Suara.com - Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) akan membuat kebijakan baru mengenai rekening nasabah. Jika ada rekening menganggur selama tiga bulan, maka akan diblokir.
Keputusan akan kebijakan ini bukan tanpa sebab. PPATK mau mengantisipasi adanya penyalahgunaan terhadap rekening nganggur tersebut.
Penyalahgunaan rekening tersebut diantaranya diperuntukkan untuk menampung uang judi online. Selain itu, rekening-rekening 'tak bertuan' selama beberapa bulan tersebut juga bisa dimanfaatkan menampung hasil kejahatan lain seperti penipuan dan perdagangan narkotika.
"Untuk melindungi masyarakat dan sistem keuangan, PPATK menghentikan sementara transaksi pada sejumlah rekening dormant, sesuai dengan UU No. 8 Tahun 2010," dikutip dari pengumuman dalam akun instagram @ppatk_indonesia, Senin, 28 Juli 2025.
Lantas bagaimana nasib uang yang tersimpan semisal rekeningnya diblokir? Tenang saja, sebab uang tersebut tetap aman dan rekeningnya bisa diaktivasi kembali.
Meskipun transaksi diblokir sementara, PPATK memastikan dana nasabah di dalam rekening tersebut tidak akan hilang.
Lalu, bagaimana cara mengaktivasi kembali rekening yang diblokir?
Nasabah cukup datang ke kantor cabang bank masing-masing untuk mengajukan permohonan reaktivasi. Anda hanya perlu memenuhi prosedur yang dipersyaratkan oleh pihak bank.
Jika masih ada kendala, nasabah juga bisa menghubungi PPATK secara langsung untuk mendapatkan penjelasan lebih lanjut.
Baca Juga: CEK FAKTA: Jokowi Punya Rekening di 20 Bank Asing?
PPATK juga membuka akses pengajuan keberatan mengenai rekeningnya diblokir tiba-tiba. Salah satunya dengan mengisi formulir melalui tautan bit.ly.FormHensem.
Setelah mengisi formulir keberatan, nasabah menunggu proses review dan pendalaman dari PPATK dan bank. Mengenai estimasi waktu, diperlukan lima hari kerja.
Meski sudah ada penetapan lima hari, tapi tak menutup kemungkinan bisa menjadi 15 hari. Hal ini tergantung kelengkapan dan kesesuaian data serta hasil review.
Nantinya setelah mendapat informasi lebih lanjut, rekening yang diblokir terbuka otomatis. Pengecekannya bisa dilakukan melalui mesin ATM, Mobile Banking, ataupun pengecekan langsung ke pihak bank terkait.
Semisal nasabah masih merasa bingung, mereka bisa menghubungi WhatsApp resmi PPATK: 0821-1212-0195.
Berita Terkait
-
460 Ribu Rekening Penipu Diblokir, Dana Rp169 Miliar Korban Berhasil Dikembalikan
-
Pengumuman Penting BCA
-
Rekening Dormant BRI Bisa Diaktifkan Lagi Tanpa Perlu ke Kantor Bank, Ini Caranya
-
Viral di TikTok! Niat Donasi di Mall Malah Berujung Tutup Rekening: Hati-Hati Jebakan Auto-Debit
-
Cara Mengaktifkan Kembali Rekening BRI Dormant Tanpa Perlu ke Kantor Bank
Terpopuler
- Daftar Prodi Berpotensi Ditutup Imbas Fokus Industri Strategis Nasional
- 5 Parfum Scarlett yang Wanginya Paling Tahan Lama, Harga Terjangkau
- Perjalanan Terakhir Nuryati, Korban Tragedi KRL Bekasi Timur yang Ingin Menengok Cucu
- Membedah 'Urat Nadi' Baru Lampung: Shortcut 37 KM dan Jalur Ganda Siap Usir Macet Akibat Babaranjang
- 5 Rekomendasi Sepeda Roadbike Rp1 Jutaan, Cocok untuk Pemula hingga Harian
Pilihan
-
7 Sabun Mandi Cair Wangi Mewah yang Bikin Rileks Setelah Pulang Kerja, Ada yang Mirip Aroma Spa
-
Mantan Istri Andre Taulany Dilaporkan ke Polisi, Diduga Aniaya Karyawan
-
Stasiun Bekasi Timur akan Kembali Beroperasi Lagi Siang Ini
-
Truk Tangki BBM Meledak Hebat di Banyuasin, 4 Pekerja Terbakar saat Api Membumbung Tinggi
-
RS Polri Berhasil Identifikasi 10 Jenazah Korban Tabrakan Kereta di Bekasi Timur, Ini Nama-namanya
Terkini
-
Jelang Hari Buruh, Ketimpangan Upah dan Rentannya Pekerja Informal Disorot
-
Korea Utara Dilanda Kekeringan Parah, Kim Jong-un Malah Ambil Keputusan Ekstrem
-
Kelakuan Donald Trump Ubah Selat Hormuz Jadi Selat Trump, Harga Minyak Dunia Meledak
-
Nyawa Murah di Balik Tembok Kos: Mengusut Tragedi PRT Loncat dari Lantai 4 di Jakarta
-
Perang Iran Berakhir? USS Gerald Ford Pulang Kandang Setelah 300 Hari di Laut
-
1.793 Personel Dikerahkan Amankan May Day 2026, 200 Ribu Buruh Diprediksi Padati Monas
-
Usai Insiden di Rel Bekasi, Korlantas Kumpulkan Pengusaha Taksi Listrik
-
Hilirisasi Tahap II Dimulai, Pengamat INDEF: Peluang Besar Transformasi Industri Berkelanjutan
-
Banding Ditolak Pengadilan, Pelaku Penembakan Masjid Christchurch Tetap Dipenjara Seumur Hidup
-
Tak Terluka, Korban KRL Bekasi Meninggal Diduga Syok di Ambulans: Ini Kesaksian Sang Anak