Suara.com - Pemerintah Indonesia mulai menjajaki pembangunan infrastruktur energi nuklir sebagai bagian dari strategi transisi menuju energi bersih. Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan (Menko IPK) Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) melakukan pembicaraan awal dengan Duta Besar Federasi Rusia untuk Indonesia.
Langkah ini disampaikan oleh Deputi Bidang Koordinasi Pemerataan Pembangunan Wilayah, Agraria, dan Tata Ruang Kemenko IPK, Nazib Faisal, dalam acara HUT Ikatan Nasional Konsultan Indonesia (INKINDO).
Nazib menegaskan bahwa infrastruktur energi bersih, termasuk nuklir, tengah menjadi fokus Kemenko IPK.
"Kemarin Menko IPK bertemu dengan Dubes Rusia untuk Indonesia Bapak Sergei Tolchanov. Ada namanya Rosatom," ujar Nazib di Jakarta, Jumat.
Menurutnya, rencana ini akan melibatkan banyak pelaku industri. Dari konsultan, konstruksi, hingga pekerjaan supervisi. Ini menciptakan potensi kerja sama lintas sektor yang luas dan strategis.
Nazib juga mencontohkan infrastruktur energi bersih yang telah terwujud di Indonesia, yakni PLTS terapung di Bendungan Cirata, Jawa Barat. Proyek ini melibatkan berbagai pihak dari tahap desain, supervisi, hingga operasional dan pemeliharaan.
"Arahan Pak Menko IPK, infrastruktur energi bersih. Jadi energi bersih, itu jadi langkah ke depan," tegasnya.
Menko IPK AHY juga terus menjajaki peluang kerja sama infrastruktur lebih luas dengan Rusia. Apalagi, momentum International Conference on Infrastructure (ICI) 2025 membuka ruang kolaborasi strategis antara kedua negara.
Dalam pernyataannya, Nazib menyebut bahwa pemerintahan Presiden terpilih Prabowo Subianto tengah mendorong agenda pembangunan nasional yang ambisius. Fokusnya mencakup pertumbuhan ekonomi 8 persen per tahun, serta penguatan ketahanan pangan, air, dan energi. Di saat yang sama, kualitas hidup rakyat ditingkatkan melalui pendidikan, layanan kesehatan, dan pengentasan kemiskinan.
Baca Juga: Mentan Amran Bakal ke Rusia Oktober 2025, Dapat Undangan Khusus dari Mentan Oksana Nikolaevna Lut
Target Energi Nuklir Indonesia
Pemerintah Indonesia resmi menetapkan energi nuklir dalam Rencana Umum Ketenagalistrikan Nasional (RUKN) 2024 sebagai bagian dari strategi jangka panjang sektor kelistrikan. Targetnya, pada 2060, energi nuklir akan menyumbang hampir 8% dari total kapasitas pembangkit nasional.
Peran energi nuklir disiapkan sebagai pemasok listrik dasar (baseload) yang stabil, guna mendukung transisi energi dan pencapaian target emisi nol bersih (net zero emission).
Dalam tulisannya di The Conversation, Agus Hasan, profesor dari Norwegian University of Science and Technology, menjelaskan bahwa secara ekonomi, energi nuklir memang memiliki biaya awal tinggi. Namun, daya saingnya justru muncul ketika menggunakan pendekatan levelized full system cost of electricity (LFSCOE)—bukan LCOE konvensional.
LFSCOE menghitung seluruh biaya tambahan yang diperlukan untuk menjaga kestabilan sistem energi, termasuk penyimpanan, infrastruktur jaringan, dan daya cadangan,yang sangat penting dalam integrasi energi terbarukan seperti surya dan angin.
Menggunakan metode ini, Agus menunjukkan bahwa biaya listrik tenaga nuklir di Jerman hanya sekitar US$106/MWh (Rp1,7 juta), jauh lebih rendah dari tenaga surya yang mencapai US$1.548/MWh (Rp25,3 juta) dan tenaga angin US$504/MWh (Rp8,2 juta).
Berita Terkait
Terpopuler
- TNI Mau Ambil Alih Kamtibmas? TB Hasanuddin: Itu Tugas Polri
- Cara Menata Isi Dompet yang Baik Menurut Feng Shui agar Rezeki Lebih Lancar
- 6 Tanda-Tanda Rumah Memiliki Energi Positif Chi yang Membuat Penghuni Tenang
- 5 Sunscreen untuk Flek Hitam Usia 30 Tahun ke Atas Sesuai Review dan Harga
- Media Italia Sebut Jay Idzes Masuk Radar PSG: Transfer Mewah untuk Sassuolo
Pilihan
-
Kampung Bahari Memanas! Massa Lawan BNN dan Brimob Pakai Petasan saat Gerebek Narkoba
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
Terkini
-
Urutan Pemakaian Serum, Essence, dan Moisturizer yang Benar Saat Skincare-an
-
Pemangkasan Tarif UMKM hingga 50 Persen di e-Commerce Masih Dibahas Pemerintah
-
Sudah Ditolak, Persija Belum Kapok Kejar Tanda Tangan Eks Pemain AS Roma
-
Proyek Mobil Listrik Nasional di Subang Akan Mulai Produksi di 2028
-
Momen Purbaya Cecar Direktur Kemenhub! Bongkar "Uang Gelap": Lo-Lo Bikin Rugi Devisa Rp 3 Triliun
-
Cicil Emas Lebih Mudah, BRI Hadirkan Layanan Pembiayaan Emas di BRImo
-
Kata Pemprov DKI Soal JPO Viral Tanpa Tangga di Depan Gedung DPR RI
-
Ratusan Pelajar SMA di Karo Diduga Keracunan MBG, Terungkap SPPG Milik Kodim
-
Lawan Arus di Rawa Buaya, Warga Minta Jalur Alternatif ke Duri Kosambi
-
Getol Kritik Dampak Proyek PLTA, Solidaritas Perempuan Poso Sempat Digertak Pejabat Pemkab