Suara.com - Sebuah sumur bor yang dihadiahkan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo di Pulau Palue, Nusa Tenggara Timur (NTT), ternyata bukan sekadar solusi atas krisis air bersih.
Lebih dari itu, hadiah tersebut memantik harapan dan mengubah masa depan lima pemuda-pemudi setempat.
Kini, lima warga Pulau Palue resmi dinyatakan lolos seleksi Bintara Polri.
Mereka adalah Fransiska Eka Saputri Nona, Frederikus Fajar Wongga, Yulius Wendra Mangge Pase, Miky Carolus Sawu, dan Damasus Rolandino Ndae — anak-anak daerah yang tumbuh dalam keterbatasan, tapi memiliki semangat sebesar lautan.
Frederikus Fajar Wongga, salah satu peserta yang lolos, mengenang bagaimana sumur bor dari Kapolri telah menjadi titik balik bagi mereka.
“Beliau datang bukan hanya untuk seremoni. Beliau melihat, mendengar, dan meninggalkan hadiah paling berharga: air bersih dari sumur bor pertama kami,” ungkap Frederikus dalam sebuah video.
Air bersih yang dulu hanya mimpi, kini hadir setiap hari. Namun lebih dari itu, hadiah tersebut menyalakan mimpi baru — untuk mengabdi sebagai anggota Polri dan menjadi agen perubahan di kampung halaman mereka.
Damasus Rolandino Ndae menyampaikan rasa syukur dan komitmen mewakili rekan-rekannya.
“Terima kasih Bapak Kapolri. Dari Palue, kami bersumpah akan menjadi polisi yang membawa harapan, seperti yang beliau bawa kepada kami.”
Baca Juga: Riau Bhayangkara Run Jadi Event Lari Terbesar di Sumatera, Sukses Diikuti 13.079 Pelari
Kelima putra-putri Palue ini mengaku akan menjalani pendidikan Bintara Polri bukan semata untuk diri sendiri, melainkan untuk seluruh warga yang dulu pernah kehausan.
“Kami akan berjuang demi mama-mama, demi tanah yang dulu kekeringan. Kami ingin menjadi cahaya, seperti Kapolri yang memberi terang kepada kami,” ujar Frederikus.
Pulau Palue sempat mengalami krisis air bersih berkepanjangan.
Namun sejak kunjungan Kapolri dan Ketua Umum Bhayangkari, Juliati Sigit Prabowo, pada Agustus 2023, secercah harapan datang. Pengeboran sumur dimulai pada 15 Agustus dan akhirnya membuahkan hasil pada 20 Oktober.
Kini, jeriken-jeriken yang dulu hanya bisa digunakan untuk menampung air hujan, sudah bisa diisi dengan air jernih dari sumur bor — dan lebih dari itu, harapan untuk masa depan.
“Sekarang Kapolri sudah kasih kami air. Kami rasa bahagia. Tuhan memberkati,” kata seorang ibu warga Palue sambil mengantri air dengan jeriken.
Berita Terkait
-
Riau Bhayangkara Run Jadi Event Lari Terbesar di Sumatera, Sukses Diikuti 13.079 Pelari
-
Kapolri Bertemu UAS: Singgung soal Kritikan, Ungkap Perbedaan dan Saudara Baru
-
Bertemu Rocky Gerung, Kapolri Singgung Pepatah Tentang Teman dan Musuh
-
Kapolri-UAS Bertemu: Sinergi Ulama-Umara dan Pesan Menyejukkan di Bumi Lancang Kuning
-
Duduk Semeja Bareng Rocky Gerung dan UAS, Apa Kata Kapolri Listyo?
Terpopuler
- 4 HP RAM 8 GB Harga di Bawah Rp1,5 Juta: Kamera Bagus, Performa Juara
- 28 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 10 Januari 2026, Ada 15.000 Gems dan Pemain 111-115
- Link Gratis Baca Buku Broken Strings, Memoar Pilu Aurelie Moeremans yang Viral
- 4 Mobil Bekas Rp50 Jutaan yang Ideal untuk Harian: Irit, Gesit Pas di Gang Sempit
- 5 Cat Rambut untuk Menutupi Uban: Hasil Natural, Penampilan Lebih Muda
Pilihan
-
Gurita Bisnis Adik Prabowo, Kini Kuasai Blok Gas di Natuna
-
Klaim "Anti Banjir" PIK2 Jebol, Saham PANI Milik Aguan Langsung Anjlok Hampir 6 Persen
-
Profil Beckham Putra, King Etam Perobek Gawang Persija di Stadion GBLA
-
4 HP Snapdragon RAM 8 GB Paling Murah untuk Gaming, Harga Mulai Rp2 Jutaan
-
Rupiah Terancam Tembus Rp17.000
Terkini
-
Bus TransJakarta Hantam Tiang PJU di Kolong Tol Tanjung Barat, Satu Penumpang Terluka!
-
El Clasico Legenda Bakal Hadir di GBK, Pramono Anung: Persembahan Spesial 500 Tahun Jakarta
-
Jakarta Dikepung Banjir, Ini 5 Cara Pantau Kondisi Jalan dan Genangan Secara Real-Time
-
Superflu vs Flu Biasa: Perlu Panik atau Cukup Waspada?
-
BNI Pertegas Dukungan Sekolah Rakyat untuk Perluas Pemerataan Pendidikan Nasional
-
Tutup Rakernas I 2026, PDIP Umumkan 21 Rekomendasi Eksternal
-
Banjir Rendam Jakarta, Lebih dari Seribu Warga Terpaksa Mengungsi
-
Hujan Deras Rendam 59 RT di Jakarta, Banjir di Pejaten Timur Capai Satu Meter
-
Arahan Megawati ke Kader PDIP: Kritik Pemerintah Harus Berbasis Data, Bukan Emosi
-
Sikap Politik PDIP: Megawati Deklarasikan Jadi 'Kekuatan Penyeimbang', Bukan Oposisi