Suara.com - Video seorang ayah paksa anak yang masih bocah minum air kloset viral di media sosial sejak Selasa (22/7/2025). Informasinya, peristiwa itu terjadi di Kabupaten Demak, Jawa Tengah.
Bocah malang itu diketahui berinisial AUT (5). Dia menjadi korban kekerasan ekstrem yang dilakukan oleh ayah kandungnya sendiri, berinisial ENC.
Kekerasan terhadap anak ini menjadi sorotan setelah terekam dalam tiga video yang menunjukkan rangkaian penyiksaan fisik dan verbal terhadap korban.
Pihak kepolisian bergerak cepat hingga mengamankan pelaku dan korban. Kemudian, menggandeng lembaga perlindungan anak untuk menangani trauma yang diderita bocah malang tersebut.
Berikut 5 fakta kekerasan sadis ayah di Demak yang menghebohkan media sosial.
1. Disiksa Gegara Panggilan Video Tidak Dijawab
Dalam salah satu video, ENC terlihat menampar AUT berulang kali karena kesal video call kepada istrinya tidak dijawab. Dengan emosi meluap, pelaku melampiaskan kemarahannya kepada sang anak.
“Bundamu tak videocall, tidak angkat lagi, jadi kamu yang tak tapok,” teriak pelaku dalam rekaman.
2. Dipaksa Minum Air Kloset
Fakta paling mengerikan terekam di video ketiga. Terlihat ENC mengambil air dari dalam kloset menggunakan gelas dan memaksa AUT meminumnya. Dalam kondisi ketakutan, korban menangis dan mencoba menuruti perintah pelaku. "Minum! Habisin," bentak ENC dalam video.
3. Polisi Turun Tangan dan Amankan Pelaku
Polres Demak telah mengamankan pelaku dan melakukan penyelidikan intensif. Polisi pun membenarkan pelaku telah melakukan tindak pidana kekerasan terhadap anak.
4. Korban dalam Perlindungan
Korban kini berada dalam pengawasan lembaga pendamping anak dan menjalani pemeriksaan fisik serta psikologis. Fokus utama adalah pemulihan trauma jangka panjang yang dialami AUT akibat kekerasan dalam rumah tangga ini.
5. Warganet Desak Hukuman Berat
Aksi keji ini memicu kecaman luas dari publik. Warganet menyerukan keadilan bagi korban dan mendorong aparat penegak hukum menjerat pelaku dengan Undang-Undang Perlindungan Anak. Banyak pihak menilai hukuman berat harus diberikan untuk mencegah kasus serupa terulang.
Berita Terkait
-
Siasat Penjual Es Teh di Demak Jadi Kedok Edarkan Sabu, Ternyata Residivis dan DPO!
-
2 Pemuda di Medan Terancam Pidana 6 Tahun dan Denda Rp60 M Usai Isi Pertalite Pakai Jeriken
-
Pertamax dan Pertalite Trending, Publik Keluhkan Antrean Panjang serta Dampak BBM Mahal
-
Kawanan Tawon Serang Hajatan Gegara Musik Organ Tunggal, Tamu Kocar-kacir
-
5 Kritik Ferry Latuhihin: Rupiah Anjlok, Curigai Mati Listrik Massal Gegara 'Ekonomi'
Terpopuler
- Tak Terima Ditahan KPK, Titin Rita Lestari Bongkar Peran Atasan di Kasus Suap BPK Muara Enim
- Anaknya Terlibat di Program MBG, Wamenaker Afriansyah Noor Beri Penjelasan Usai Namanya Terseret
- Tak Ikut Aksi Bareng Mahasiswa di Bundaran HI Hari Ini, Said Iqbal Ungkap Alasan Buruh
- Indonesia Sudah Capek! Mahasiswa UI Serukan Demo di Bundaran HI, Tuntut Prabowo Akui Kesalahan
- Peluang Baru Terbuka, Kehidupan 4 Shio Ini Diprediksi Semakin Membaik Mulai 10 Juni 2026
Pilihan
-
Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
-
Thamrin Lumpuh Total, Massa Aksi Mengular hingga Dukuh Atas Hingga Jumat Malam
-
Ngotot Mau Demo di Bundaran HI Meski Dihadang Aparat, Mahasiswa: Istana dan DPR Tak Mendengar Kami!
-
'Kalau Semua Diam, Siapa yang Akan Bicara?' Alasan Zaskia Adya Mecca Dukung Aksi Mahasiswa
-
Silakan Tabrak Kami! Polisi Tantang Massa Mahasiswa UI yang Nekat ke Bundaran HI
Terkini
-
Hari Pertama BTN JAKIM 2026 Meriah, Ribuan Pelari Padati Kawasan GBK
-
Di Balik Narasi 'BBM Non-Subsidi': Mengapa Rakyat Kecil Tetap Tercekik Kenaikan Harga Pertamax?
-
Sidang Blueray Cargo, Jaksa KPK Ungkap Dugaan Aliran Rp21 Miliar ke Djaka Budi Utama
-
Imbau Daerah Gelar Nobar Piala Dunia 2026, Mendagri Optimistis Bakal Gerakkan Perekonomian
-
'Tak Ada Penangkapan!' Kapolres Jaksel Bantah Tudingan Represif di Aksi Mahasiswa GMNI Pancoran
-
Gangguan Akses CCTV Publik Saat Aksi Unjuk Rasa di Sudirman Bukan dari Sistem Pemprov DKI
-
Massa di Sudirman Bubar: Mahasiswa Mundur Pertama, Disusul Kelompok 'Baju Hitam'
-
Mahasiswa Sudah Pergi, Siapa Massa Berbaju Hitam yang Masih Bertahan di Sudirman?
-
Mendagri Tito Dorong DKPP Tingkatkan Integritas Penyelenggara Pemilu
-
KPK Selidiki Dugaan Perintangan Penyidikan Kasus Bea Cukai, Pendiri IAW Diperiksa