Menurut Said Jokowi kini alangkah baiknya jangan terus menerus melakukan perlawanan.
Pasalnya, menurut Said perlawanan tersebut justru akan berbuntut balik mencelakai dirinya sendiri.
“Saya berharap Presiden Jokowi jangan Jumawa, terus melawan terus-terusan,” sebutnya.
Said sontak membandingkan dengan Presiden ke-1 RI, Soekarno orang berpengaruh yang cukup kuat namun akhirnya tidak kuat juga melawan suara rakyat.
“Tidak ada yang kuat melawan suara rakyat. Bung Karno yang kuat saja juga tidak kuat melawan,” jelasnya.
Sembilan Kasus Jokowi
Said Didu terus menyorot isu-isu yang berkembang tentang Jokowi. Dirinya bahkan mencatat ada Sembilan kasus yang saat ini dikaitkan dengan Jokowi.
Dari Sembilan kasus tersebut, menurut Said Didu cukup membuat Jokowi tertekan hingga stress berat.
“Saat ini ada 9 (Sembilan) kasus yang bikin dia stress,” tulis Said Didu melalui cuitannya di akun sosial media X, dikutip Kamis (24/7/25).
Baca Juga: Dicecar 46 Pertanyaan, Silfester Matutina Semprot Roy Suryo: Jokowi Sudah Selesai, Mau Apa Lagi?
Said sontak menyebutkan 9 kasus yang dinilainya membuat Jokowi stress.
Diantaranya yaitu kasus ijazah palsu, kasus pemakzulan anaknya, kasus korupsi Pertamina, Kasus KPK Sumut terkait menantunya dan beberapa kasus lainnya.
“Ijazah palsu, pemakzulan anaknya, korupsi Pertamina, Judi online, Korupsi Kemenristekdikti, kasus Sritex, KPK Sumut terkait mantu, Korupsi Haji, Korupsi minyak goreng,” jelas Said.
Tak hanya berhenti di 9 kasus saja, Said Didu juga curiga akan ada beberapa kasus lain yang muncul.
“Yang lain akan menyusul? Dia sedang ditawur rakyat?,” terangnya.
Kontributor : Kanita
Berita Terkait
Terpopuler
- 36 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 22 Januari: Klaim TOTY 115-117, Voucher, dan Gems
- Alur Lengkap Kasus Dugaan Korupsi Dana Hibah Pariwisata Sleman yang Libatkan Eks Bupati Sri Purnomo
- Kenapa Angin Kencang Hari Ini Melanda Sejumlah Wilayah Indonesia? Simak Penjelasan BMKG
- Lula Lahfah Pacar Reza Arap Meninggal Dunia
- 5 Lipstik Ringan dan Tahan Lama untuk Usia 55 Tahun, Warna Natural Anti Menor
Pilihan
-
ESDM: Harga Timah Dunia Melejit ke US$ 51.000 Gara-Gara Keran Selundupan Ditutup
-
300 Perusahaan Batu Bara Belum Kantongi Izin RKAB 2026
-
Harga Emas Bisa Tembus Rp168 Juta
-
Fit and Proper Test BI: Solikin M Juhro Ungkap Alasan Kredit Loyo Meski Purbaya Banjiri Likuiditas
-
Dompet Kelas Menengah Makin Memprihatinkan, Mengapa Kondisi Ekonomi Tak Seindah yang Diucapkan?
Terkini
-
WNI Terlibat Jaringan Scam di Kamboja, Anggota Komisi XIII DPR: Penanganan Negara Harus Berbasis HAM
-
Ahmad Ali PSI Luruskan Tafsir Podcast: Gibran Adalah Wapres Potensial, Bukan Lawan Politik Prabowo
-
Dittipideksus Bareskrim Sita Dokumen hingga Data Transaksi dari Penggeledahan PT DSI
-
Pakar Hukum Desak RUU Perampasan Aset Disahkan pada 2026
-
PDIP Gelar Natal Nasional Bersama Warga Terdampak Bencana: Berbagi Pengharapan dan Sukacita
-
DVI Tuntaskan Identifikasi Korban Pesawat ATR 42-500, Seluruh Nama Sesuai Manifest
-
Angin Kencang Terjang Kupang, 25 Rumah Warga Rusak dan Timbulkan Korban Luka
-
Akademisi UI Ingatkan Risiko Politik Luar Negeri RI Usai Gabung Dewan Perdamaian Gaza
-
PSI Percayakan Bali kepada I Wayan Suyasa Eks Golkar, Kaesang Titipkan Harapan Besar
-
Cegah Stres di Pengungsian, KDM Siapkan Rp10 Juta per KK untuk Korban Longsor Cisarua