Sorotan tajam publik pun tertuju pada hal di luar teknis pertandingan, jam tangan mewah Rolex yang diberikan kepada para pemain dan ofisial tim.
Hadiah tersebut datang dari Presiden Prabowo Subianto sebagai bentuk apresiasi atas kemenangan Indonesia atas China beberapa hari sebelumnya.
Dalam sebuah acara makan siang di kediaman pribadinya di Kertanegara, Jakarta Selatan, Prabowo menyerahkan jam tangan mewah merek Rolex kepada seluruh anggota tim.
Beberapa pemain, salah satunya Justin Hubner, terlihat memamerkan hadiah tersebut melalui unggahan Instagram Story mereka.
Jam tangan itu diduga merupakan seri Rolex GMT-Master II, yang diperkirakan bernilai sekitar Rp254 juta.
Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menyatakan bahwa hadiah tersebut murni berasal dari dana pribadi Prabowo dan tidak membebani anggaran negara.
Dari Uang Prabowo
Sebelumnya Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi memastikan pembelian jam Rolex untuk para pemain Timnas Indonesia usai berkunjung ke kediaman Presiden Prabowo Subianto berasal dari kocek pribadi kepala negara.
"Pasti loh," kata Prasetyo di kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Selasa (10/6/2025).
Baca Juga: Apa yang Salah dengan Mees Hilgers? Kutukan di Timnas Indonesia Berlanjut
Prasetyo menegaskan tidak ada anggaran negara yang digunakan untuk pembelian jam tangan mewah tersebut.
"Nggak ada," kata Prasetyo.
Prasetyo menyebut pemberian jam Rolex untuk pemain Timnas merupakan bentuk dukungan dari presiden.
"Energinya yang positif gitu loh, bentuk dukungan beliau," kata Prasetyo.
Tenteng Goodie Bag
Ketua Umum PSSI Erick Thohir mengungkapkan kunjungan Timnas Indonesia ke kediaman pribadi Presiden Prabowo Subianto di Jalan Kertanegara Nomor IV, Jakarta Selatan.
Erick mengatakan kunjungan Timnas ke rumah Prabowo untuk memenuhi agenda makan siang bersama kepala negara. Dalam pertemuan agenda makan siang bersama, salah satu pemain Marselino Ferdinan ikut bernyanyi.
"Makan siang. Terus tadi Marselino nyanyi. Yang biasa yang kayak, yang kayak waktu di Bali," kata Erick usai pertemuan di Kertanegara, Jumat (6/6/2025).
Berita Terkait
-
Blak-blakan, Patrick Kluivert Soroti Kesenjangan Kualitas Timnas Indonesia
-
Rizky Ridho, Ronde Ketiga dan Kesialan Timnas Indonesia yang Terus Melekat Tanpa Kehadirannya
-
Darius Sinathrya Komentari Kekalahan Timnas Indonesia: Menang Songong, Kalah Baru Evaluasi
-
Apa yang Salah dengan Mees Hilgers? Kutukan di Timnas Indonesia Berlanjut
-
Sengaja Serius, Pebandingan Susunan Pemain Timnas Jepang saat Lawan Australia dan Indonesia
Terpopuler
- 5 Shio yang Menarik Keberuntungan 28 Juni 2026, Hari Penuh Hoki dan Kesempatan
- 4 Sepatu Kanky Terlaris di Shopee, Nyaman Dipakai Seharian Sesuai Review Pembeli
- HBL Mantiri Dikukuhkan jadi Ketua BPP PPAD Gantikan Try Sutrisno
- 5 Motor Teririt untuk Buruh dan Pelajar, Dompet Tetap Aman Meski Pakai Pertamax
- 10 Promo Sepatu Lari di Sports Station: Adidas, Reebok, dan New Balance Mulai Rp299 Ribuan
Pilihan
-
Kabar Duka! Legenda Persija Si Macan Betawi Tan Liong Houw Tutup Usia
-
Takut PHK, Prabowo Putuskan Harga LNG untuk Industri USD 13/MMBTU
-
Sejarah! Timnas Voli Indonesia Kalahkan Korsel dan Juara AVC Mens Volleyball Cup 2026
-
Bumi Berguncang! Gempa 6,2 M Hantam Afghanistan, Getaran Terasa Hingga India
-
Perang Meletus Lagi! Iran Hantam Basis AS di Teluk, Gencatan Senjata Runtuh
Terkini
-
Gudang di Cakung Terbakar Hebat, Damkar Berjibaku Hampir 5 Jam Jinakkan Api
-
Lawan Praperadilan Ketum Kesthuri, KPK: Status Tersangka Korupsi Haji Sah, Bukti Lebih dari Dua!
-
Iran: Prancis Jangan Perumit Situasi dan Provokasi!
-
Hari Ini! Nadiem Makarim Hadapi Sidang Vonis Korupsi Chromebook, Bakal Dibui 18 Tahun?
-
Penembakan Brutal di Rumah Aman Stade Jerman, 6 Orang Tewas
-
Teror Penembakan di Piala Dunia 2026: 1 Orang Tewas, Korban Lainnya Kritis
-
Mukjizat! 30 Jam di Bawah Reruntuhan: Bayi 18 Hari Selamat dari Gempa Venezuela
-
Tragedi Berdarah di Jerman: 6 Tewas dalam Penembakan, Polisi Ungkap Motif Dendam
-
China Wajibkan AI di Sekolah: Semua Siswa Wajib Kuasai Kecerdasan Buatan dalam 5 Tahun
-
Misteri Pesawat Tabrak Gedung Tertinggi Beijing, Pemerintah Bungkam Sensor Ketat