Suara.com - Amarah ayah Prada Lucky Chepril Saputra Namo, Sersan Mayor Christian Namo tak lagi terbendung ketika melihat sang putra meninggal setelah dua bulan bertugas sebagai prajurit TNI di Nusa Tenggara Timur (NTT).
Momen Christian meluapkan amarahnya dibagikan oleh akun Facebook Danial Nenoliu.
Pada video tersebut, Christian terlihat berdiri di samping ranjang putranya yang sudah tiada di rumah sakit.
Sedangkan, istri Christian terlihat lemas hingga digotong sejumlah orang dan dibaringkan ke ranjang rumah sakit. Ia tak kuasa melihat anaknya telah dipanggil Tuhan.
Christian Namo lantas berteriak sambil menunjuk ke arah jenazah putranya bahwa ia adalah keluarga korban.
Sebagai ayah, ia berjanji akan mengejar siapa pun pelaku yang diduga menganiaya anaknya hingga menghembuskan napas terakhir. Ia tak peduli apa status dan pekerjaan pelaku.
Christian meminta keadilan untuk kasus kematian anaknya yang diduga korban penganiayaan dari seniornya.
"Saya keluarga korban, tentara main-main dengan nyawa, sampai neraka pun saya kejar. Saya minta keadilan," ujar Sersan Mayor Christian Namo dalam video yang diunggah akun Facebook tersebut.
"Saya punya anak sudah tidak ada lagi," ujarnya lagi tak menyangka putranya telah tiada.
Baca Juga: Ditangkap Usai Rakernas NasDem, Bupati Kolaka Timur Abdul Azis Tiba di Gedung KPK Sore Ini
Christian Namo juga berharap perbuatan keji pelaku yang menghilangkan nyawa anaknya mendapat balasan setimpal dari Tuhan.
"Tuhan tolong nyawa dibayar nyawa," ujarnya.
Sebelumnya, Prada Lucky Chepril Saputra Namo (23), meninggal dunia pada Rabu (6/8/2025).
Kematiannya menyisakan luka mendalam dan diduga kuat adanya penganiayaan oleh seniornya di Batalyon Infanteri Teritorial Pembangunan 834/Wakanga Mere (Yonif TP 834/WM).
Paman korban, Rafael Davids, mengungkapkan bahwa keponakannya baru saja memulai kariernya di militer.
"Dia baru lulus, baru menikmati gajinya sekitar dua bulan," ujar Rafael dikutip, Kamis (7/8/2025).
Menurut Rafael, Lucky baru dilantik menjadi prajurit TNI pada Juni 2025 di Rindam IX Udayana, Bali, sebelum akhirnya berangkat ke Nagekeo untuk bergabung dengan satuannya.
Di mata keluarga, Lucky dikenal sebagai pribadi yang baik.
"Dia (Lucky) orangnya pendiam, tidak angkuh atau sombong," ucap Rafael.
Berita Terkait
-
Anggota Komisi I DPR: Kematian Prada Lucky Coreng Nama Baik TNI, Tak Boleh Ada Pembiaran!
-
DPR Desak Usut Tuntas, Kasus Tewasnya Prada Lucky Diduga Disiksa Senior jadi Tamparan buat TNI
-
6 Fakta Kematian Tragis Prada Lucky, Prajurit Muda TNI Diduga Tewas Dianiaya Senior!
-
Polda Kalteng Didesak Usut Tuntas Penganiayaan Ketum SEMMI
-
Paru-paru Bocor dan Ginjal Pecah, Ayah Prada Lucky Murka ke Senior Terduga Penganiaya: Hukum Mati!
Terpopuler
- 4 HP dengan Baterai 7000 mAh Terbaik 2026, Anti Lowbat Seharian Cocok untuk Ojol
- Siapa Ginka Febriyanti yang Dituding Ikut Demo Bayaran dan Kini jadi Komisaris Pertamina Retail
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
- 4 Sepatu Lari Ardiles Terbaik Paling Laris di Shopee, Lengkap Review dan Harganya
- Sering Mati Listrik? Ini 4 Genset Mini 1000 Watt yang Irit dan Tidak Berisik
Pilihan
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
Terkini
-
Jejak Sadis Taufik Hidayat: 4 Indekos Jadi Saksi Bisu Yuvita Dibuat Buta hingga Lumpuh
-
Polisi Bongkar Home Industri Narkoba, Kamar Apartemen Disulap Jadi Tempat Produksi
-
Sekap dan Siksa Yuvita Pakai Helm, Sajam hingga Rokok: Taufik Hidayat Ternyata Penjahat Kambuhan!
-
Jokowi Safari Pakai Kemeja PSI, Golkar Santai Tak Khawatir Pemilih Migrasi
-
Jakarta Rangkul Konten Kreator untuk Jembatani Informasi Ibu Kota ke Warga
-
Empat Karyawan di Jaksel Sekap Teman Wanita Gara-gara Urusan Kantor, Begini Kronologinya
-
KPK Endus Aliran Duit Haram di Loket Imigrasi Bali, Biro Jasa Mulai 'Bernyanyi'
-
Kapolda Jabar: Taufik Hidayat Sangat Sadis, Harus Dihukum Maksimal 12 Tahun Penjara!
-
Prabowo Hadiri Konvensi Sains, Beri Taklimat di Hadapan 2.600 Akademisi
-
Identik dengan Gajah, Analis Bongkar Alasan Jokowi Pilih Lampung Jadi Target Safari Politik