Suara.com - Hubungan Teheran dengan Washington dan Tel Aviv kembali memanas. Iran secara resmi meminta Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk mengecam keras ancaman yang baru-baru ini dilontarkan oleh Israel dan Amerika Serikat terhadap nyawa Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei.
Protes keras ini dipicu oleh pernyataan mantan Presiden AS Donald Trump pada hari Jumat di platform Truth Social. Dalam unggahannya, Trump mengklaim bahwa dia "tahu persis" di mana Khamenei berada, namun sesumbar tidak akan membiarkan Israel atau militer AS "mengakhiri hidupnya."
Secara provokatif, Trump mengeklaim bahwa ia telah menyelamatkan Khamenei "dari kematian yang sangat buruk dan memalukan."
Menanggapi hal ini, Perwakilan Tetap Iran untuk PBB, Amir Saeid Iravani, tidak tinggal diam. Dalam surat resminya, ia menegaskan bahwa ancaman tersebut adalah pelanggaran serius terhadap hukum internasional.
"Ancaman sembrono dan disengaja oleh pejabat senior tersebut merupakan pelanggaran serius terhadap Piagam PBB, khususnya Pasal 2(4), yang secara tegas melarang ancaman atau penggunaan kekuatan terhadap integritas teritorial atau kemerdekaan politik suatu negara," kata utusan Iran untuk PBB, Amir Saeid Iravani, dalam suratnya pada Jumat (27/6/2025).
"Mereka juga melanggar prinsip-prinsip hukum internasional yang sudah kukuh, termasuk hak Kepala Negara untuk tidak diganggu gugat, dan merupakan hasutan yang jelas untuk melakukan terorisme negara," imbuh surat tersebut.
Surat protes tersebut ditujukan langsung kepada para petinggi PBB, termasuk Sekretaris Jenderal Antonio Guterres, Presiden Dewan Keamanan PBB Carolyn Rodriguez-Birkett, dan Presiden Majelis Umum PBB Philemon Yang.
Iravani mendesak PBB untuk mengutuk ancaman pembunuhan dari Israel dan AS itu dan "mengambil langkah-langkah yang tepat untuk memastikan akuntabilitas atas tindakan-tindakan yang salah secara internasional ini."
Melalui akun X, Misi Tetap Iran di PBB juga menyatakan desakan mereka agar Guterres, Rodriguez-Birkett, dan Yang "menjalankan tanggung jawab hukum mereka terhadap retorika kriminal dan provokatif tersebut."
Baca Juga: Harapan Prabowo Saat Bertemu Anwar Ibrahim: Gencatan Senjata Iran dengan Israel Bisa Langgeng
Ancaman ini muncul tidak lama setelah Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, pada hari Kamis mendeklarasikan kemenangan Iran atas Israel setelah konflik yang berlangsung selama 12 hari. Dia juga mengatakan bahwa Teheran yakin telah memenangkan konfrontasi dengan Washington, menyusul serangan AS terhadap fasilitas nuklir Iran.
Berita Terkait
-
KTT Kelautan PBB di Nice Jadi Momentum Global Lindungi Laut, Apa Tantangannya?
-
Harapan Prabowo Saat Bertemu Anwar Ibrahim: Gencatan Senjata Iran dengan Israel Bisa Langgeng
-
Potret Honda Vario 'Persia': Motor Matik Sporty Bertampang Sangar, Suspensi Nyaman
-
Ayatollah Ali Khamenei Diancam Bakal Dibunuh Israel, Dubes Iran: Dia Bukan Pihak yang Memulai Perang
-
Iran Disanksi FIFA? Mungkinkah Posisinya Digantikan Timnas Indonesia di Piala Dunia 2026?
Terpopuler
- Megawati: Saya Dipanggil Polisi 3 Kali, Diperiksa Jaksa Sampai Malam
- Apa Itu IKD dan Kenapa Wajib Memilikinya?
- Besok, Front Mahasiswa UI hingga IPB Siap Gelar Aksi 'Merebut Kemerdekaan' di Jakarta
- HP RAM 16 GB Berapa Harganya? Ini 5 Pilihan Termurah dengan Performa Ngebut
- 5 Sunscreen Brand Jepang untuk Flek Hitam, Lengkap dengan Review dan Harga
Pilihan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
-
Dihadang Polisi di UOB Plaza, Massa UI: Ini Bukti Kita Belum Merdeka!
-
Bundaran HI Dijaga Ketat, Solidaritas Warga Mengalir: Ini Titik Logistik untuk Pendemo
-
Jelang Demo Mahasiswa, Bundaran HI Dijaga Ketat: Kendaraan Taktis Siaga, Lalin Masih Normal
Terkini
-
Promo Anniversary Bukan Cuma Diskon, Ada Treasure Hunt dan Mini Games
-
URI Bukan Solusi! Pengangguran Terdidik Terjadi karena Sarjana Tak Punya Skill
-
Sekolah Ramah Anak Tak Selalu Dimulai dari Hal Besar, Dua Inovasi Siswa Ini Buktinya
-
KPK Ungkap Dugaan Permintaan Opini WTP oleh Bupati PALI, Ada Nama Anggota BPK RI
-
Kapal Tanzania MV Ocean Porter Tertangkap di Riau, Angkut 2,6 Ton Sabu Cair dan Rokok China
-
Kapolri Terjun Langsung ke Lokasi Gempa NTT, Boni Hargens Sebut Polri Garda Terdepan Kemanusiaan
-
BRI Turut Berperan Aktif Dalam Percepat Pemulihan Gempa NTT Lewat Posko Logistik BRI Peduli
-
Video Penjemputan Tiga Orang yang Diduga Pejabat Disdik Lubuklinggau Viral, Ada Apa?
-
BRI Tinjau Posko BRI Peduli dan Dapur Umum Untuk Korban Gempa NTT
-
BRI Perluas Dukungan Pascagempa NTT, Tiga Posko Logistik dan Dapur Umum Disiapkan