Suara.com - Ketua Umum Partai NasDem, Surya Paloh, memberikan pengingat tajam tentang peran dan tanggung jawab partai politik di Indonesia.
Dalam pidatonya di acara pembukaan Rakernas I Partai NasDem di Makassar, Sulawesi Selatan, ia menyinggung bahwa lembaga seperti Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) lahir dari hak istimewa yang dimiliki partai politik.
Paloh menegaskan bahwa partai politik di dalam sistem ketatanegaraan Indonesia memiliki sejumlah hak-hak istimewa (privilege) yang tidak dipunyai oleh institusi lain.
"Partai politik yang kita pahami di dalam sistem dan negara konstitusi memiliki beberapa banyak hak privilege," kata Paloh.
Ia kemudian merinci hak-hak tersebut, mulai dari kewenangan untuk mengusung calon presiden, gubernur, bupati, wali kota, hingga membuat dan mengubah undang-undang.
"Mulai kita memilih presiden, gubernur, bupati, wali kota, membuat undang-undang, mengubah undang-undang, termasuk melahirkan KPK, itu dari hak-hak privilege partai politik di negeri ini," ujarnya.
Namun, Paloh dengan keras mengingatkan para kadernya bahwa hak-hak istimewa tersebut tidak boleh hanya dinikmati.
Menurutnya, adalah sebuah kesalahan berpikir jika partai politik hanya fokus pada hak tanpa menyadari kewajiban besar yang menyertai.
"Apakah dengan hak-hak privilege yang kita miliki demikian itu, kita merasa kita hanya berhak untuk menikmati hak privilege itu? Rakyat pasti menyatakan itu tidak benar. Itu salah konteksual cara berpikir," seru Paloh.
Baca Juga: Surya Paloh Murka! Protes Cara KPK Tangkap Bupati Kolaka Timur
Ia menekankan bahwa secara otomatis, pada setiap hak yang melekat pada partai politik, ada kewajiban yang harus ditunaikan.
Salah satu kewajiban utamanya adalah memberikan pendidikan politik yang berkelanjutan untuk membangun kesadaran publik.
Menurut Paloh, kewajiban lainnya yang tak kalah penting adalah kemampuan partai politik untuk memberikan kontribusi berarti dan menjadi suri teladan di tengah masyarakat.
"Bahwasanya institusi partai politik ini mampu memberikan kontribusi yang lebih berarti. Bahwasanya dia hadir untuk turut memberikan suri keteladanan di tengah-tengah interaksi sosial kehidupan masyarakat kita," pungkasnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Profil Norman Joesoef, Pengusaha Muda yang Disebut-sebut Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
- Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
- 4 HP Murah Baterai 7000 mAh, Tahan hingga 2 Hari dengan Performa Kencang
- 6 HP Samsung Rp2 Jutaan Terbaik: Kamera Tajam, NFC hingga Koneksi 5G
- Rumah Lansia 82 Tahun Dieksekusi PN Jakbar Meski Masih Sengketa
Pilihan
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
Terkini
-
Bukan Hanya Populer, Seskab Teddy Salip Sejumlah Menteri Senior dalam Urusan Kinerja
-
Jejak Sang Maestro di Piala Presiden, Ketika Pemimpin Meletakkan Tongkat Estafet
-
Lahir dari DNA Meradelima, Kembang Goeyang Hadirkan Konsep Tempo Dulu di Sarinah
-
Mengenal Pendidikan Profesi Arsitek, Bekal Sebelum Terjun ke Dunia Praktik
-
IPEKA RUN 2026 Jadikan Olahraga sebagai Bagian dari Pengalaman Belajar Langsung
-
5 Conditioner untuk Rambut Kering, Bebas Kusut dan Lembut Berkilau
-
Deretan Mobil Keluarga dengan Kabin Lapang yang Melantai di GIIAS 2026
-
Kredit Macet Hantui Industri Pinjol
-
Lestarikan Kuliner Nusantara, Pertamina Bright Gas Cooking Competition Tegal Lahirkan Juara Baru
-
Gebrakan Bentor Nazaruddin: Misi 50 Kursi PRI dan Sinyal Barometer Lampung