Suara.com - Pengatur lalu lintas ilegal alias Pak Ogah bernama Andi Pramono di dekat Gedung DPR RI mengaku belum kapok membuat jalur 'tol trotoar' untuk pemotor.
Meskipun, sudah empat orang rekan mereka ditangkap karena tindakan tersebut.
Tol trotoar ini dibuat dengan cara membuat akses kendaraan roda dua naik ke atas trotoar untuk melintas ke jalan yang lebih sepi.
Mereka biasanya beraksi setiap sore hari pada saat jam pulang kerja di simpang Slipi dekat flyover ke arah Stasiun Palmerah.
Andi mengatakan, ia dan rekan-rekannya yang lain sesama Pak Ogah masih memantau situasi saat ini. Jika masih ada penjagaan dari aparat, maka mereka tak akan beraksi.
"Tergantung anak-anak lain gimana. Ya bisa (buka tol trotoar) lagi," ujar Andi kepada Suara.com, Senin (11/8/2025).
Andi menyebut adanya penjagaan oleh aparat di tempatnya beraksi bukanlah pertama kalinya terjadi.
Ia bahkan sudah berulang kali kabur dari razia petugas kepolisian hingga Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP).
"Waktu itu juga pernah ada polisi ngamanin kan tuh, tetap aja buka sama anak-anak," ungkapnya.
Baca Juga: Seorang Demonstran Diduga Dipukul hingga Dilindas Motor Aparat saat Aksi di DPR, Kini Masih di IGD
Saat adanya razia pada Jumat lalu setelah viral video di media sosial soal tol trotoar, Andi mengaku bersama beberapa rekannya berhasil kabur dari kejaran petugas.
Hanya saja, ada sekitar empat orang lainnya yang gagal melarikan diri dan kini diamankan di Panti Sosial di Kedoya, Jakarta Barat.
"Empat yang lain itu kejebak saja. Kalau saya berhasil kabur," tuturnya.
Andi mengaku bersama rekan-rekan lainnya merasa hanya membantu para pengendara motor memanfaatkan situasi lalu lintas.
Menurutnya, tanpa adanya bantuan Pak Ogah, biasanya banyak ojek online (ojol) yang juga membawa kendaraannya naik ke atas trotoar.
"Kalau pagi biasanya ojol-ojol pada lewat trotoar. Kalau gak dijagain motor juga masuk-masuk (trotoar) juga, naik trotoar. Jadi lebih baik kita manfaatin buat cari makan, kan. kalau ada kita kan dijagain, kita minta hati-hati bawa motornya, gitu," tuturnya.
Berita Terkait
-
Gelar Aksi di Depan DPR, Warga Sipil Tantang Komisi III hingga Pemerintah Debat Soal Revisi KUHAP
-
Massa Aksi Peringatan Hari Buruh 1 Mei Mulai Berdatangan di Depan Gedung DPR RI
-
Piknik Melawan, Cara Baru Aktivis Menyuarakan Keresahan Rakyat
-
Dianggap Merusak, Pamdal Bubarkan Massa yang Gelar Aksi Damai Dirikan Tenda di Gedung DPR
-
Seorang Demonstran Diduga Dipukul hingga Dilindas Motor Aparat saat Aksi di DPR, Kini Masih di IGD
Terpopuler
- 4 Rekomendasi Merk Rice Cooker yang Awet dan Bagus untuk Pemakaian Jangka Panjang
- Feng Shui Rumah Menghadap Utara, Lakukan 4 Tips Ini agar Energi Seimbang dan Bawa Hoki
- TNI Mau Ambil Alih Kamtibmas? TB Hasanuddin: Itu Tugas Polri
- 5 Pilihan HP Samsung RAM 12 GB Agustus 2026, Performa Ngebut Anti Lag
- Warga Teror Pekerja Stadion Sudiang, Pembangunan Tribun Selatan Terpaksa Ditinggalkan
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
Bank Sumsel Babel Tebar Promo HUT RI, Jajan Cukup Bayar Rp1.945 dengan QRIS BSB Mobile
-
Cashback Jadi Andalan Luna Maya Saat Belanja, Sudah Kumpulkan Hingga Rp 1,6 Juta
-
Bank Sumsel Babel Perluas Layanan, 624 Prajurit Yonif TP 893 Kini Punya Akses Perbankan
-
Dari Sekolah hingga UMKM, Internet Mengubah Kehidupan Warga di Daerah 3T
-
Karhutla Sumsel Makin Sulit Dikendalikan, Hujan Buatan Terkendala Awan
-
Karhutla Sumsel Makin Sulit Dipadamkan, Sumber Air Mulai Jadi Masalah
-
Viral Tukang Cukur di Rancabungur Dimarahi Karena Belum Pasang Bendera, Ini Kata Camat
-
Bintang-bintang Legendaris Liga Inggris akan Saling Berhadapan di GBK, Catat Waktunya
-
Yenti Garnasih Bongkar Indikasi TPPU Febrie dan Luruskan Istilah Kriminalisasi
-
Polisi Temukan Bukti Permulaan, Kasus Kematian Sutrimo Naik ke Tahap Penyidikan Pidana