Suara.com - Sebuah langkah berani dan penuh kontroversi tengah disiapkan oleh pakar telematika Roy Suryo bersama dua rekannya, Rismon Hasiholan Sianipar dan dr. Tifauzia Tyassuma.
Ketiganya akan segera meluncurkan sebuah buku yang berpotensi mengguncang panggung politik nasional, dengan fokus utama pada isu dugaan ijazah palsu Presiden Joko Widodo.
Buku ini menurut Roy bukanlah sekadar kumpulan opini, melainkan sebuah karya yang diklaim sebagai jurnal ilmiah setebal ratusan halaman.
Roy Suryo menegaskan bahwa proyek ambisius ini adalah puncak dari perjuangan mereka untuk menyajikan bukti kepada publik.
“Kami bertiga juga sudah fix dan ini on progress, kami membuat bener – bener Jurnal atau buku ilmiah yang inshaAllah nanti akan mencapai antara 400 sampai 500 halaman,” ujarnya, dikutip dari YouTube Refly Harun, Rabu (6/8/25).
“Ini nggak main – main. Itu menguraikan dengan jelas kapan sebenarnya ijazah palsu itu awalnya dulu dimunculkan atau dipermasalahkan oleh publik,” tambahnya.
Meski tindakan ini dapat dianggap menyerang Presiden dan almamaternya, Universitas Gadjah Mada (UGM), Roy Suryo memiliki pandangan sebaliknya.
“Yang kami bertiga lakukan RRT (Rismon, Roy Suryo dan Dokter Tifa) kalau diplesetkan dengan salah mungkin ada seorang profesor yang mengatakan ‘ini bentuk penistaan terhadap UGM’,” ujar Roy.
“Justru kebalik, justru karena kami cinta dengan Indonesia, justru kami cinta terhadap Gadjah Mada, kami melakukan ini,” tambahnya.
Baca Juga: Wapres Gibran Mau Usulkan Investasi Bitcoin Rp 300 Triliun? Ini Risiko dan Proyeksinya
Dijanjikan Penuh Bukti, Akan Terbit di 25 Negara
Untuk membuktikan bahwa ini bukan sekadar sensasi, buku kontroversial tersebut akan dipublikasikan secara luas.
Tidak hanya di Indonesia, karya ini akan dirilis dalam format cetak dan digital di 25 negara, lengkap dengan pendaftaran ilmiah untuk menguji validitasnya.
“RRT ini kemudian membuat secara komprehensif dan ilmiah buku itu. Dan itu akan kita terbitkan secara digital dan analog,” ucap Roy.
“Kita juga akan mendaftarkan itu secara ilmiah, jadi kita akan mendapatkan bukti ilmiahnya. Kami tidak omon – omon, kami tidak main – main, itu akan kami lakukan,” tambahnya.
Isinya diklaim akan membedah secara detail dugaan pemalsuan ijazah melalui berbagai analisis teknis, seperti analisis citra digital, face recognition, dan perbandingan gambar.
Roy menjamin bahwa timnya tidak berbicara dengan tangan kosong.
“Dan kami ini buktinya jelas,” sebutnya.
“Ketika saya, Dokter Tifa, Rismon ditanyai bukti, jelas, ada. Ditanyai isinya, ada,” imbuhnya.
Membidik Status Tersangka
Tujuan akhir dari penerbitan buku ini terdengar sangat politis: mendorong proses hukum yang dapat berujung pada penetapan status tersangka terhadap Presiden Jokowi.
Roy Suryo dengan tegas menepis anggapan bahwa seorang presiden kebal hukum, sambil menunjuk kasus yang menimpa Presiden Soeharto di masa lalu.
“Katanya presiden itu tidak ada yang menjadi tersangka, salah besar!,” ungkapnya.
“3 Agustus Tahun 2000 itu adalah status dari mantan presiden kedua Pak Harto naik menjadi tersangka. Resmi menjadi tersanggka kasus penyalahgunaan dana Yayasan sosial dan pelimpahan berkas perkara kejaksaan tinggi Jakarta,” tambahnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Motor Listrik Terbaik Buat Ojol: Jarak Tempuh Jauh, Harga Terjangkau, Mesin Bandel
- Aksi Ngamen di Jalan Viral, Pinkan Mambo Ngaku Bertarif Fantastis Setara BLACKPINK
- 5 Motor Listrik Fast Charging, Bebas Risau dari Kehabisan Baterai di Jalan
- 6 Bedak Padat untuk Makeup Natural dan Anti Kusam, Harga Terjangkau
- Kata Anak Pinkan Mambo Usai Tahu Sang Ibu Ngamen di Jalan: Downgrade Semenjak Nikah Sama Suaminya
Pilihan
-
Traumatik Mendalam Jemaat POUK Tesalonika Tangerang: Kebebasan Beribadah Belum Terjamin?
-
'Ayah, Ayah!' Tangis Histeris Keluarga Pecah saat Jenazah 3 Prajurit TNI Gugur Tiba di Tanah Air
-
Tragedi Gas Maut di TB Simatupang: 4 Nyawa Melayang dalam Toren, Proyek 8 Lantai Kini Senyap
-
Akses Jalan Diblokir, Warga Kepung Pesantren Darul Istiqamah Maros
-
Brady Ebert Bekas Gitaris Turnstile Ditangkap Terkait Kasus Percobaan Pembunuhan
Terkini
-
Kronologi Israel Serang Markas UNIFIL, Tiga Prajurit TNI Terluka
-
KSAD Minta Keluarga Prajurit TNI yang Bertugas di Lebanon Tak Risau: Doakan Saja
-
Menjangkau Area Terisolir, Tito Pastikan Bantuan Tersalurkan dan Kebutuhan Warga Terpenuhi
-
Lepas Jenazah 3 Prajurit TNI Gugur, Menlu Sugiono Mengutuk Keras Serangan Terhadap Pasukan UNIFIL
-
Tinjau Aceh Tamiang, Tito Karnavian Pastikan Penanganan Pengungsi Dipercepat
-
SBY Hadiri Upacara Pelepasan 3 Jenazah Prajurit TNI Gugur di Lebanon, Haru Saat Hampiri Keluarga
-
Prabowo Beri Ucapan Belasungkawa ke Keluarga dan Penghormatan ke 3 Prajurit TNI Gugur di Lebanon
-
'Ayah, Ayah!' Tangis Histeris Keluarga Pecah saat Jenazah 3 Prajurit TNI Gugur Tiba di Tanah Air
-
Puluhan Siswa di Duren Sawit Diduga Keracunan Makanan, BGN Minta Maaf dan Tanggung Biaya Pengobatan
-
Gugur Akibat Serangan Artileri di Lebanon, Jenazah 3 Prajurit TNI Tiba di Bandara Soetta Sore Ini