Suara.com - Ketua Umum PDI Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarnoputri menuntut soliditas dan kepatuhan total terhadap garis komando partai.
Pesan tersebut disampaikannya di hadapan ribuan kader yang memadati The Meru & Bali Beach Convention Center, Sanur, Bali.
Dalam pengarahannya di acara Bimbingan Teknis (Bimtek) Anggota Legislatif Fraksi PDIP, Presiden Ke-5 RI ini mengingatkan bahwa perpecahan internal adalah ancaman terbesar bagi kekuatan kolektif.
Megawati, yang hadir didampingi putranya, Prananda Prabowo, serta disambut jajaran elite partai seperti Puan Maharani, Ganjar Pranowo, hingga Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), memperingatkan agar para kader tidak terjebak dalam pusaran kepentingan pribadi yang berpotensi meruntuhkan perjuangan partai.
"Partai ini harus makin besar, jangan malah mengecil. Kalian harus merasa sebagai satu keluarga, harus bergotong-royong. Kalau bergotong royong begitu, rakyat akan ikut bersama kita,” seru Megawati dengan suara lantang.
Menurut Analis Politik dari Universitas Parahyangan (Unpar) Bandung, Kristian Widya Wicaksono, pidato Megawati tersebut jauh dari sekadar retorika organisasi.
"Pernyataan Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri, dalam acara Bimtek Nasional di Bali mencerminkan keprihatinan mendalam atas potensi disintegrasi internal di tubuh partai pascapemilu dan menjelang konsolidasi politik nasional yang baru," kata Kristian kepada Suara.com, Kamis (31/7/2025).
"Seruannya untuk soliditas dan kepatuhan total terhadap garis komando partai bukan semata-mata merupakan retorika organisasi," sambungnya.
Menurut Kristian, apa yang disampaikan Megawati merupakan sinyal kuat bahwa PDIP tengah menghadapi tantangan serius dari dalam, terutama terkait fragmentasi loyalitas kader dan manuver politik pasca-pemilu 2024.
Baca Juga: Prananda tak Cocok Jadi Ketum PDIP, Zulfan: Ketua Partai Tak Boleh Gaib Seperti Imam Mahdi
Pesan tersebut menyiratkan kekhawatiran atas munculnya faksionalisme atau pembangkangan elit di tingkat legislatif dan daerah yang dapat menggoyahkan kontrol pusat partai.
"Dengan menekankan bahaya kepentingan pribadi yang meruntuhkan perjuangan kolektif, Megawati ingin menegaskan kembali paradigma politik ideologis partai berbasis kolektivisme dan disiplin struktural," katanya.
Di balik peringatan itu, tersirat maksud untuk membendung ambisi kader-kader yang mungkin tergoda untuk mengambil jalur politik pragmatis atau menjalin aliansi di luar kehendak partai.
"Terutama dalam konteks transisi kekuasaan nasional dan reposisi politik PDI-P dalam konstelasi politik nasional saat ini," jelas Kristian.
Menggemakan ajaran ayahnya, Proklamator Bung Karno, Megawati mengingatkan bahwa partai politik adalah tiang penyangga negara. Kerapuhan di dalam partai, ujarnya, sama dengan membuka jalan bagi keruntuhan bangsa.
“Kalau tiangnya rapuh, negara bisa runtuh. Kita pernah dijajah 3,5 abad, apa kita mau dijajah lagi? Jangan! Karena penjajahan itu sakit sekali,” kata Megawati.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Parfum Wanita Tahan Lama di Alfamart untuk Silaturahmi Anti Bau
- 5 Mobil Murah 3 Baris Under 1500cc tapi Jagoan Tanjakan: Irit Bensin dan Pajak Ramah Rakyat Jelata
- Promo Superindo 17 Maret 2026, Diskon sampai 50 Persen Buah, Minyak hingga Kue Lebaran
- Timur Tengah Memanas, Rencana Terbangkan Ribuan TNI ke Gaza Resmi Ditangguhkan
- 5 Kejanggalan Video Benjamin Netanyahu Terbaru, PM Israel Beneran Tewas?
Pilihan
-
Iran Umumkan Kabar Duka! Ali Larijani dan Gholamreza Soleimani Tewas sebagai Martir
-
Trump Ditinggal Tangan Kanan, Direktur Kontraterorisme AS Joe Kent Mundur
-
Waspada Puncak Arus Mudik Besok! 187 Ribu Orang Bakal Padati Bandara Soekarno-Hatta
-
Rudal Iran Hantam Jantung Israel Malam Ini, Saksi Mata: Bumi Bergetar seperti Gempa
-
Ledakan Besar di Baghdad! Kedutaan AS Diserang Drone dan Roket
Terkini
-
TNI Turun Tangan Selidiki Teror Air Keras Andrie Yunus: Respons Dugaan Keterlibatan Prajurit
-
Presiden Prabowo Penuhi Permintaan Warga Aceh, Salurkan Bantuan Daging Meugang Sambut Idulfitri
-
Iran Umumkan Kabar Duka! Ali Larijani dan Gholamreza Soleimani Tewas sebagai Martir
-
Heboh! Di Sini Calon Politisi Perempuan Diminta Layanan Seks demi Tiket Pemilu
-
Info A1: Perang Lawan Iran karena Kebodohan Trump Ditipu Lobi Israel dan Tokoh Media AS
-
Trump Ditinggal Tangan Kanan, Direktur Kontraterorisme AS Joe Kent Mundur
-
Fatia Maulidiyanti Desak Polisi Segera Tangkap Pelaku Penyiraman Air Keras Andrie Yunus
-
Pejabat Militer Israel Bongkar Detik-detik Ali Larijani Dihabisi di Rumah Aman
-
Gelar Doa Bersama, Fatia Maulidiyanti Tuntut Negara Agar Kasus Andrie Yunus Mendapat Jalan Terang
-
Iran Balas Operasi Gabungan, Rudal Hantam Kota Israel dan Pangkalan Amerika Serikat