Kematiannya menyisakan kejanggalan dan misteri mendalam, memicu spekulasi antara dugaan pembunuhan dan bunuh diri.
berikut rentetan waktu kasus ini:
Senin, 7 Juli 2025: Aktivitas Terakhir dan Persiapan Tugas
Ini adalah hari terakhir Arya Daru terlihat beraktivitas normal. Ia terekam CCTV di sebuah pusat perbelanjaan elite di Jakarta Pusat sekitar pukul 17.00 WIB.
Arya, yang akan segera berangkat untuk bertugas di Helsinki, Finlandia, terlihat berbelanja beberapa pakaian dan keperluan.
Menurut keterangan keluarga, selama berbelanja, Arya masih aktif berkomunikasi dengan istrinya melalui video call, menunjukkan barang-barang yang ia beli.
Sekitar pukul 21.00 WIB, ia menelepon sang istri untuk terakhir kalinya, mengabarkan sedang menunggu taksi untuk pulang ke kosnya.
Pada hari yang sama, ia juga sempat mampir ke Gedung Kemlu dan meninggalkan tas ranselnya di area rooftop.
Selasa, 8 Juli 2025: Penemuan Jasad yang Mengejutkan
Baca Juga: Diplomat Muda Kemenlu Tewas: Lakban Kuning dan Kondom Jadi Bukti Kunci? Polda Metro Ungkap Fakta
Pagi hari sekitar pukul 08.00 WIB, penjaga kos mulai curiga karena Arya tidak keluar kamar.
Pintu kamarnya terkunci dari dalam. Setelah beberapa kali diketuk tanpa jawaban, penjaga kos, atas sepengetahuan istri korban, memutuskan untuk membuka paksa pintu tersebut.
Betapa terkejutnya mereka saat menemukan Arya sudah dalam kondisi tewas di atas kasur.
Kondisinya sangat tidak wajar: wajahnya tertutup rapat oleh lakban dan tubuhnya ditutupi selimut.
Video amatir yang beredar bahkan memperlihatkan detik-detik saat penjaga membuka selimut dan menemukan kondisi korban yang mengenaskan.
Temuan ini langsung dilaporkan ke pihak kepolisian.
Rabu, 9 Juli - Kamis, 10 Juli 2025: Olah TKP dan Penyelidikan Awal
Tim dari Polres Metro Jakarta Pusat dan Polsek Menteng segera melakukan olah TKP. Polisi menemukan beberapa barang bukti, termasuk obat-obatan lambung dan sakit kepala, mengingat korban diketahui memiliki riwayat penyakit GERD dan kolesterol dari keterangan sang istri.
Kasus ini kemudian ditarik untuk ditangani oleh Direktorat Kriminal Umum (Dit Krimum) Polda Metro Jaya untuk penyelidikan lebih intensif.
Lima orang saksi, termasuk istri korban dan penjaga kos, telah dimintai keterangan untuk membangun kronologi kejadian.
Penyelidikan memasuki babak baru yang semakin kompleks. Salah satu temuan signifikan adalah sidik jari yang ditemukan pada lakban yang membekap wajah korban identik dengan sidik jari Arya sendiri.
Hal ini memunculkan dugaan kuat bahwa Arya mungkin melakukan bunuh diri.
Namun, dugaan ini sempat dibantah keras oleh berbagai pihak, termasuk anggota Komisi III DPR RI, Nasir Djamil, yang menyebutnya "sangat tidak masuk akal".
Ia mengaku melihat foto-foto kondisi jasad yang menunjukkan adanya lebam di leher dan jari-jari yang membiru, yang menurutnya mengindikasikan adanya kekerasan.
Selain itu, fakta bahwa Arya baru saja menghabiskan uang jutaan rupiah untuk persiapan tugas ke luar negeri juga dianggap tidak sejalan dengan niat bunuh diri.
Tag
Berita Terkait
-
Diplomat Muda Kemenlu Tewas: Lakban Kuning dan Kondom Jadi Bukti Kunci? Polda Metro Ungkap Fakta
-
Misteri Kematian Diplomat Arya: Lakban Kuning dan Kartu Akses Kamar 105 Jadi Petunjuk?
-
Dipamer Polisi ke Publik, Misteri Tewasnya Diplomat Arya Daru Tersingkap Lewat Bukti Kondom?
-
Kontrasepsi dan Pelumas Jadi Barang Bukti di Kasus Kematian Arya Daru, Apa Kaitannya?
-
Deddy Corbuzier Bahas Arya Daru, Eks Kabareskrim: Banyak Kasus Pembunuhan Dianggap Bunuh Diri
Terpopuler
- Tak Terima Ditahan KPK, Titin Rita Lestari Bongkar Peran Atasan di Kasus Suap BPK Muara Enim
- Tak Ikut Aksi Bareng Mahasiswa di Bundaran HI Hari Ini, Said Iqbal Ungkap Alasan Buruh
- Mengapa Pertalite Mau Dihapus?
- Indonesia Sudah Capek! Mahasiswa UI Serukan Demo di Bundaran HI, Tuntut Prabowo Akui Kesalahan
- 5 Lipstik Rekomendasi Fuji yang Tahan Lama, Tidak Kering dan Anti Pecah-Pecah
Pilihan
-
Aliansi Rakyat Memanggil Kritik Sederet Program Pemerintah, Tuntut Prabowo-Gibran Lengser
-
Hasil Piala Dunia 2026: Hajar Paraguay, Start Sempurna Amerika Serikat
-
Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
-
Thamrin Lumpuh Total, Massa Aksi Mengular hingga Dukuh Atas Hingga Jumat Malam
-
Ngotot Mau Demo di Bundaran HI Meski Dihadang Aparat, Mahasiswa: Istana dan DPR Tak Mendengar Kami!
Terkini
-
Sebut Bukan Insiden Kebetulan, Nandang Sutisna Desak Evaluasi Program Makan Bergizi Gratis
-
Tiyo Ardianto Respons Viral Aksi Penolakan di UGM, Singgung Kondisi Mahasiswa 'Terpaksa' Demo
-
Aksi Bersih & Penghijauan dalam Memperingati HLH 2026, NHM Ajak Masyarakat Jaga Lingkungan Bersama
-
Wamendagri Bima Arya Tekankan Penguatan Karakter Generasi Muda Berbasis Nilai Budaya
-
Bukan Ancaman, Anis Matta Sebut Demo Justru 'Picu' Pemerintah Kerja Lebih Baik
-
Massa Bertahan di Gejayan Meski Aksi Selesai, Bunyi Klakson - Seruan Turunkan Prabowo Terus Menggema
-
Soal TNI-Komcad Dikerahkan di Demo Mahasiswa, Ini Reaksi Komisi I DPR
-
Turun Aksi di Jogja, Cholil ERK Tegaskan Gerakan Masyarakat Jangan Mengempis
-
Benarkah Jokowi Segera Jadi Ketua Dewan Pembina? PSI Kasih 'Kode Keras' Begini
-
Jawab Tuntutan Mahasiswa, Bakom RI Sebut Kebijakan Presiden Prabowo Hemat Anggaran Rp300 Triliun!