Suara.com - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengungkapkan bahwa masih ada backlog anggaran senilai Rp1,661 triliun.
Pada pagu indikatif 2026 yang berpotensi memengaruhi kualitas layanan 24 jam di seluruh unit pelaksana teknis mereka.
“Kebutuhan kami sebesar Rp3,556 triliun, tetapi pagu indikatif hanya Rp1,894 triliun. Ini berpotensi menghambat pemeliharaan alat operasional utama dan jaringan komunikasi,” kata Kepala BMKG Dwikorita Karnawati.
Hal tersebut disampaikan Dwikorita dalam rapat dengar pendapat bersama Komisi V DPR RI di Gedung Parlemen Jakarta, Senin 7 Juli 2025.
Menurut dia, layanan 24 jam tujuh hari menjadi tulang punggung sistem peringatan dini cuaca, iklim, gempa bumi, dan tsunami.
Gangguan layanan berpotensi meningkatkan risiko bencana.
Dwikorita menjelaskan bahwa alokasi pemeliharaan alat operasional sejak 2023 terus menurun signifikan.
Dari Rp700 miliar di 2023, menjadi Rp210,7 miliar pada 2026, atau hanya 30 persen dari kebutuhan.
Sementara alat-alat pendeteksi dan pemantau yang dikelola BMKG jumlahnya terus bertambah.
Baca Juga: Kemarau Basah 2025: BMKG Ungkap Peluang Emas untuk Petani
Di antaranya datang dari dukungan pendanaan global, sehingga semuanya butuh pemeliharaan intensif untuk menjaga akurasi dan kecepatan informasi.
Dalam kesempatan itu, dia juga menyebutkan bahwa penurunan anggaran ini juga dapat memengaruhi belanja operasional barang dan belanja modal yang sangat penting untuk mendukung layanan publik.
BMKG sudah menyampaikan permohonan penambahan anggaran kepada Kementerian Keuangan dan Kementerian PPN/Bappenas agar backlog tersebut dapat dikurangi.
“Dengan tambahan anggaran, kami yakin dapat menjaga operasional dan target pembangunan 2026,” ujar Dwikorita.
Dia berharap dukungan penuh dari Komisi V DPR RI untuk menjamin keselamatan dan kenyamanan masyarakat yang sangat bergantung pada informasi BMKG.
Berita Terkait
Terpopuler
- Pompa Air Paling Bagus dan Awet Merk Apa? Ini 4 Pilihan Terbaik Versi Review Pengguna
- Ciri-Ciri Sepatu Berbahan Kulit Babi, Kenali sebelum Membeli
- Istana Diminta Istirahatkan Qodari atau Demo Mahasiswa Bisa Makin Besar
- 5 HP Murah Terbaru Penyimpanan Lega Juni 2026: Memori 256 GB, Baterai 8.100 mAh
- 4 Rekomendasi Tablet Mini Serbaguna: Nyaman Digenggam, Muat Tas Kecil
Pilihan
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
Terkini
-
Stop Stigma Anti-Negara! Kritik Bukan Ancaman, Semua Presiden Wajib Tunduk pada Konstitusi!
-
Benarkah Demo Mahasiswa Ditunggangi? Ini Alasan Mengapa PDIP Dicurigai
-
Wamensos Apresiasi Dukungan ESQ Group untuk Pendidikan dan Karier Siswa Sekolah Rakyat
-
Sekolah Rakyat Ubah Jalan Hidup Aldo, Mantan Tukang Las Kini Punya Impian ke Negeri Sakura
-
Bupati Kediri Apresiasi Capaian Siswa Sekolah Rakyat dalam Open House 2026
-
Rano Karno Janji Tuntaskan Banjir Abadi Joglo: Jalan Ambles Aja Kita Perbaiki
-
Washington D.C. Kalah, Jakarta Masuk Peringkat 53 Kota Terbaik Dunia
-
Gaya Dasco Hadapi Aksi Mahasiswa Dipuji, Peneliti: Dobrak Eksklusivitas Senayan
-
Polisi Tangkap 4 Terduga Pelaku Terkait Tewasnya Dua Pria di Saluran Air Bekasi
-
Rano Karno Ajak Generasi Muda Rawat Sejarah dan Hidupkan Nilai Kebudayaan Bangsa