Suara.com - Presiden Brasil Luiz Inácio Lula da Silva beserta Ibu Negara Rosangela Lula da Silva menyambut hangat kehadiran Presiden Prabowo Subianto di Istana Planalto, Brasilia, Rabu (9/7/2025) pagi waktu setempat.
Lula memimpin langsung upacara militer penuh kehormatan untuk menyambut Prabowo di Istana Planalto.
Tampak Prabowo yang mengenakan setelan jas biru tua dan peci hitam memberikan hormat sembari berjalan di tengah barisan Pasukan Kehormatan Brasil yang berjejer rapi menyambut kedatangannya.
Iring-iringan kendaraan Prabowo disambut oleh 114 pasukan berkuda militer Brasil dengan berseragam upacara khas yang identik.
Kendaraan yang membawa Prabowo kemudian bergerak perlahan menuju titik drop off.
Prosesi dilanjutkan dengan inspeksi pasukan kehormatan militer Brasil oleh Prabowo.
Prabowo yang mengenakan setelan jas biru tua dan peci hitam memberikan hormat sembari berjalan di tengah barisan pasukan kehormatan Brasil yang berjejer rapi menyambut kedatangannya.
Setelah melaksanakan inspeksi pasukan Prabowo berjalan menuju pintu utama Istana Planalto, tempat Presiden Lula da Silva dan Ibu Negara Rosangela Lula da Silva telah menunggu.
Usai berjabat tangan dan berpelukan hangat, kedua pemimpin negara kemudian berdiri berdampingan untuk memberikan penghormatan dalam pengibaran bendera merah putih yang diiringi oleh lagu kebangsaan Indonesia Raya.
Baca Juga: Manuver Politik Prabowo: Benarkah Ada Skenario Mengasingkan Gibran dari Lingkaran Kekuasaan Istana?
Dilanjutkan dengan dikumandangkannya lagu kebangsaan Brasil dengan bendera Brasil yang sebelumnya telah berkibar di halaman istana.
Usai dari situ, Prabowo dan Lula tampak saling bergandengan tangan dan berbincang begitu hangat sambil berjalan menuju lokasi foto bersama.
Setelah proses pengambilan foto, Prabowo dan Lula saling memperkenalkan anggota delegasi dari kedua negara.
Delegasi Indonesia yang mendampingi Prabowo dalam kunjungan kenegaraan, di antaranya Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia, Menteri Perdagangan Budi Santoso, Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto, Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya, Wakil Menteri Luar Negeri Arrmanatha Nasir, dan Duta Besar RI untuk Brasil Edi Yusup.
Usai perkenalan delegasi, Prabowo dan Lula berjalan menuju balkon utama Istana Planalto untuk menerima penghormatan dari parade pasukan kehormatan militer kebanggaan Brasil.
Setelah menyaksikan parade, kedua kepala negara mengadakan pertemuan bilateral bersama-sama dengan seluruh delegasi guna membahas hubungan bilateral Indonesia - Brasil beserta berbagai peluang kerja sama di segala bidang strategis.
Berita Terkait
-
Program 3 Juta Rumah Prabowo Bergulir di Sukabumi
-
Indonesia Gabung BRICS, Ancaman Tarif 10 Persen dari Trump di Depan Mata?
-
Prabowo Dorong Perluasan Pemanfaatan NBD Hingga Usul South-South Economic Compact
-
Prabowo Gebrak BRICS: Tolak Standar Ganda dan Suarakan Bandung Spirit untuk Palestina
-
Sudirman Said Ungkap Alasan Kenapa Gibran Harus Dimakzulkan
Terpopuler
- Prabowo Timbang Chatib Basri Gantikan Purbaya, Senin Disebut Bakal Ada Reshuflle Kabinet
- Purbaya Disebut Bakal Jadi Gubernur BI, Prabowo Sedang Timbang Chatib Basri Jadi Menkeu
- HP Rp1,5 Jutaan yang Bagus Merek Apa? Ini 5 Rekomendasi Terbaik David GadgetIn
- 4 HP realme dengan Chipset Snapdragon dan RAM 8 GB Termurah Juni 2026
- Berapa Harga Sepatu Lari Ortuseight Ori? Ini 5 Pilihan Bagus untuk Daily Run
Pilihan
Terkini
-
Polisi Dalami Dugaan Pembunuhan Pengemudi Ojol yang Tewas Bersimbah Darah di Maros
-
Usia Pensiun Kapolri Dapat Diperpanjang Sesuai Kebutuhan Presiden
-
Tok! DPR Resmi Sahkan Revisi UU Polri Jadi Undang-Undang dalam Rapat Paripurna
-
OJK: Fundamental Kripto Tetap Kuat di Tengah Gejolak Pasar Global
-
Tangis dan Amarah Pecah saat Rekonstruksi di Daycare Little Aresha: Bagaimana Kalau Anakmu Digituin?
-
Lampu Hijau! Hasil Revisi UU Polri Segera Diketok di Rapat Paripurna
-
Prabowo Dinilai Tak Pahami Masalah Rakyat, Istana Langsung Membantah
-
Jakarta 499 Tahun: Kota yang Berlari, Kelas Menengah yang Kehabisan Napas
-
Qadari Bantah Pemerintah Tone Deaf di Tengah Tekanan Ekonomi: Kritik Masyarakat Didengar
-
RS Pondok Indah Beroperasi Tanpa SLF Aktif Sejak 2024: Sedang Proses Perpanjangan