Perahu Bakal Ramaikan Festival Pacu Jalur 2026 Kuansing, Berikut Daftarnya
-
Merdeka dari Penjajah, Tapi Belum Merdeka dari Amarah: Mengapa Masyarakat Masih Suka Menghakimi?
-
Sebanyak 86 Persen BTS yang Rusak Akibat Gempa Flores Sudah Beroperasi Lagi