Suara.com - Kegiatan judi online (judol) tampaknya masih marak beroperasi di tengah-tengah masyarakat. Hal itu terungkap dari sindikat judol bermodus permainan Higgs Domino Island yang baru-baru dibongkar oleh aparat kepolisian.
Lewat modus menukarkan uang pelanggannnya dengan chip, sindikat judol yang mengelola akun Higgs Domino Island itu bisa meraup cuan mencapai miliaran rupiah selama beroperasi. Dalam kasus ini, polisi telah meringkus belasan tersangka di dua lokasi berbeda.
Terungkap kasusnya ini, jaringan perjudian online berskala besar ternyata bermarkas di Kota Pekanbaru, Riau. Sindikat judol beromzet miliaran rupiah itu diungkapkan oleh Wakapolda Riau Brigjen Jossy Kusumo saat merilis kasus ini di kawasan Pekan Baru pada Rabu (25/6/2025).
"Dari hasil penyelidikan, aktivitas ilegal ini telah berjalan berbulan-bulan dengan total omzet mencapai Rp3,6 miliar," ujar Brigjen Jossy saat jumpa pers.
Menurut Brigjen Jossy, pengungkapan kasus ini menjadi bukti komitmen Polri memberantas maraknya kasus perjudian online yang nyata-nyata bisa merusak masyarakat, terutama generasi muda.
“Polda Riau akan terus hadir di tengah masyarakat dengan semangat Melindungi Tuah, Menjaga Marwah. Ini komitmen kami untuk menjaga kehormatan negeri Melayu dari segala bentuk kejahatan digital yang merusak akal, akhlak, dan masa depan generasi muda,” ungkap Brigjen Jossy.
Terungkapnya jaringan sindikat judol beromzet miliaran rupiah itu setelah Ditreskrimsus Polda Riau menyelidiki laporan masyarakat terkait aktivitas mencurigakan di kawasan perumahan dan pertokoan.
"Tim Siber Polda Riau yang dipimpin Kasubdit V Siber, Kompol Dany Andika kemudian melakukan patroli siber dan pemantauan terhadap pergerakan akun-akun permainan mencurigakan," beber Ditreskrimum Polda Riau Kombes Ade Kuncoro.
Setelah menyelidiki laporan itu, polisi kemudian meluncur ke sebuah ruko di Jalan Imam Munandar (Harapan Raya), Kecamatan Tenayan Raya, dan sebuah rumah di Perumahan Pondok Mutiara, Kecamatan Payung Sekaki yang diduga menjadi markas sindikat judol.
Baca Juga: Ogah Cabut Ucapan soal Iran, Felix Siauw Kini Singgung LGBT: Aku Bahagia Mereka Dukung Palestina
Saat melakukan penggerebekan di ruko tersebu pada Kamis (19/6/2025), polisi meringkus enam orang tersangka. Selain itu, polisi juga berhasil menyita sebanyak 102 unit komputer rakitan yang diduga digunakan para tersangka untuk mengendalikan ribuan akun judol Higgs Domino.
Di hari yang sama, tim lain juga menangkap enam tersangka lain saat menyergap rumah di Perumahan Pondok Mutiara. Dari hasil penangkapan itu, polisi juga menyita belasan 18 unit CPU, lima unit handphone, dan buku rekening atas nama tersangka.
Terbongkarnya jaringan ini, polisi juga meringkus Jonathan Julian Leslie alias Ko Jo yang berperan menjadi pemilik modal dari situs judol Higgs Domino. Penangkapan itu dilakukan saat tersangka Jonathan berada Bandara Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru, Sabtu (21/6/2025) seusai pulang dari Malaysia.
Kombes Ade juga membeberkan perputaran uang yang dihasilkan dari situs judol mencapai puluhan juta rupiah dalam sehari.
“Rata-rata penjualan per hari mencapai satu triliun chip atau sekitar Rp25 juta. Dalam lima bulan terakhir, omzet total dari penjualan chip ini diperkirakan mencapai Rp3,6 miliar. Ini jelas merupakan bentuk perjudian online yang dikemas dalam permainan digital, dan sangat merusak generasi,” ungkapnya.
Dalam kasus ini, para tersangka dijerat pasal berlapis dan terancam hukuman maksimal enam tahun penjara dan denda Rp1 miliar. Adapun pasal-pasal yang dikenakan para belasan tersangka, yakni Pasal 45 ayat (3) juncto Pasal 27 ayat (2) Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 1 Tahun 2024 tentang Perubahan Kedua atas UU ITE, juncto Pasal 303 KUHP tentang perjudian, serta Pasal 55 KUHP tentang penyertaan.
Berita Terkait
-
Ogah Cabut Ucapan soal Iran, Felix Siauw Kini Singgung LGBT: Aku Bahagia Mereka Dukung Palestina
-
Kepergok 'Diservis' Polwan hingga Tasnya Dibawakan, Selvi Ananda Banjir Sindiran: Manja Amat Lu!
-
Heboh Isu 'Pengkloningan' Imbas Wajah Jokowi Beda, Ikrar Nusa Bhakti: Dia Tak Berani Hadap Kamera
-
Hari Ini Jokowi Ultah ke-64, Poster Ucapan Selamat Ini Bikin Publik Syok: Innalillahi
Terpopuler
- 5 Cushion Anti Longsor 24 Jam, Makeup Tahan Lama Meski Cuaca Panas
- Film Pesta Babi Bercerita tentang Apa? Ini Sinopsis dan Maknanya
- Bantah Kepung Rumah dan Sandera Anak Ahmad Bahar, GRIB Jaya: Kami Datang Persuasif Mau Tabayun!
- Koperasi Merah Putih Viral, Terekam Ambil Stok dari Gudang Indomaret
- Bagaimana Cara Menonton Film Pesta Babi? Ini Syarat dan Prosedurnya
Pilihan
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer Dituntut 5 Tahun Penjara!
-
'Desa Nggak Pakai Dolar' Prabowo Dikritik: Realita Pahit di Dapur Rakyat Saat Rupiah Tembus Rp17.600
-
Babak Baru The Blues: Menanti Sihir Xabi Alonso di Tengah Badai Pasang Surut Karirnya
-
Maut di Perlintasan! Kereta Hantam Bus di Bangkok hingga Terbakar, 8 Orang Tewas
-
Setahun Menggantung, Begini Nasib PSEL di Kota Tangsel: Pilih Mandiri, Tolak Aglomerasi
Terkini
-
Kedubes Palestina Kutuk Israel usai Cegat Konvoi Global Sumud Flotilla ke Gaza
-
Mendagri Bersama Menteri PKP Luncurkan Bedah Rumah BSPS di Provinsi Wilayah Maluku-Bali-Nusra
-
Polda Jabar Bongkar Kasus Penipuan Dapur MBG, Modus Catut Nama BGN dan Jual Koordinat SPPG
-
Jaga Stabilitas Politik & Keamanan Daerah, Mendagri: Pemda Perkuat Forkopimda, FKUB & Tim TPKS
-
Jurnalis Indonesia Disebut Makin Rentan Intimidasi, AJI Ungkap 4 Isu yang Paling Bahaya
-
Dipecat dan Ditahan! Begini Tampang AKP Deky 'Beking' Bandar Narkoba Pakai Baju Tahanan Nomor 38
-
Tampang Eks Kasat Narkoba Kutai Barat AKP Deky Sasiang Ditahan Bareskrim, Jadi Beking Bandar
-
Menhan Sjafrie: Peradilan Militer Bisa Hukum Lebih Berat Pelaku Penyiraman Air Keras
-
Akui Tak Bisa Nego Langsung dengan Israel, Pemerintah Gandeng Pihak Ketiga Bebaskan 9 WNI
-
Pesan di Balik Kemesraan Baru Moskow-Beijing yang Diklaim 'Tak Cari Musuh'