News / Internasional
Minggu, 05 April 2026 | 09:05 WIB
Ilustrasi UNIFIL, Pasukan perdamaian PBB. (ANTARA/Anadolu/py)
Baca 10 detik
  • Militer Israel menghancurkan seluruh kamera pemantau di markas UNIFIL Naqoura, Lebanon selatan, pada 4 April 2026.
  • UNIFIL melayangkan nota protes keras terhadap Israel karena tindakan tersebut melanggar norma keselamatan internasional bagi personel.
  • Tiga prajurit TNI terluka dalam ledakan di fasilitas PBB kawasan El Adeisse akibat eskalasi militer di Lebanon.

Suara.com - Situasi di wilayah perbatasan Lebanon selatan kembali berada dalam eskalasi ketegangan yang sangat serius menyusul tindakan sepihak dari militer Israel terhadap fasilitas Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

Tentara Israel dilaporkan telah menghancurkan seluruh fasilitas kamera pengawas yang dipasang menghadap langsung ke markas besar pasukan penjaga perdamaian PBB di wilayah Naqoura, Lebanon selatan.

Kabar mengenai perusakan ini dikonfirmasi langsung oleh juru bicara Pasukan Sementara PBB di Lebanon (UNIFIL), Kandice Ardiel, pada Sabtu, 4 April 2026.

Menurut penuturan dari Ardiel, aksi perusakan sistematis oleh tentara Israel tersebut telah berlangsung sejak hari Jumat lalu.

Seluruh perangkat kamera pemantau yang berfungsi sangat vital untuk memastikan keselamatan serta keamanan para personel militer maupun warga sipil di dalam kompleks markas besar UNIFIL di Naqoura kini telah dirusak sepenuhnya.

Hilangnya fasilitas kamera ini tentu memicu kekhawatiran besar akan hilangnya jaminan keamanan bagi para petugas perdamaian yang berada di sana.

UNIFIL Layangkan Protes Keras Atas Pelanggaran Militer Israel

Menyikapi perkembangan situasi yang membahayakan keselamatan para personelnya, pihak UNIFIL secara terbuka menyatakan keprihatinan yang sangat serius atas tindakan destruktif militer Israel tersebut.

Dikutip via Anadolu, otoritas UNIFIL menilai tindakan ini telah mengabaikan norma keselamatan internasional. Sebagai langkah konkret untuk merespons insiden ini, pihak pimpinan UNIFIL telah memutuskan untuk secara resmi mengajukan nota protes kepada pihak militer Israel.

Baca Juga: PBB Ungkap Fakta Baru Prajurit TNI Tewas di Lebanon Akibat Ledakan Bom Pinggir Jalan Militer Israel

Ardiel selaku juru bicara juga memberikan peringatan keras kepada jajaran militer tentara Israel. Ia menegaskan bahwa pihak militer Israel memiliki kewajiban hukum yang mutlak untuk memastikan keselamatan dan juga keamanan bagi seluruh personel PBB yang sedang menjalankan mandat internasional.

Tidak hanya itu, militer Israel juga diwajibkan oleh hukum internasional untuk selalu menghormati dan tidak mengganggu gugat fasilitas-fasilitas fisik yang berada di bawah naungan bendera PBB.

Ledakan Hantam Fasilitas PBB, Tiga Prajurit TNI Terluka

Selain permasalahan rusaknya sistem pemantauan di markas besar Naqoura, sebuah peristiwa memilukan juga menimpa kontingen pasukan perdamaian asal Indonesia.

Dalam sebuah pernyataan terpisah yang disampaikan oleh Kandice Ardiel, ia turut mengonfirmasi adanya insiden jatuhnya korban dari pihak pasukan perdamaian internasional akibat dari sebuah ledakan yang terjadi pada hari Jumat.

Ledakan keras tersebut diketahui menghantam sebuah fasilitas operasional milik PBB yang berlokasi di dekat kawasan El Adeisse, wilayah Lebanon selatan.

Load More