Suara.com - Selama lebih dari tujuh dekade, rakyat Indonesia merayakan Hari Ulang Tahun Republik Indonesia (HUT RI) setiap tanggal 17 Agustus dengan gegap gempita.
Namun, sebuah pandangan tajam dari sejarawan senior, Anhar Gonggong, menggugat pemahaman kolektif ini.
Menurutnya, tanggal 17 Agustus 1945 bukanlah hari lahirnya negara Republik Indonesia, melainkan hari proklamasi kemerdekaan bangsa Indonesia. Hari lahir RI yang sesungguhnya, dengan seluruh perangkat kenegaraannya, justru jatuh pada tanggal 18 Agustus 1945.
Anhar Gonggong membedah secara fundamental makna dari teks proklamasi yang dibacakan oleh Soekarno. Ia menekankan bahwa subjek dalam proklamasi adalah "bangsa," bukan "negara."
"Kami bangsa Indonesia dengan ini menyatakan kemerdekaannya. Jadi yang dinyatakan pada tanggal 17 Agustus itu adalah kemerdekaan bangsa Indonesia. Belum ada negara. Nah, negara ada direncanakan itu besoknya tanggal 18 Agustus akan ada rapat panitia persiapan kemerdekaan Indonesia gitu," papar Anhar dikutip dari akun Youtube pribadinya.
Momen Kritis di Balik Lahirnya Negara
Menurut Anhar, proses pembentukan negara justru melewati momen-momen paling krusial pada sore hari tanggal 17 Agustus hingga pagi hari tanggal 18 Agustus. Momen tersebut adalah kunci yang melahirkan Indonesia dalam wujudnya yang majemuk seperti saat ini.
"Tanggal 17 Agustus 1945 sore setelah proklamasi datanglah wakil-wakil non Islam dari Indonesia Timur. Menurut Hatta, tokoh-tokoh Katolik dan tokoh-tokoh Protestan dari Indonesia Timur," jelasnya.
Para wakil ini menyampaikan keberatan yang sangat mendasar mengenai dimasukkannya Piagam Jakart dalam Pembukaan UUD 1945.
Baca Juga: 5 Film Kemerdekaan Pengobar Semangat, Pilihan Tepat Nobar Malam Tirakatan 17 Agustus
Keberatan ini merujuk pada tujuh kata dalam Piagam Jakarta, "dengan kewajiban menjalankan syariat Islam bagi pemeluk-pemeluknya."
Menanggapi potensi perpecahan di awal kemerdekaan, Mohammad Hatta menunjukkan kenegarawanannya. Dia berjanji akan mengajak bicara tokoh-tokoh Islam esok hari sebelum rapat resmi PPKI. Janji itu ditepati. Sebuah lobi kilat yang menentukan masa depan bangsa terjadi keesokan paginya.
Maka besoknya tanggal 18 Agustus 1945 sekitar jam 08.00 Hatta mengajak empat orang tokoh Islam berunding. Lalu kemudian tokoh Islam ini menerima hanya dalam waktu 15 menit saja.
"Jadi, bahkan di dalam bukunya Hatta, dikatakan kurang dari 15 menit kita sudah sepakat untuk mengganti piagam Jakarta dengan kewajiban menjalankan syariat Islam bagi pemeluknya diganti dengan Ketuhanan Yang Maha Esa," kata Anhar.
18 Agustus: Terbentuknya Perangkat Negara Republik Indonesia
Dengan tercapainya kesepakatan fundamental tersebut, Sidang Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI) pada 18 Agustus 1945 berjalan mulus. Sidang inilah, menurut Anhar, yang secara de jure melahirkan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Tiga pilar utama negara dibentuk pada hari itu.
Berita Terkait
-
5 Film Kemerdekaan Pengobar Semangat, Pilihan Tepat Nobar Malam Tirakatan 17 Agustus
-
Promo Restoran Hari kemerdekaan Spesial Agustus, Ada Gokana Sampai Tous Les Jours
-
3 Pemain Kunci di Balik Keperkasaan Timnas Indonesia U-17 Atas Uzbekistan
-
HUT RI ke-80 di Ancol: Jadwal Upacara dan Promo Terbaru 17 Agustus
-
Bakal Ada Prabowo, Begini Skema Pengamanan Polri di Pesta Rakyat HUT RI di Jakarta Besok!
Terpopuler
- Demi Ketenangan Almarhum, Orang Tua Affan Kurniawan Mohon Tak Ada Peringatan Setahun Kematian
- Masuk Desil 10 Padahal Penghasilan Pas-pasan? Jangan Panik, Ini Arti dan Penjelasan Resminya
- 12 Ikan Hias Pembawa Keberuntungan Menurut Feng Shui, Cocok untuk Akuarium di Rumah
- Jelang FIFA ASEAN Cup 2026, Kevin Diks Tegas Sistem Empat Bek Lebih Cocok
- Mau Terlihat Lebih Muda? Ini 5 Pilihan Warna Lipstik yang Bisa Dicoba
Pilihan
-
Gempa 6,4M Guncang Sumatera Utara sampai Sumbar
-
Masih Banyak Warga NTT Terjebak di Bawah Reruntuhan Bangunan, 2000 Orang Mengungsi
-
Info Terbaru Gempa NTT: 15 Warga Manggarai Tewas, 280 Bangunan Jadi Puing
-
5 Bandara Rusak Diguncang Gempa NTT, Landasan Pacu Sampai Retak
-
Pesona Masjid Pancasila Kediri: Sederhana di Luar, Bikin Pangling di Dalam
Terkini
-
Skuad Terbaik Persija Pilihan Shin Tae-yong Diketahui Saat Uji Coba Kontra Chiangrai United
-
Terungkap, Rahasia Pilot Malaysia Bawa Narkoba Rp160 M Lolos Pemeriksaan KLIA
-
KAI Palembang Buka Akses Magang, PKL, dan Penelitian secara Digital melalui InternHub
-
Pengamat Soroti Manuver Politik di Balik Kasus Eks Jampidsus
-
Debitur Dikejar Utang, Yasonna Laoly Minta PPATK Telusuri Sumber Dana Pinjol
-
Simalungun Diguncang Gempa M 6,4: Getaran Terasa hingga Kabanjahe
-
Update Gempa NTT: 47 Nyawa Melayang, Ratusan Ton Bantuan Presiden Prabowo Mulai Dikirim
-
3 Wisatawan Asing Jadi Korban Gempa NTT, Tertimpa Reruntuhan Hotel
-
Gempat M 7,7 Tak Surutkan Pesona Labuan Bajo: Wisatawan Aman, Kapal Kembali Melaut
-
6000 Pelari Ramaikan Titan Run 2026, Jarak 17,8 Km Berbuah Rekor MURI