Suara.com - Kemacetan parah tak bisa dihindari di sepanjang Jalan TB Simatupang, Jakarta Selatan, dalam beberapa waktu terakhir.
Ruas jalan yang biasanya dilintasi ribuan kendaraan itu kini berubah menjadi titik padat merayap imbas proyek galian pipa air limbah.
Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta, Syafrin Liputo, mengonfirmasi adanya proyek pemasangan pipa air limbah yang menjadi biang keladi kemacetan. Proyek ini sedang dalam tahap pengerjaan secara bertahap.
"Lokasi pekerjaan pemasangan pipa air limbah berada di Jalan TB Simatupang memasuki pekerjaan konstruksi secara bertahap," ujar Syafrin kepada wartawan, Jumat (8/8/2025).
Ia mengimbau masyarakat untuk tidak melintasi ruas jalan tersebut selama proyek berlangsung. Langkah ini disebut untuk mengurai kemacetan yang setiap hari terjadi, terutama di jam-jam sibuk.
"Diimbau kepada para pengguna jalan agar menghindari ruas jalan tersebut dan dapat menyesuaikan pengaturan lalu lintas yang ditetapkan, mematuhi rambu-rambu lalu lintas, petunjuk petugas di lapangan serta mengutamakan keselamatan di jalan," kata Syafrin.
Pekerjaan proyek sendiri meliputi beberapa tahapan besar. Mulai dari pembuatan pit atau lubang galian, pemasangan pipa sepanjang 2.549 meter menggunakan metode jacking, pembangunan manhole, hingga perbaikan kembali ruas jalan yang dibongkar.
Akibat proyek tersebut, satu lajur jalan di TB Simatupang harus ditutup sementara. Alhasil, pengendara hanya bisa menggunakan satu hingga dua lajur lainnya untuk melintas, yang tentu saja membuat arus kendaraan tersendat.
Pelaksanaan proyek dibagi ke dalam lima seksi pengerjaan dan ditargetkan rampung antara bulan November hingga Desember 2025. Proyek ini dikerjakan oleh Perumda Paljaya sebagai bagian dari pengembangan sistem pengelolaan air limbah di Jakarta.
Baca Juga: Jukir Liar di Menteng Panik jika Ada Rekrutmen JakParkir: Kita Kan Kerja Bareng di Sini
Syafrin juga menekankan bahwa pihak kontraktor wajib memastikan keselamatan pengguna jalan selama proyek berlangsung.
"PT Rosa Lisca selaku pelaksana Pemasangan Pipa Air Limbah di Kawasan Jalan TB Simatupang bertanggung jawab sepenuhnya terhadap keselamatan dan keamanan pengguna Jalan di lokasi pelaksanaan pembangunan," tegasnya.
Berita Terkait
-
Jelang Misa Akbar Bersama Paus Fransiskus Di GBK, Dishub DKI Siapkan 7 Kantor Parkir Bus
-
Daftar Rekayasa Lalin Di Jakarta Saat Kunjungan Paus Fransiskus Selasa-Jumat Pekan Ini
-
Polisi Beberkan Penyebab Konflik Forkabi dan FBR di TB Simatupang
-
Viral Bentrok Ormas di TB Simatupang, Reda Setelah Polisi Amankan Terduga Pelaku Pembacokan
-
Tak Ditilang! Kendaraan Pelat Ganjil-Genap Bebas Masuk Jakarta Selama Libur Idul Adha
Terpopuler
- Feng Shui Warna Cat Rumah Pembawa Keberuntungan Berdasarkan Shio
- Debitur Dikejar Utang, Yasonna Laoly Minta PPATK Telusuri Sumber Dana Pinjol
- Apa Itu IKD dan Kenapa Wajib Memilikinya?
- 5 Rice Cooker Murah untuk Keluarga Kecil, Hemat Listrik dan Awet
- HP RAM 16 GB Berapa Harganya? Ini 5 Pilihan Termurah dengan Performa Ngebut
Pilihan
-
Pernyataan Prabowo Soal Gaji Pengupas Bawang Dipertanyakan, Keluarga Susanah: Itu Salah
-
Prabowo Sebut Upah Kupas Bawang Rp700 Ribu per Kg, Emak-emak Bogor Tertawa: Sini Cuma Rp1.200
-
Prabowo Salah! Upah Susanah Bukan Rp 700 Ribu Tapi Rp 700 Perak per Kilogram
-
Gempa 6,4M Guncang Sumatera Utara sampai Sumbar
-
Masih Banyak Warga NTT Terjebak di Bawah Reruntuhan Bangunan, 2000 Orang Mengungsi
Terkini
-
Semarak 'Ngahias Lembur' di Cibadak: Ketika Seni Sunda, Kekompakan Warga dan Rasa Haru Menyatu
-
Upacara 17 Agustus di Belitung Digelar Tanpa Tenda, Pejabat dan Warga Kepanasan Bersama
-
Semarak Kemerdekaan, Warna Merah Putih Hadir di Ruang Publik dan Kampung Nelayan
-
Viral Siswa SMKN 2 Palembang Dikeroyok, Benarkah Dipicu Tawuran Antarpelajar?
-
10.910 Warga Binaan di Sumsel Terima Remisi HUT RI, Ratusan Langsung Bebas
-
Turnamen Dikemas Lebih Berbeda, Ratusan Pemain Bakal Adu Kekuatan Tenis Meja
-
Gempa Flores Disusul Dua Gempa Besar di Sumatra dan Sulawesi, Benarkah Gempa Menjalar?
-
175 Perahu Bakal Ramaikan Festival Pacu Jalur 2026 Kuansing, Berikut Daftarnya
-
Merdeka dari Penjajah, Tapi Belum Merdeka dari Amarah: Mengapa Masyarakat Masih Suka Menghakimi?
-
Sebanyak 86 Persen BTS yang Rusak Akibat Gempa Flores Sudah Beroperasi Lagi