Suara.com - Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani mengungkapkan bahwa pertemuan Presiden Prabowo Subianto dengan para pemimpin negara anggota BRICS di Brazil akan menjadi tantangan besar bagi Indonesia.
Tantangan tersebut, terutama dalam konteks ketegangan ekonomi global yang kian meningkat.
Salah satu tantangan yang muncul adalah kebijakan Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang berencana menerapkan tarif baru terhadap negara-negara yang dianggap berpihak pada BRICS.
"Suasana dunia yang mengalami pergejolakan ekonomi. Bapak Presiden (Prabowo Subianto) pertemuan BRICS dengan pemimpin. Presiden Trump membuat statment bahwa kelompok BRICS dianggap tidak mendukung Amerika sehingga akan mengancam menyampaikan tambahan tarif," kata Sri Mulyani dalam rapat bersama Komisi XI DPR RI, Senin (7/7/2025).
Ia menekankan bahwa dalam situasi yang dinamis seperti saat ini, Indonesia harus mampu menjaga momentum pertumbuhan ekonomi, sembari mengantisipasi risiko dari dinamika global, termasuk dampak tarif yang diberlakukan negara lain.
"Suasana seperti ini kita terus dihadapkan suasana yang dinamis. Melihat tantangan itu tetap optimisme dan pada saat yang sama tantangan yang kita antisipasi dan mitigasi risiko," jelasnya.
Sebagai informasi, BRICS saat ini merepresentasikan 50 persen populasi dunia dan mencakup 35 persen Produk Domestik Bruto (PDB) global. Negara-negara anggotanya meliputi Brasil, Rusia, India, Tiongkok, Afrika Selatan, Arab Saudi, Mesir, Uni Emirat Arab, Etiopia, Iran, dan Indonesia.
Presiden AS Donald Trump sebelumnya mengumumkan bahwa Amerika Serikat akan memberlakukan tarif tambahan sebesar 10 persen terhadap negara-negara yang dianggap berpihak pada kebijakan anti-Amerika dari kelompok BRICS.
"Setiap negara yang berpihak pada kebijakan anti-Amerika BRICS, akan dikenakan tarif tambahan sebesar 10%," ujar Trump.
Baca Juga: Prabowo Dorong Perluasan Pemanfaatan NBD Hingga Usul South-South Economic Compact
Ia menambahkan bahwa pada hari Senin, pemerintah AS akan mulai mengirimkan surat kepada mitra dagangnya yang merinci tarif khusus untuk masing-masing negara serta perjanjian dagang yang akan diterapkan.
Sementara itu, Presiden Prabowo Subianto memandang keanggotaan Indonesia dalam BRICS sebagai langkah strategis untuk memperkuat posisi Indonesia di tingkat global.
"Presiden Prabowo optimistis dengan keikutsertaan Indonesia dalam BRICS akan memperkuat posisi Indonesia di kancah global, serta menekankan pentingnya kerja sama antarnegara melalui forum seperti BRICS untuk mendukung stabilitas dan kemakmuran dunia,” ujar Juru Bicara Presiden, Teddy.
Teddy menyatakan bahwa prinsip yang selalu dipegang Prabowo dalam membangun hubungan internasional kembali ditegaskan dalam forum BRICS, yakni memperluas jejaring persahabatan dan kerja sama strategis antarbangsa untuk mendukung perdamaian dan kemakmuran global.
"Bergabungnya Indonesia dalam keanggotaan BRICS ini merupakan perwujudan prinsip yang selalu dipegang oleh Kepala Negara bahwa seribu kawan terlalu sedikit, satu lawan terlalu banyak," kata Teddy.
KTT BRICS tahun ini mengusung tema 'Strengthening Global South Cooperation for More Inclusive and Sustainable Governance'.
Berita Terkait
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
Pilihan
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
Terkini
-
Menyoal PHK 178 Buruh Garmen di Cimahi, Dedi Mulyadi Minta Pekerja Fleksibel Ikuti Peta Industri
-
Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok
-
Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya
-
Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok
-
Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI
-
Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan
-
Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator
-
Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan
-
Soroti Kasus 46 Juta Obat Ilegal di Tangsel, DPR: Bongkar Mata Rantai Distribusi Sampai ke Akar!
-
BRI Perkuat Sinergi dengan Ditjenpas DIY Melalui Optimalisasi Layanan Pemasyarakatan