Suara.com - Diogo Jota dan adiknya Andre Silva yang tewas karena kecelakaan mobil, akan dimakamkan di Gondomar, utara Porto, Portugal, Sabtu pagi esok waktu setempat.
Menurut The Mirror, pastor Jose Manuel Macedo awalnya mengataka prosesi pemakaman dilangsungkan Jumat ini pukul 16.00 waktu setempat, tapi kemudian diubah menjadi Sabtu pagi.
Penundaan pemakaman ini terjadi karena masalah dokumen yang harus diselesaikan oleh kerabat para mendiang, yang masih berada di Spanyol tadi malam, sebelum bisa memulangkan jenazah.
Macedo mengatakan upacara peringatan akan diadakan di Kapel Sao Cosme sebelum misa pemakaman Sabtu pagi di gereja Katolik di sebelahnya di Igreja Matriz de Gondomar.
Menurut laporan Daily Mail, jenazah Diogo dan Andre akan diberangkatkan dari rumah duka di kota Puebla de Sanabria, Spanyol, dalam beberapa jam mendatang.
Upacara penghormatan terakhir akan dilanjutkan dengan upacara pemakaman di kota yang sama tempat Jota menikah dengan kekasih masa kecilnya, Rute, bulan lalu.
Saat kecelakaan terjadi, sang penyerang sedang dalam perjalanan kembali ke Inggris menuju kota Santander untuk menaiki feri, setelah disarankan tidak naik pesawat karena baru saja menjalani operasi paru-paru.
Nomor Punggung
Liverpool akan mengabadikan nomor punggung 20 milik Diogo Jota yang meninggal dunia karena kecelakaan mobil pada Kamis waktu setempat di Zamora, Spanyol.
Baca Juga: Rekam Jejak Andre Silva, Adik Diogo Jota yang Tewas Kecelakaan Mobil Juga Pemain Lapangan Hijau
"Nomor punggung 20 ini akan diabadikan atas kontribusinya sebagai bagian dari gelar juara Liverpool 2024-2025, yang merupakan ke-20 bagi klub ini," tulis Liverpool dalam lamannya pada Jumat 4 Juli 2025.
"Dengan gerakan khasnya dan tendangannya di depan Kop untuk memastikan kemenangan dalam derby Merseyside pada April, gol terakhir yang menyentuh dalam hidupnya," tambah Liverpool.
Liverpool menceritakan bagaimana awal karier Jota sebagai pesepakbola dan sebelum didatangkan pada musim panas 2020.
Jota beradaptasi dengan sangat baik di lini depan Liverpool, bahkan memberikan persaingan sehat kepada trio Roberto Firmino, Sadio Mane dan Mohamed Salah.
"Jota memang mencetak dua digit gol dalam penampilannya yang ke-21 bersama The Reds, termasuk hattrick gemilang saat tandang ke Atalanta di Liga Champions," tulis Liverpool.
Berkepala Dingin di Lapangan
Berita Terkait
Terpopuler
- Intip Kekayaan Ida Hamidah, Pimpinan Samsat Soetta yang Dicopot Dedi Mulyadi gara-gara Pajak
- Dicopot Dedi Mulyadi Gegara KTP, Segini Fantastisnya Gaji Kepala Samsat Soekarno-Hatta!
- 6 HP Snapdragon Paling Murah RAM 8 GB untuk Investasi Gadget Jangka Panjang
- HP Xiaomi yang Bagus Tipe Apa? Ini 7 Rekomendasinya di 2026
- Sabun Cuci Muka Apa yang Bagus untuk Atasi Kulit Kusam? Ini 5 Pilihan agar Wajah Cerah
Pilihan
-
Balas Rhoma Irama, LMKN Jelaskan Akar Masalah Royalti Musik Dangdut Jadi Rp25 Juta
-
Buat Kaum dengan Upah Pas-pasan, Nabung dan Investasi Adalah Kemewahan
-
Resmi! Liliek Prisbawono Jadi Hakim MK Gantikan Anwar Usman
-
Apartemen Bassura Jadi Markas Vape Narkoba, Wanita Berinisial E Diciduk Bersama Ribuan Barang Bukti!
-
Mendadak Jakarta Blackout Massal: Sempat Dikira Peringatan Hari Bumi, MRT Terganggu
Terkini
-
Update Data Korban Perang Lebanon, 2020 Orang Tewas Menyusul Serangan Israel di Wilayah Selatan
-
Jeritan Ayah di Gaza Menanti Evakuasi 4 Anaknya yang 6 bulan Terkubur Beton di Masa Gencatan Senjata
-
Eksaminasi 9 Pakar Hukum UI dan UGM: Putusan Kerry Riza Hasil dari Unfair Trial
-
Boni Hargens Launching Buku Ilmu Politik, Singgung Soal Pernyataan Saiful Mujani, Termasuk Makar?
-
Dasco: Bupati Tulungagung yang Kena OTT KPK Bukan Gerindra, Wakilnya Baru Kader
-
Panas Diendus KPK, Pengamat Tantang Polri Ungkap Produksi Rokok Ilegal
-
Pesan Menohok Foke soal Beasiswa LPDP: Anak Betawi Nilainya Harus 11 untuk Bisa Jadi Tuan di Jakarta
-
Ratusan Dapur MBG Di-Suspend! BGN Temukan Masalah Serius dari Menu hingga Higiene
-
Lebaran Betawi 2026 Meriah di Lapangan Banteng, Pramono: Ini Identitas Asli Jakarta
-
Kasus Penyiraman Air Keras Andrie Yunus, Komnas HAM Tunggu Izin Panglima TNI Periksa 4 Prajurit