Kondisi sekarang, menurutnya, sangat berbeda. Pemerintahan Prabowo didukung oleh koalisi super gemuk yang menguasai mayoritas mutlak di parlemen.
"Sekarang di zaman Pak Prabowo itu Pak Prabowo itu mengumpulkan sampai 80 persen dari total anggota DPR untuk berpihak padanya. Coba misalkan dicek beraya datanya. Dari 580 anggota DPR itu, 470-nya berpihak kepada Pak Prabowo," beber Guru Gembul.
Dengan kekuatan sebesar itu, logika keseimbangan yang dulu diusung Rocky seharusnya menuntut peran oposisi yang jauh lebih kuat dan vokal. Namun, yang terjadi justru sebaliknya. Argumentasi yang dulu terdengar gagah, kini menjadi hampa makna.
"Sebegitu besarnya koalisinya, sebegitu kuatnya koalisinya. Maka kalau misalkan dibicarakan soal keseimbangan dan penyeimbang dan oposisi, maka zaman sekarang itu dibutuhkan oposisi yang bahkan jauh lebih kuat daripada era sebelumnya," tegasnya.
Pada akhirnya, Guru Gembul meninggalkan sebuah pertanyaan menohok yang menyasar langsung pada inkonsistensi sikap Rocky Gerung.
Ia mempertanyakan bagaimana mungkin prinsip oposisi yang dulu begitu kuat dipertahankan saat melawan koalisi 37 persen, kini justru melempem saat berhadapan dengan kekuatan 80 persen.
"Jadi, bagaimana ceritanya ketika Pak Rocky Gerung itu mengatakan, 'Saya akan menjadi oposisi bagi pemerintah karena untuk menjaga keseimbangan di zaman 37 persen masih bisa tetapi sekarang 80 persen justru malah berpihak kepada pemerintah itu.'"
Berita Terkait
-
Guru Gembul Kecewa ke Rocky Gerung: Tajam ke Jokowi Tumpul ke Prabowo
-
Soal Ijazah Jokowi, Kaesang Menolak Ikut Ribut: Saya Baik-baik Saja dengan AHY
-
Roy Suryo Cs Tak Sadar Jadi Alat Jokowi? Pakar: Isu Ijazah Palsu Justru Menguntungkan Ayah Gibran
-
Lagi Makan, Anies Baswedan Ditodong Tretan Muslim: Lebih Enak Program MBG Prabowo?
-
Skakmat! Sesepuh UGM Patahkan Klaim Mulyono Teman Jokowi Soal Tak Ada Jurusan Kuliah
Terpopuler
- Mengapa Pertalite Mau Dihapus?
- Tak Ikut Aksi Bareng Mahasiswa di Bundaran HI Hari Ini, Said Iqbal Ungkap Alasan Buruh
- Kaki Masih Pegal Setelah Lari? Ini 5 Sepatu Recovery Run Lokal dengan Review Terbaik
- Apa Itu Sepatu Hybrid? Ini 5 Rekomendasi Buatan Lokal Terbaik dan Serbaguna
- Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
Pilihan
-
Aliansi Rakyat Memanggil Kritik Sederet Program Pemerintah, Tuntut Prabowo-Gibran Lengser
-
Hasil Piala Dunia 2026: Hajar Paraguay, Start Sempurna Amerika Serikat
-
Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
-
Thamrin Lumpuh Total, Massa Aksi Mengular hingga Dukuh Atas Hingga Jumat Malam
-
Ngotot Mau Demo di Bundaran HI Meski Dihadang Aparat, Mahasiswa: Istana dan DPR Tak Mendengar Kami!
Terkini
-
Isu Setoran 'Upeti' Program MBG, Ketua BGN: Tidak Benar dan Provokatif
-
Niat Cari Cuan di Kapal Cumi, Pemuda Garut Malah Kena 'Zonk' Loker Medsos, HP Sampai Disita
-
IDAI Minta Anak di Bawah 2 Tahun Bebas dari Gawai, Cegah Speech Delay hingga Virtual Autism
-
Haris Rusly Moti: Anomali Gerakan Sosial Saat Ini Justru Anti-Rakyat dan Adopsi Narasi Neoliberal
-
Wali Kota San Miguel Amatitlan Tewas Ditembak di Rumahnya Sendiri
-
Klaim Mobilnya Dipasang Alat Pelacak, Tiyo Ardianto Dikuliti Netizen: Beasiswa KIP, Mobil Fortuner?
-
Curanmor di Perumahan Bekasi Terungkap, Polisi Sita NMax dan Korek Api Berbentuk Pistol
-
Pati Viral Lagi! Anak Bakar Rumah Ortu Gara-gara Tak Diberi Uang Merantau
-
Boni Hargens: Tak Perlu Buat UU Baru, Kompolnas Telah Diperkuat UU Polri Hasil Revisi
-
Kesal Tak Diberi Uang, Pria di Pati Diduga Bakar Rumah Orang Tuanya Sendiri