Suara.com - Unggahan foto mantan Presiden Joko Widodo bersama cucu-cucunya di pantai mendadak jadi perbincangan hangat di jagat media sosial.
Dalam unggahan yang dibagikan lewat akun resmi X @jokowi pada Rabu, 3 Juli 2025, Jokowi tampak mengenakan kemeja putih dan celana panjang hitam, berdiri di tepi pantai dengan latar belakang langit biru dan ombak tenang.
Presiden RI ke-7 tersebut terlihat mendampingi tiga orang cucunya yang sedang bermain pasir dengan ceria.
"Senang dapat bermain bersama cucu-cucu di pantai saat liburan sekolah. Momen seperti ini sederhana, tapi menyegarkan pikiran dan menenangkan hati," tulisnya dalam caption unggahan tersebut.
Tampak dalam tiga foto yang dibagikan, Jokowi berdiri di dekat anak-anak, mengamati mereka bermain pasir, lalu berjalan santai di tepi pantai.
Sekilas, unggahan tersebut menampilkan sosok seorang kakek yang sedang menikmati waktu berkualitas bersama keluarga di sela aktivitas publiknya.
Namun, kesan hangat itu tak bertahan lama. Netizen justru membanjiri kolom komentar dengan berbagai tuduhan bahwa foto tersebut merupakan hasil rekayasa digital alias editan.
Netizen Mencium Kejanggalan Visual
Beberapa warganet mengaku menemukan keanehan pada visual foto tersebut, terutama pada sisi pencahayaan dan bayangan yang dianggap tidak sinkron.
Baca Juga: Paiman Raharjo Ngaku Pernah Lihat Ijazah Jokowi, Roy Suryo: Katanya Hanya Segelintir Orang
“Kok kayak editan, liat pinggiran kemejanya ada bayangan,” tulis akun @cap****, menyoroti detil foto yang dianggap tidak natural.
Sementara akun @ari**** melontarkan komentar bernada satir, “Ini gambar ditempel atau editannya yg caur dah? Wkwk.”
Tak berhenti sampai di situ, akun @heb**** bahkan menyematkan tuduhan yang lebih dalam, mengaitkan unggahan tersebut dengan dugaan karakter pribadi.
“Kebohongan yang sdh mendarah daging. Buah jatuh tak jauh dari pohonnya. Anak cucunya pasti akan mewarisi sifat-sifat ini. Miris banget hidup mu....Mul,” tulisnya.
Komentar lain dari @rat**** mencoba menawarkan perspektif lebih rasional, “Ada yang bisa menjelaskan secara logis kenapa beliau harus posting foto editan? Kalo emang ga sempet liburan bareng cucu juga gpp loh, mungkin emang perlu recovery.”
Publik Menyambungkan dengan Isu Kesehatan Jokowi
Kecurigaan publik semakin menguat karena latar belakang kondisi kesehatan Jokowi yang sempat menjadi sorotan beberapa pekan sebelumnya.
Pada perayaan ulang tahunnya ke-64 di Solo, Sabtu 21 Juni 2025 lalu, Jokowi tampil dengan wajah yang tampak bengkak dan ruam kemerahan.
Kondisi tersebut sempat memunculkan spekulasi di kalangan publik dan media bahwa Jokowi mungkin sedang menjalani perawatan atau pemulihan.
Dengan mencuatnya kembali foto terbaru ini, sebagian masyarakat menilai unggahan tersebut sebagai bentuk pencitraan atau usaha menepis isu kesehatan yang berkembang.
Namun sayangnya, hasilnya justru menimbulkan lebih banyak pertanyaan daripada jawaban.
Apa pun maksud di balik unggahan tersebut, satu hal yang jelas adalah bahwa publik saat ini sangat kritis terhadap narasi visual.
Di era digital, kepercayaan masyarakat pada tokoh publik tidak hanya dibangun lewat pernyataan atau prestasi, tetapi juga melalui keaslian dan transparansi dalam hal-hal kecil sekalipun, termasuk unggahan foto keluarga di media sosial.
Mantan Presiden seperti Jokowi tentu masih memiliki pengaruh besar dalam lanskap politik dan sosial Indonesia. Karena itu, setiap gerak-geriknya tetap diamati dan dikritisi, bahkan setelah masa jabatannya berakhir.
Hingga saat ini, belum ada klarifikasi resmi dari pihak Jokowi terkait tuduhan bahwa foto pantai tersebut adalah hasil editan.
Namun kejadian ini memperlihatkan bahwa citra digital seorang tokoh publik sangat rentan dipertanyakan jika tidak diiringi transparansi dan keaslian.
Berita Terkait
Terpopuler
- Gerbang Polda DIY Dirobohkan Massa Protes Kekerasan Aparat, Demonstran Corat-coret Tembok Markas
- Setahun Andi Sudirman-Fatmawati Pimpin Sulsel, Pengamat: Kinerja Positif dan Tata Kelola Membaik
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- Viral Bocah Beragama Kristen Ikut Salat Tarawih 3 Hari Berurut-turut, Celetukannya Bikin Ngakak
- 5 Rekomendasi Sepeda Lipat di Bawah 5 Juta yang Ringan dan Stylish, Mobilitas Semakin Nyaman
Pilihan
-
Jenazah Alex Noerdin Disalatkan di Masjid Agung Palembang, Ini Suasana Lengkapnya
-
John Tobing Sang Maestro 'Darah Juang' Berpulang, Ini Kisah di Balik Himne Reformasi
-
Pencipta Lagu 'Darah Juang' John Tobing Meninggal Dunia di RSA UGM
-
Hidup Tak Segampang Itu Ferguso! Ilusi Slow Living di Magelang yang Bikin Perantau Gulung Tikar
-
Hujan Gol, Timnas Indonesia Futsal Putri Ditahan Malaysia 4-4 di Piala AFF Futsal 2026
Terkini
-
Lingkaran Setan Kekerasan di Balik Seragam: Mengapa Polisi Junior Terus Jadi Korban Senior?
-
Bareskrim Ambil Alih Pengejaran Ko Erwin, Bandar Narkoba Terkait Kasus AKBP Didik
-
WNA Australia Terinfeksi Campak Usai Kunjungi RI, Kemenkes Percepat Imunisasi MR untuk Anak PAUDTK
-
Pramono Anung Instruksikan Perluasan Akses Jalan Guna Urai Kemacetan Flyover Latumenten
-
KPK Telusuri Pemilik Lima Koper Berisi Uang Rp5 Miliar dalam Kasus Bea Cukai
-
DPRD DKI Kritik Impor 3.100 Sapi oleh Pramono Anung, Dinilai Tak Sejalan UU Pangan
-
Habib Jafar: Ramadan Momentum Jadi Muslim Kaya Hati, Bukan Sekadar Kaya Materi
-
Hakim Tetapkan Kerugian Negara Kasus Korupsi Minyak Pertamina Sebesar Rp9,4 Triliun
-
Divonis 9 Tahun Penjara, Eks Dirut Pertamina Patra Niaga Sebut Fakta Sidang Diabaikan
-
Ancaman Nyata dari AS hingga AI: Bagaimana RI Menjaga 'Benteng' Pembangunan Nasional di 2026?