Pujian Surya Paloh terhadap kinerja Prabowo ini pun memunculkan spekulasi, apakah ini menjadi sinyal NasDem akan bergabung dalam kabinet pemerintahan mendatang?
Namun, meski memberi dukungan penuh, Surya Paloh menegaskan NasDem tidak serta-merta berorientasi pada pembagian kursi kabinet.
"Bukan berarti nanti kalau ada kabinet baru, NasDem ikut. Enggak lah. Itu nomor 17. Bukan karena 17 Agustus, memang nomor 17. Sekarang baru nomor 1, masih perlu 16 lagi," ucapnya berseloroh.
Mantan anggota MPR itu menambahkan, meski capaian kinerja pemerintah belum signifikan terlihat di sepuluh bulan pertama, hal itu wajar.
Kondisi ini, menurutnya, akan berubah setelah dua tahun kepemimpinan Prabowo-Gibran.
Surya juga menyebut beban yang diemban Presiden Prabowo sangat berat. Sehingga perlu dukungan dari semua pihak.
"Presiden Prabowo menanggung beban berat dan harus dibantu oleh seluruh komponen dan elemen publik," katanya.
NasDem menegaskan posisinya sebagai partai pendukung pemerintah yang tetap memegang kemandirian sikap politik sambil menjaga fungsi kontrol terhadap jalannya pemerintahan.
Rakernas ini dihadiri sejumlah petinggi DPP, mulai majelis tinggi partai, dewan pakar partai, anggota fraksi di DPR RI, fraksi DPRD provinsi dan kabupaten/kota, serta kepala daerah usungan.
Baca Juga: Sinyal Lepas dari Cengkeraman Jokowi? Refly Harun: 'Permainan Catur' Prabowo
Sementara, Ketua DPW NasDem Sulsel, Rusdi Masse, mengatakan Rakernas tersebut dihadiri oleh 3.924 orang yang menggunakan 18 hotel dan 3.721 kamar.
Menurutnya, hal tersebut mampu membangkitkan perekonomian Sulawesi Selatan.
Kontributor : Lorensia Clara Tambing
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
3 Manajer KDMP-KNMP Meninggal, Amnesty Desak Latsarmil Dihentikan
-
Gempa Besar Venezuela: Ribuan Orang Hilang Dampaknya Sampai Sejauh 1700 Km
-
Fadli Zon Dorong Cerita Rakyat Jadi Gerakan Nasional, Bukan Sekadar Warisan Budaya
-
KPK Cecar Eks Sekjen MPR Maruf Cahyono Soal Bukti-Bukti Gratifikasi Rp17 Miliar
-
Gus Ipul Ajak SP2MI Ambil Peran di Program Sekolah Rakyat
-
19 Ribu Anak Garut Putus Sekolah, Bupati 'Todong' ASN hingga Pengusaha Jadi Orang Tua Asuh!
-
Riset Ungkap Skema Hibah dan Pinjaman Lunak Paling Efektif Danai PLTS Komunitas
-
Hari Pelaut Sedunia, Pelindo Dukung Potensi Ekonomi di Selat Malaka
-
Prabowo Percepat Pengembangan Mobil Nasional hingga Farmasi, Kampus Diminta Kejar Kebutuhan SDM
-
Geledah Kantor BKP Sumsel, KPK Temukan Bukti Upaya Ubah Opini WTP Usai Bupati Muara Enim Kena OTT