Suara.com - Ketua Umum Perkumpulan Dokter Pengembang Obat Tradisional dan Jamu Indonesia (PDPOTJI), dr. Inggrid Tania, kembali mengingatkan pentingnya memahami konsep jamu.
Sebagai penyeimbang sistem tubuh, terutama sistem pencernaan. Pesan tersebut disampaikannya dalam acara peringatan Hari Jamu Nasional yang digelar secara daring pada Minggu (23/5/2025).
“Jamu itu konsepnya balance and harmony. Ia membantu menyeimbangkan sistem tubuh dan menciptakan harmoni dengan lingkungan sekitar,” ujar dr. Inggrid.
Lebih dari sekadar ramuan tradisional, jamu adalah warisan budaya yang sarat dengan filosofi kesehatan.
Dalam pandangan dr. Inggrid, jamu mencerminkan pandangan hidup nenek moyang Indonesia yang memprioritaskan keseimbangan antara tubuh manusia dengan alam.
Jamu untuk Pencernaan: Kembali ke Akar Kesehatan Tradisional
Dalam penjelasannya, dr. Inggrid menekankan bahwa banyak jenis jamu tradisional Indonesia yang terbukti mendukung fungsi sistem pencernaan.
Beberapa di antaranya adalah:
-Kunyit Asam: Membantu mengatasi keluhan pramenstruasi dan memperlancar pencernaan.
Baca Juga: Jamu Pahitan Jadi Alternatif Sehat, Redam Efek Makanan Tinggi Karbohidrat Saat Idul Adha
-Sinom: Efektif dalam meningkatkan kinerja sistem pencernaan secara umum.
-Pahitan: Cocok untuk meredakan keluhan seperti perut kembung, begah, dan menurunnya nafsu makan.
-Beras Kencur dan Cabe Puyang: Dikenal luas sebagai jamu gendong yang memberikan efek menenangkan sekaligus membantu metabolisme tubuh.
-Kunci Suruh: Memiliki manfaat antiseptik ringan yang membantu menjaga kebersihan saluran pencernaan.
Menurutnya, jamu-jamu ini telah digunakan secara turun-temurun, dan manfaatnya semakin diperkuat oleh bukti ilmiah modern.
Peran Madu: Bahan Alami Berbasis Hewani yang Dukung Pencernaan
Berita Terkait
Terpopuler
- Ogah Bayar Tarif Selat Hormuz ke Iran, Singapura: Ingat Selat Malaka Lebih Strategis!
- Harga Minyak Dunia Turun Drastis Usai Pengumuman Gencatan Senjata Perang Iran
- Dicopot Dedi Mulyadi Gegara KTP, Segini Fantastisnya Gaji Kepala Samsat Soekarno-Hatta!
- Intip Kekayaan Ida Hamidah, Pimpinan Samsat Soetta yang Dicopot Dedi Mulyadi gara-gara Pajak
- 7 Tablet Rp2 Jutaan SIM Card Pengganti Laptop, Spek Tinggi Cocok Buat Editing Video
Pilihan
-
Balas Rhoma Irama, LMKN Jelaskan Akar Masalah Royalti Musik Dangdut Jadi Rp25 Juta
-
Buat Kaum dengan Upah Pas-pasan, Nabung dan Investasi Adalah Kemewahan
-
Resmi! Liliek Prisbawono Jadi Hakim MK Gantikan Anwar Usman
-
Apartemen Bassura Jadi Markas Vape Narkoba, Wanita Berinisial E Diciduk Bersama Ribuan Barang Bukti!
-
Mendadak Jakarta Blackout Massal: Sempat Dikira Peringatan Hari Bumi, MRT Terganggu
Terkini
-
Sampah Setinggi 6 Meter di Pasar Induk Kramat Jati Berhasil Dibersihkan
-
Terjaring OTT, Bupati Tulungagung Gatut Sunu Wibowo Tiba di Gedung KPK Pagi Ini
-
Ada Lebaran Betawi, Berikut Rekayasa Lalu Lintas di Lapangan Banteng
-
OTT KPK di Tulungagung: Selain Bupati Gatut Sunu Wibowo, 15 Orang Juga Diamankan
-
Tiba di Pakistan, Tim Perunding Iran Ingatkan Pengalaman Pahit Dikhianati AS
-
Jaga Kelestarian Alam, Ekowisata Mangrove di Lombok Timur Ini 'Mengalah' Demi Napas Lingkungan
-
Kisah Supriadi: Dulu Belajar Silvofishery ke Kalimantan, Kini Sukses Budidaya Nila di Lombok Timur
-
KPK OTT di Tulungagung, Bupati Gatut Sunu Diamankan
-
Seskab Teddy Pastikan Indonesia Tidak Akan Tarik Pasukan dari UNIFIL
-
Lagi-lagi Singgung Iran, Ini Sesumbar Donald Trump Soal Pasokan Minyak