Suara.com - Sebuah video dramatis yang merekam perjuangan tiga Warga Negara Indonesia (WNI) meloloskan diri dari cengkeraman sindikat perdagangan orang di Kamboja viral di media sosial.
Aksi heroik dua pria dan satu wanita ini menjadi sorotan tajam, memicu kemarahan publik atas maraknya kasus Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) yang terus menjerat para pencari kerja.
Dalam video yang beredar luas, terlihat kepanikan dan perlawanan para WNI saat menyadari nasib buruk yang menanti mereka.
Peristiwa ini pertama kali diungkap oleh pemilik akun Facebook Hendra Tanzhou, yang membagikan ulang video dari sumber Facebook Koeun Theara dengan keterangan: "Detik-detik WNI (2 Pria dan 1 Cewek) Menang Kel4hi, Selamat Kabur dari Kam80ja"
Atensi publik terhadap video viral itu juga mendapat tanggapan di Instagram yang dibagikan @digital.news.co.id.
Salah satu korban diketahui bernama Herman Laia, atau Vano Laia, seorang warga Nias yang menetap di Medan.
Bersama dua rekannya, ia berangkat ke Kamboja dengan iming-iming pekerjaan yang menggiurkan. Namun, janji manis itu berubah menjadi mimpi buruk.
Kronologi Penipuan Berkedok Lowongan Kerja
Menurut informasi yang dihimpun, Herman dan kedua rekannya awalnya dijanjikan bekerja di bagian dapur sebuah "scam resto".
Baca Juga: Mimpi Gadis 18 Tahun Jadi Korban TPPO: Terjebak di Kamboja, Keluarga Meratap Minta Rp130 Juta
Istilah ini diduga merujuk pada operasi restoran fiktif yang menjadi kedok untuk kegiatan ilegal.
Mereka tidak pernah menduga bahwa tawaran tersebut hanyalah umpan untuk menjebak mereka dalam lingkaran setan perdagangan manusia.
Setibanya di lokasi, ketiganya sadar bahwa mereka hendak dijual ke sebuah perusahaan penipuan online atau scamming.
Sindikat semacam ini memang marak di Kamboja, memaksa para korban untuk menipu sesama warga negara dengan target pendapatan bulanan yang fantastis.
Sadar akan bahaya yang mengancam, mereka memutuskan untuk melawan dan melarikan diri dari lokasi penyekapan di daerah Krithum, Kamboja.
Beruntung, perlawanan mereka membuahkan hasil.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Sampo Penghitam Rambut di Indomaret, Hempas Uban Cocok untuk Lansia
- 5 Mobil Kecil Bekas yang Nyaman untuk Lansia, Legroom Lega dan Irit BBM
- 7 Mobil Bekas untuk Grab, Mulai Rp50 Jutaan: Nyaman, Irit dan Tahan Lama!
- 5 Mobil Suzuki dengan Pajak Paling Ringan, Aman buat Kantong Pekerja
- 5 Mobil Bekas Rekomendasi di Bawah 100 Juta: Multiguna dan Irit Bensin, Cocok Buat Anak Muda
Pilihan
-
Rupiah Terkapar di Level Rp16.819: Kepercayaan Konsumen Lesu, Fundamental Ekonomi Jadi Beban
-
Kala Semangkok Indomie Jadi Simbol Rakyat Miskin, Mengapa Itu Bisa Terjadi?
-
Emiten Ini Masuk Sektor Tambang, Caplok Aset Mongolia Lewat Rights Issue
-
Purbaya Merasa "Tertampar" Usai Kena Sindir Prabowo
-
Darurat Judi Online! OJK Blokir 31.382 Rekening Bank, Angka Terus Meroket di Awal 2026
Terkini
-
Kasus Mens Rea Berlanjut, Polisi Segera Klarifikasi Pandji Pragiwaksono
-
Doa Ibu Jelang Sidang Vonis Laras Faizati: Semoga Anak Saya Bebas dan Hidupnya Kembali!
-
Profil dan Rekam Jejak Yaqut Cholil Qoumas, Eks Menag yang Kini Tersangka Korupsi Kuota Haji
-
Menanti Vonis Empat Hari Jelang Ultah ke-27, Laras Faizati: Hadiah Terbaik adalah Kebebasan
-
Jakarta Waspada Superflu, Pramono Anung Persilakan Warga Suntik Vaksin Influenza
-
Luluk PKB: Penetapan Tersangka Gus Yaqut Harus jadi Momentum Reformasi Total Tata Kelola Haji
-
6 Fakta Kasus Yaqut Cholil Jadi Tersangka Dugaan Korupsi Kuota Haji
-
Duplik Laras Disambut Tepuk Tangan, Kuasa Hukum: Tak Ada Mens Rea, Ini Kriminalisasi!
-
Ikut Jadi Tersangka, Ini Peran Vital Gus Alex di Skandal Korupsi Kuota Haji
-
Jadi Tersangka Kasus Kuota Haji, Gus Yaqut Janji akan Kooperatif