Suara.com - Skandal kepemilikan akun Fufufafa dianggap menjadi celah DPR untuk memproses usulan pemakzulan terhadap Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka yang diajukan oleh Forum Purnawirawan Prajurit TNI. Pernyataan itu disampaikan oleh pakar hukum tata negara, Bivitri Susanti menangggapi surat usulan pemakzulan terhadap Gibran di DPR yang kini masih di tempat.
Dalam siniar yang tayang di akun Youtube DeddySitorusOfficial pada 9 Juli 2025, Bivitri awalnya menyinggung pernyataan mantan Presiden Jokowi saat menanggapi usulan pemakzulan terhadap putranya, Gibran. Jokowi diketahui sempat menyebut jika pemberhentian jabatan wapres harus satu paket dengan presiden.
Terkait itu, Bivitri pun menyinggung soal putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 90/puu-xxi/2023 Tentang Batas Usia Calon Presiden Dan Calon Wakil Presiden yang disebut-sebut menjadi karpet merah bagi Gibran menjadi wapres.
Menurutnya jika putusan MK itu menjadi objek yang disoal oleh DPR tidak menjadi langkah strategis dalam menindaklanjuti usulan pemakzulan terhadap Gibran. Sebab, menurutnya, putusan 90 MK itu bisa menjadi 'jebakan politik' bagi Prabowo dan partai-partai Koalisi Indonesia Maju di DPR.
"Jadi kalau putusan 90 yang jadi objek, akan kebawa semua, KIM-nya mungkin juga KIM asli ya, enggak mau. Pak Prabowonya juga mungkin agak sungkan karena artinya dia tahu nanti akan kebongkar semua," ujar Bivitri dalam siniar yang dilihat pada Jumat (11/7/2025).
Meski demikian, pengajar di Sekolah Tinggi Hukum (STH) Indonesia Jentera itu meminta agar DPR tidak mendiamkan usulan pemakzulan terhadap Gibran karena dianggap penting dalam proses berdemokrasi.
"Kalau saya sih saya setuju ada proses ini. Itu dulu ya. Itu penting tuh. Jangan sampai nanti ini didiamkan," ujarnya.
Menurutnya, banyak celah bagi DPR untuk memproses usulan pemakzulan tanpa harus 'mengusik' posisi Prabowo sebagai presiden. Pasalnya, Bivitri menyoroti adanya dugaan pelanggaran dalam proses Gibran maju hingga terpilih sebagai wapres.
"Tapi kalau memang mau maju dibahas oleh DPR. Barangkali yang harus dicari adalah kasus yang kita bisa isolasi kesalahannya Wapres, di diri dia sendiri. Yang enggak ngajak Prabowo, yang enggak ngajak KIM dan tidak melibatkan MK," ujarnya.
Baca Juga: Jabat Komisaris PLN, Terkuak Alasan Ade Armando Dapat 'Jatah' di Pemerintahan Prabowo-Gibran
Menurutnya, skandal akun Fufufafa juga dianggap salah satu cara untuk DPR memproses usulan pemakzulan Gibran.
Diketahui, akun Fufufafa diyakini milik Gibran sempat membuat gempar publik lantaran komentar-komentar kontroversialnya. Bahkan, akun di plaftrom Kaskus itu sempat menghina sejumlah pejabat hingga publik figur. Salah satunya komentar negatif yang mengarah kepada Prabowo Subianto dan putranya, Didit Hediprasetyo.
"Mesti cari konstruksi hukumnya ya tapi misalnya yang bikin heboh Fufufafa lah, kemudian ada pertanyaan soal ijazahnya misalnya, walaupun itu tidak seheboh ijazah bapaknya ya," ungkap Bivitri.
"Kalau mau strategi supaya dibahas paling tidak oleh DPR mesti cari kasus yang bukannya nyari-nyari ya, tapi memang dia bermasalah ya. Bukannya kita mana nih, mana nih cari-cari untuk menjatuhkan," ujar Bivitri.
Berita Terkait
Terpopuler
- Bedak Wardah Apa yang Cocok untuk Usia 40 Tahun? Ini 5 Rekomendasi Terbaik agar Flawless dan Fresh
- Tak Lagi Disamping Prabowo, Kursi Wapres Gibran Geser Sejajar Menteri di Sidang Kabinet
- 7 Statistik Miris Argentina Saat Dipecundangi Spanyol di Final Piala Dunia 2026
- Persib dan Persija Dikabarkan Tak Lolos IPO di Bursa Efek Indonesia
- Perbedaan Eau De Parfum dan Eau De Toilette, Mana yang Sesuai Kebutuhanmu?
Pilihan
-
Laporkan Hotman Paris ke Polda Metro, PWI Ragukan Ketulusan Permohonan Maaf Sang Pengacara
-
Mendukung Working Mom Mengelola Keuangan Keluarga Lebih Efisien dengan AstraPay
-
Usai Nobar Final Piala Dunia, Bupati Lombok Barat Lalu Ahmad Zaini Kena OTT KPK
-
Menteri PU Dody Hanggodo Bakal Dicopot Agustus? 'Prabowo Tak Suka Menteri yang Bikin Gaduh'
-
Tersangka Don Ritto Dikawal Rantis Brimob saat Tiba di Kejagung, Emas hingga Brankas Ikut Dibawa
Terkini
-
FIFA Buka Voting Tim Terbaik Piala Dunia 2026: Argentina Sumbang 5 Pemain, Spanyol?
-
Dari Pameran Kudatuli, Megawati Titip Pesan untuk Generasi Muda Indonesia
-
Kasus Dugaan Penculikan Atlet Golf Jesslyn Wijaya, Polisi Telusuri Perjalanan hingga Kuala Lumpur
-
Bukan Sekedar Catatan Masa Lalu, Peristiwa Kudatuli Merupakan Simbol Perjuangan Lawan Ketidakadilan
-
Usut Aliran Rp 91 Miliar Suap Bea Cukai, KPK Tetapkan Tersangka Baru
-
Korupsi Disebut Kejahatan HAM, Mengapa Hak Korban Belum Jadi Perhatian?
-
Aksesori Estetik Makin Digemari, Ini Tempat Belanja Lengkap Incaran Reseller hingga Jastiper
-
Salah Setting Aplikasi Navigasi, Pemotor RX-King Nekat Masuk Tol Jagorawi
-
Anggaran Jasa Belanja Tenaga Ahli Banten Tembus Rp55,47 Miliar, Kepala BPKAD Mengaku Kaget
-
Jembatan di Serang Mulai Dibangun Andra Soni Usai 25 Tahun Tak Tersentuh Perbaikan