Suara.com - Kejaksaan Agung (Kejagung) mengusulkan adanya penambahan anggaran sebesar Rp18,5 triliun. Kebutuhan anggaran itu diperlukan untuk kegiatan Kejagung di 2026.
Hal itu disampaikan Plt Jaksa Agung Muda Bidang Pembinaan, Narendra Jatna dalam Rapat Kerja bersama Komisi III DPR RI di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (7/7/2025).
Awalnya Narendra menyampaikan bahwa untuk operasional di tahun 2026, Kejagung hanya diberi pagu anggaran indikatif Rp8,9 triliun.
Namun jumlah itu turun dari tahun lalu sebesar Rp15,3 triliun.
"Minus sekitar 63,2 persen dibandingkan pagu alokasi anggaran tahun 2025 yang sebesar Rp24,2 T."
"Di mana penurunan anggaran yang signifikan ini tentu menjadi perhatian serius mengingat peningkatan beban kerja di bidang penegakan hukum, kebutuhan operasional yang terus berkembang, dan target kinerja institusui semakin meningkat," kata Narendra dalam rapat.
Narendra menyampaikan bahwa pagu anggaran indikatif yang diberikan pemerintah untuk Kejagung di Tahun 2026 dirasa belum cukup.
Pasalnya Kejagung hanya diberikan Rp8,9 triliun, sementara institusi Adhyaksa tersebut butuh anggaran sebesar Rp27,4 triliun.
"Sehingga terjadi defisit Rp18,52 T atau sebesar 67,4 persen," katanya.
Baca Juga: KPU Minta Tambahan Anggaran Hampir 1 Triliun Rupiah: Untuk Apa Saja?
Untuk itu, Narendra mengatakan bahwa Kejagung mengusulkan tambahan anggaran sebesar Rp18,5 triliun untuk 2026.
"Usulan tambahan anggaran kejaksaan RI TA 2026 berdasarkan uraian di atas pagu indikatif TA 2026 sebesar Rp8,9 T masih belum memenuhi kebutuhan ideal kejaksaan RI sebesar Rp27,4 T. Berdasarkan jumlah tersebut maka masih ada kekurangan anggaran mencapai Rp18,5 T," ujarnya.
Uraiannya, dari tambahan anggaran itu sebanyak Rp16,68 triliun untuk keperluan dukungan manajemen dan Rp1,8 triliun untuk penegakan dan pelayanan hukum.
"Anggaran ini diperlukan untuk mencapai target Kesra 2025-2029, mendukung Astacita 7 presiden, mengimplementasikan UU baru, dan melaksanaan tugas dan rencana aksi nasional," katanya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Gubernur Kaltim Rudy Mas'ud Terancam Hak Angket, DPR: Kepala Daerah Harus Sensitif Isu Publik
-
Motif Sakit Hati Anggota BAIS ke Andrie Yunus Diragukan, Hakim: Apa Urusan Prajurit dengan RUU TNI?
-
Gibran dan Teddy Indra Wijaya Jadi Magnet Pilres 2029, Hensa: Semua Bergantung Keputusan Prabowo
-
Rusia Minta Evakuasi Diplomat dari Ibu Kota Ukraina, Eropa Memanas
-
Gaza Kembali Membara! Serangan Israel Tewaskan Kolonel Polisi dan Lukai 17 Orang
-
Tulisan Tangan Terakhir Jeffrey Epstein Dipublikasikan, Isi Pesannya Bikin Geger
-
Ancaman Baru Setelah COVID? Argentina Dituding Jadi Sumber Wabah Hantavirus
-
Kelicikan Zionis Israel, Beirut Selatan Dibombardir Saat Gencatan Senjata
-
Warga Perumahan Taman Mangu Indah Bantah Isu Banyak Rumah Dijual Akibat Banjir
-
Terkait Reformasi Polri, Boni Hargens Apresiasi Komitmen Kapolri Listyo Sigit