Suara.com - Aksi nekat seorang Kepala Desa (Kades) di Garut berakhir di balik jeruji besi. Kades Sukasenang berinisial H (55) resmi ditahan Kejaksaan Negeri (Kejari) Garut setelah diduga menilep Anggaran Dana Desa (ADD) senilai ratusan juta rupiah, yang kabarnya ludes untuk judi online dan kepentingan pribadi.
Kepala Kejari Garut, Helena Octavianne, mengungkap bahwa potensi kerugian negara akibat ulah sang kades ini tidak main-main.
"Estimasi sementara perhitungan dari Inspektorat itu sekitar Rp452 juta, tapi kalau dilihat secara kasat mata oleh penyidik bisa sekitar Rp700 juta," kata Helena Octavianne kepada wartawan di Garut, dilansir Antara, Senin (30/6/2025).
Penangkapan ini bermula dari laporan masyarakat. Menurut Helena, dugaan awal yang masuk ke meja kejaksaan adalah uang rakyat itu habis di meja judi online.
"Kalau awalnya kita dapat laporan pengaduan, dugaannya digunakan untuk judol (judi online), tapi dalam pemeriksaan memang digunakan untuk keperluan pribadi," katanya.
Modus operandinya pun terbilang sangat gegabah. Sang kades dengan entengnya mengambil uang dana desa tanpa ada pertanggungjawaban administrasi sama sekali. Akibatnya, saat diaudit, ia tak bisa membuktikan ke mana saja uang negara itu mengalir.
Helena menyayangkan tindakan kades tersebut, terutama karena Kejaksaan sebenarnya sudah membuka pintu konsultasi bagi para kepala desa agar tidak terjerat hukum.
"Kalau tidak mengerti, tidak memahami bagaimana menggunakan dana desa, itu bisa bertanya kepada Kejaksaan, kami kan ada program Jaga Desa, nah daripada nanti terjebak dalam tindak pidana korupsi lebih baik bertanya," katanya.
Kini, nasi telah menjadi bubur. Akibat perbuatannya, Kades Sukasenang harus mendekam di Rumah Tahanan Garut selama 20 hari ke depan sambil menunggu proses persidangan.
Baca Juga: Koperasi Desa 'Merah Putih': Dana Triliunan, Bau Korupsi, dan Intervensi Politik?
Berita Terkait
-
Dari Staf Desa Jadi Kepala Desa: Kisah Inspiratif Ahmad Bajuri Buktikan Ukuran Bukan Penghalang!
-
Kebun Mawar Situhapa, Menyaksikan Koleksi Bunga Hias dengan View Pegunungan
-
Awit Sinar Alam Darajat, Lokasi Terbaik untuk Staycation di Garut
-
Puncak Darajat Highland, Wisata Affordable dengan View Alam Cantik di Garut
-
Koperasi Desa 'Merah Putih': Dana Triliunan, Bau Korupsi, dan Intervensi Politik?
Terpopuler
- 9 Sepatu Puma yang Diskon di Sports Station, Harga Mulai Rp300 Ribuan
- 9 HP Redmi RAM 8 GB Harga Rp1 Jutaan, Lancar Jaya Dipakai Multitasking
- Semurah Xpander Sekencang Pajero, Huawei-Wuling Rilis SUV Hybrid 'Huajing S'
- 5 Sepatu New Balance yang Diskon 50% di Foot Locker Sambut Akhir Tahun
- 5 Lem Sepatu Kuat Mulai Rp 3 Ribuan: Terbaik untuk Sneakers dan Bahan Kulit
Pilihan
-
Wajah Suram Kripto Awal 2026: Bitcoin Terjebak di Bawah $100.000 Akibat Aksi Jual Masif
-
Tahun Baru, Tarif Baru: Tol Bandara Soekarno-Hatta Naik Mulai 5 Januari 2026
-
Kutukan Pelatih Italia di Chelsea: Enzo Maresca Jadi Korban Ketujuh
-
4 HP Memori Jumbo Paling Murah dengan RAM 12 GB untuk Gaming Lancar
-
In This Economy: Banyolan Gen Z Hadapi Anomali Biaya Hidup di Sepanjang 2025
Terkini
-
Pemerintah Pusat Puji Gerak Cepat Gubernur Bobby Nasution Bangun Huntap Korban Bencana
-
Kasus Anak Bunuh Ibu di Medan, Kemen PPPA Pastikan Hak dan Pendidikan Anak Tetap Terpenuhi
-
Reklamasi Terintegrasi, Wujud Komitmen Praktik Pertambangan yang Bertanggung Jawab
-
Mendagri Minta Kepala Daerah Optimalkan Peran Keuchik Percepat Pendataan Kerusakan Hunian Pascabenca
-
Pintu Air Pasar Ikan Siaga 1, Warga Pesisir Jakarta Diminta Waspada Banjir Rob
-
Jakarta Diprediksi Hujan Sepanjang Hari Ini, Terutama Bagian Selatan dan Timur
-
Revisi UU Sisdiknas Digodok, DPR Tekankan Integrasi Nilai Budaya dalam Pendidikan
-
Pendidikan Tak Boleh Terputus Bencana, Rektor IPB Pastikan Mahasiswa Korban Banjir Bisa Bebas UKT
-
42 Ribu Rumah Hilang, Bupati Aceh Tamiang Minta BLT hingga Bantuan Pangan ke Presiden Prabowo
-
Tanggul Belum Diperbaiki, Kampung Raja Aceh Tamiang Kembali Terendam Banjir