Suara.com - Kemacetan parah yang seolah abadi di Jalan TB Simatupang, Jakarta Selatan, akhirnya memicu keluhan dari seorang warga yang videonya kini viral di media sosial. Dengan gaya satire yang menohok, pria ini mempertanyakan proyek galian yang tak kunjung usai dan bahkan curiga kemacetan ini sengaja diciptakan.
Keluh kesah yang dibalut dengan humor getir ini sontak menjadi representasi jeritan hati para komuter yang setiap hari harus berjibaku dengan 'neraka' lalu lintas di salah satu jalan arteri utama Jakarta tersebut.
Dalam video yang diunggah akun Instagram @hilmial12, pria tersebut dengan frustrasi menyoroti biang kerok utama kemacetan: proyek galian yang seolah tak ada habisnya.
"TB Simatupang akan macet selamanya. Ini alasannya. Jalanannya kecil, motor-mobil segunung. Di depan Cibis ada galian lagi. Gali-gali terus nyari apa sih? Ada (emas) Antam? Ada nikel? Ada apa sih?" sindirnya, dikutip Jumat (8/8/2025).
Ia juga menyoroti ironi sebuah spanduk peringatan di tengah kemacetan.
"Kurangi kecepatan sekarang. Siapa juga yang bisa ngebut? Nggak bisa ngebut kali, ah," tuturnya.
Sindiran Menohok: Spanduk Minta Maaf? Spanduk Itu Pecel Lele!
Kekesalan pria ini memuncak saat melihat spanduk permintaan maaf yang terpasang di lokasi proyek. Menurutnya, permintaan maaf lewat spanduk adalah bentuk ketidakseriusan.
"Ada yang minta maaf sih, tapi spanduk. 'Maaf perjalanan anda terganggu'. Masa spanduk minta maaf? Spanduk itu pecel lele. Spanduk minta maaf," lanjutnya dengan nada menyindir.
Baca Juga: 3 Fakta Viral Pedagang Cilok Ngaku Dianiaya Preman di Bundaran HI, Gerobak Dirusak dan Dipalak!
Yang paling menarik, pria ini melontarkan dugaan satir bahwa kemacetan parah ini mungkin sengaja didesain oleh pemerintah. Tujuannya, agar publik sibuk mengeluhkan macet dan lupa dengan isu-isu nasional yang lebih krusial.
"Apa ini jangan-jangan sengaja ya? Biar kita tuh cuma ngeluhin macet-macet-macet doang ya? Biar nggak ngomongin MBG (Makan Bergizi Gratis), mahal bahan pokok, bendera One Piece. Yang boleh diomongin ya macet-macet aja. Macet sengaja jangan-jangan," ucapnya.
Di akhir videonya, ia bahkan melontarkan candaan yang menyalahkan para pengendara itu sendiri, sebagai bentuk kepasrahan terhadap situasi.
"Apa jangan-jangan kita ya yang bego? Udah tau TB Simatupang macet, tapi masih lewat sini terus. Tapi solusi lain apa? Adu bego, kita bego, bego, bego," katanya.
"Udah, kayaknya di TB Simatupang dilarang aja naik motor, naik mobil. Biar jalan kaki semua. Biarin ribuan langkah tuh. Kayak jalan Anlene (program jalan sehat) sekalian. Huh, repot," pungkasnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Link Download Logo dan Tema HUT Bhayangkara ke-80 2026 untuk Ulang Tahun Polri
- 5 Sepeda Gunung MTB Polygon Termurah, Tangguh dan Awet Untuk Harian
- Ogah Pasang AC? Ini 4 Rekomendasi Air Cooler yang Murah, Hemat Listrik, dan Cepat Dingin
- 5 HP Samsung 5G Termurah 2026, Fitur Lengkap dan Performa Stabil untuk Jangka Panjang
- Golkar Sulsel Memanas, Ini Alasan Pendukung Appi Alihkan Dukungan ke IAS
Pilihan
-
Tangis Bayi Pecah Pagi Hari, Warga Temukan Bayi Perempuan Baru Lahir di Teras Rumah
-
Rupiah Nyaris ke Rp18.000 Lagi Hari Ini
-
Ole Romeny Bakal Satu Tim dengan Justin Hubner di Liga Belanda, Fortuna Sittard Siapkan Tawaran
-
Antar Timnas Perancis ke 16 Besar, Mbappe Pecahkan Sejumlah Rekor Piala Dunia 2026
-
Prabowo ke Polisi: Gaji dan Senjata Kalian dari Rakyat, Jadi Jangan Menyusahkan Rakyat
Terkini
-
Kelakuan Keluarga George Soros Borong Tanah di New York Picu Amarah Warga: Mereka Rakus!
-
Gelombang Panas di Eropa Tewaskan 1300 Orang, Pejabat Prancis Salahkan Warga AS dan Pengguna AC
-
Terjebak di Bawah Bangunan Runtuh Gempa Venezuela, Pria Ini 8 Hari Melawan Maut
-
Bom Meledak di Jantung Damaskus, Korban Bergelimpangan di Lokasi
-
Pilot Tabrak Gedung Tertinggi Beijing Diduga Bunuh Diri, Tinggalkan Catatan Harian Mengejutkan
-
Kualitas Udara di TPA Jatiwaringin Capai Level Berbahaya, 64 Warga Dievakuasi
-
KPK Perluas Kasus Pemerasan Izin Tinggal WNA Silmy Karim, Kini Bidik Imigrasi Depok
-
Satu Polisi Gugur dan 2 Hilang saat Gerebek Bandar Narkoba di Kalteng
-
Flyover Latumenten Capai 55,2 Persen, Ditargetkan Pangkas Kemacetan hingga 40 Persen
-
Kelola Sampah Organik ala Warga Meruya Selatan Hingga Jadi Bernilai Ekonomi