Dari pengalamannya itulah Dedi mulai mendorong program KB sebagai bentuk tanggung jawab sosial bagi masyarakat miskin penerima bansos.
“Kalau gitu, bapaknya aja yang KB. Dan saya sudah ngajak dari dulu sejak saya jadi anggota DPR,” kata Dedi.
Yang ia sampaikan dalam pidatonya yang viral adalah bahwa para penerima bansos diharapkan mengikuti program KB agar sejalan dengan upaya pengendalian kelahiran agar bantuan negara tidak sia-sia
“Yang saya sampaikan di pidato itu adalah penerima bantuan sosial (bansos) diharapkan itu bisa mengikuti program Keluarga Berencana (KB),” kata Dedi
“Karena enggak ada artinya, dibangunin rumah, kalau kemudian anaknya terus bertambah,” tutupnya.
Pengakuan Dedi Mulyadi yang sempat menemui keluarga yang memiliki 24 anak itu menuai komentar beragam dari netizen.
“Anak 1 aja ngurusin nya masha allah mantap. Ini anak 24 gak bisa mikir sih orang,” kata akun @PIBud***
“Bereproduksi dalam kekangan kemiskinan adalah tindakan kriminal dan kejahatan. Kejahatan terhadap Hak hidup layak si anak. Anak gak bisa milih orang tuanya,” komen akun @amand***
“Anak itu investasi, bayangin 24 anak kalau dah gede, dan dah kerja. Misalkan dapet gaji 4 juta sebulan dikalikan 24 anak jadi 94 juta. Kasih emak bapak nya 1 juta per bulan per anak, total 24 juta untuk emak bapaknya. ini soal Mindset,” sindir akun @cebon***
Baca Juga: Aktif Pantau Medsos, Dedi Mulyadi Menikmati Dihujat Publik: Asyik juga Dijelekin
Kontributor : Rizka Utami
Berita Terkait
-
Dedi Mulyadi Akui Marketnya Makin Luas Gara-Gara Sering Ngonten, Mau Nyapres?
-
Cerita di Balik Program Vasektomi Dedi Mulyadi, Ada Kisah Miris
-
Dedi Mulyadi Minta Pendukungnya di Medsos Jangan Galak : Nanti Dikira Buzzer
-
Menohok, Dedi Mulyadi Sebut Piknik Berkedok Study Tour Sekolah Ikuti Gaya Pejabat
-
Sadis! Aktivis Demokrasi Diancam Disiksa Usai Kritik Dedi Mulyadi, Fotonya Dipajang Diskominfo Jabar
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
3 Manajer KDMP-KNMP Meninggal, Amnesty Desak Latsarmil Dihentikan
-
Gempa Besar Venezuela: Ribuan Orang Hilang Dampaknya Sampai Sejauh 1700 Km
-
Fadli Zon Dorong Cerita Rakyat Jadi Gerakan Nasional, Bukan Sekadar Warisan Budaya
-
KPK Cecar Eks Sekjen MPR Maruf Cahyono Soal Bukti-Bukti Gratifikasi Rp17 Miliar
-
Gus Ipul Ajak SP2MI Ambil Peran di Program Sekolah Rakyat
-
19 Ribu Anak Garut Putus Sekolah, Bupati 'Todong' ASN hingga Pengusaha Jadi Orang Tua Asuh!
-
Riset Ungkap Skema Hibah dan Pinjaman Lunak Paling Efektif Danai PLTS Komunitas
-
Hari Pelaut Sedunia, Pelindo Dukung Potensi Ekonomi di Selat Malaka
-
Prabowo Percepat Pengembangan Mobil Nasional hingga Farmasi, Kampus Diminta Kejar Kebutuhan SDM
-
Geledah Kantor BKP Sumsel, KPK Temukan Bukti Upaya Ubah Opini WTP Usai Bupati Muara Enim Kena OTT