Suara.com - Transisi energi di Indonesia masih menghadapi tantangan besar. Di tengah target ambisius menuju nol emisi karbon, laju perubahan di lapangan belum secepat yang diharapkan.
Masih kuatnya ketergantungan terhadap batu bara, belum meratanya akses energi bersih, serta kurangnya dukungan kebijakan yang progresif menjadi sejumlah kendala utama.
Selain itu, pendekatan yang bersifat sektoral dan minimnya kerja sama lintas institusi turut memperlambat pengambilan keputusan strategis dalam mendorong dekarbonisasi.
Namun, di tengah situasi tersebut, secercah harapan muncul dari upaya bersama yang lebih terstruktur. Enam organisasi terkemuka baru saja meresmikan kemitraan strategis dalam Dialog Kebijakan Transisi Energi Australia-Indonesia Kelima.
Penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) ini menandai komitmen baru untuk mempercepat transisi energi nasional melalui kerja sama kelembagaan, riset kolaboratif, serta dukungan kebijakan berbasis bukti.
Keenam organisasi tersebut adalah Climateworks Centre, Centre for Policy Development (CPD), Institute for Essential Services Reform (IESR), International Institute for Sustainable Development (IISD), Indonesia Research Institute for Decarbonization (IRID), dan Purnomo Yusgiantoro Center (PYC).
Mereka telah bekerja bersama sejak 2022 di bawah payung Forum Pengembangan Kebijakan Transisi Energi (Forum ETP), yang dibentuk untuk memperkuat kolaborasi dan dampak kerja advokasi transisi energi di Indonesia.
CEO Climateworks Centre, Anna Skarbek AM, engatakan bahwa kerja sama ini akan memperkuat upaya kolektif dalam mewujudkan transisi energi yang adil.
“Dengan memanfaatkan penelitian strategis, keterlibatan pemerintah dan industri, serta hubungan global, kami akan mendukung Indonesia dalam menerapkan kebijakan nol bersih yang ambisius dan memastikan industri serta masyarakatnya siap untuk mendapatkan manfaat dari ekonomi rendah karbon di masa depan,” ujarnya dalam keterangan yang diterima Suara.com, baru-baru ini.
Baca Juga: Kantongi Laba Rp 49,5 T, Pertamina Dituntut Genjot Inovasi Demi Transisi Energi
Senada dengan itu CEO Centre for Policy Development, , Andrew Hudson, menegaskan pentingnya sinergi dalam menjawab tantangan perubahan iklim.
“Kolaborasi tidak pernah lebih penting jika kita serius dalam mencapai transisi yang adil. Kemitraan nonpemerintah yang dipimpin Indonesia ini menyatukan perpaduan unik antara pengetahuan, keahlian, dan pengalaman untuk membantu mewujudkannya.”
Selama dua tahun terakhir, Forum ETP telah menghasilkan sejumlah inisiatif strategis, termasuk peluncuran Ringkasan Kebijakan Energi untuk Ketua ASEAN 2023, pelibatan aktif dalam Forum Bisnis Energi ASEAN, dan perumusan peta jalan industri baterai rendah karbon yang menjadi bagian dari agenda dekarbonisasi industri.
Kemitraan yang kini diformalkan ini dirancang untuk menjawab kebutuhan jangka panjang dan lintas sektor. Forum ETP akan mendorong reformasi subsidi energi, memperdalam kerja sama rantai pasok baterai kendaraan listrik, serta merancang kerangka transisi energi yang berkeadilan.
Mereka juga akan memfokuskan kerja pada pendekatan berbasis tempat untuk membantu wilayah-wilayah yang selama ini bergantung pada industri batu bara agar tidak tertinggal dalam proses transformasi.
Tak hanya soal kebijakan tingkat nasional, Forum ETP juga memperkuat relasi multilateral dan mengusulkan kolaborasi antarnegera untuk mendorong agenda iklim regional. Ini termasuk perumusan skema pembiayaan penghentian batu bara dan penyusunan strategi keterjangkauan serta akses energi bersih.
Langkah enam organisasi ini memperlihatkan bahwa transisi energi bukan semata urusan teknologi atau investasi. Ini tentang membangun ekosistem kebijakan yang kuat, inklusif, dan berpihak pada keadilan sosial. Dan dalam proses yang kompleks ini, kolaborasi yang setara dan strategis bisa jadi bahan bakar paling penting untuk mencapai masa depan yang lebih bersih dan berkelanjutan.
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 Sepatu Kanky Terlaris di Shopee, Nyaman Dipakai Seharian Sesuai Review Pembeli
- 5 Shio yang Menarik Keberuntungan 28 Juni 2026, Hari Penuh Hoki dan Kesempatan
- 4 Sepatu Lari Skechers yang Diskon sampai 50 Persen di Sport Station, Mulai Rp500 Ribuan
- 10 Promo Sepatu Lari di Sports Station: Adidas, Reebok, dan New Balance Mulai Rp299 Ribuan
- 6 Sunscreen di Alfamart untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun ke Atas sesuai Review
Pilihan
-
Hakim Andi Sebut Nadiem Makarim Seharusnya Dibebaskan
-
Selain 10 Tahun Penjara, Nadiem Makarim Wajib Bayar Uang Pengganti Rp809,59 Miliar
-
Nadiem Makarim Divonis 10 Tahun Penjara!
-
Jangan Puji Pemerintah karena Kerja: Mengapa Publik Begitu Mudah Terpesona?
-
Kabar Duka! Legenda Persija Si Macan Betawi Tan Liong Houw Tutup Usia
Terkini
-
Lalu Lintas Tol Jakarta Pagi Ini Semrawut, Kecelakaan Beruntun hingga Contraflow Picu Kemacetan
-
Prabowo Beri Hormat ke Jokowi di HUT ke-80 Bhayangkara
-
Viral Mahasiswa Unisa Yogya Diduga Kenakan Busana Perempuan dan Masuk Toilet Mahasiswi
-
LPDB Koperasi Terapkan Zero Tolerance Pungli dan Penipuan, Pelanggaran Diproses Tegas Secara Hukum
-
Transportasi Jerman Lumpuh Akibat Gelombang Panas, Jalan Tol Retak-retak
-
Aset Ketum Pemuda Pancasila Disita KPK, Diduga Berkaitan dengan Gratifikasi Korupsi Batu Bara
-
Italia Siaga Gelombang Panas, 4 Orang Sudah Jadi Korban Tewas
-
Di Tengah Gejolak Global, Jawa Tengah Tetap Jadi Magnet Investasi
-
Panas Lagi, Iran Ancam Kembali Tutup Selat Hormuz
-
Bupati dan Sekda Kuansing Serahkan Diri ke KPK