Suara.com - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengaku terkejut dengan laporan awal pendaftaran calon petugas pemadam kebakaran (damkar) yang dibuka dengan kuota 1.000 orang.
Dari puluhan ribu pelamar, hampir separuhnya ternyata berasal dari luar Jakarta.
"Yang mengejutkan bagi saya pribadi adalah yang mencari kerja di luar Jakarta ternyata cukup tinggi sekali di atas 45 persen," kata Pramono di Jakarta International Velodrome, Jakarta Timur, Selasa (19/8/2025).
Pramono menilai kondisi ini menjadi gambaran bahwa persoalan ketenagakerjaan tidak hanya dialami oleh warga Ibu Kota, tetapi juga di berbagai daerah lain.
Banyak pencari kerja dari luar wilayah justru mencoba peruntungan di Jakarta.
Meski demikian, ia menegaskan lowongan kali ini tetap diprioritaskan bagi warga Jakarta. Warga luar Jakarta baru diterima ketika kuota masih tersedia.
"Untuk lowongan 1.000 kali ini, mohon maaf memang diprioritaskan bagi tentunya bagi warga Jakarta," ungkap Pramono.
"Memang kalau bagi warga Jakarta tidak memenuhi, baru kemudian membuka ruang bagi warga di luar Jakarta," Pramono menambahkan.
Dalam kesempatan itu, Pramono mengungkap jumlah pendaftar posisi petugas damkar mencapai 24.405 orang. Namun, hanya sebagian kecil yang berhasil lolos seleksi administrasi.
Baca Juga: Gubernur Pramono Bongkar Motif Baru Tawuran Manggarai: Sengaja Dibuat Demi Konten Viral
"Dari proses administrasi yang lolos kurang lebih 4.200-an atau 17 persen dari angka yang kemarin mendaftar. Itulah yang kemudian akan kita segera proses dan kita finalkan," ujarnya.
Tahapan berikutnya, para pelamar yang lolos administrasi diwajibkan melakukan pembuktian dokumen pendaftaran pada 19–22 Agustus 2025. Hasilnya akan diumumkan pada 25 Agustus.
Setelah itu, mereka akan menjalani tes fisik pada 26 Agustus hingga 17 September 2025. Tes tersebut dilaksanakan Kodam Jaya di Brigif 1/Jaya Sakti, Kalisari, Jakarta Timur.
Tes fisik yang dijalani meliputi kesegaran jasmani A berupa lari 12 menit, kesegaran jasmani B yang terdiri dari pull up, sit up, push up, dan shuttle run, serta penilaian postur tubuh mulai dari tinggi, berat badan, anatomi, hingga penampilan.
Para peserta juga wajib melewati uji ketangkasan renang sejauh 25 meter.
Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) DKI Jakarta akan mengumumkan 1.000 orang yang lolos seleksi pada 18 September 2025. Selanjutnya, penandatanganan kontrak kerja dijadwalkan pada 1 Oktober 2025.
Berita Terkait
-
Buka 2 Ribu Lapangan Kerja, Wanti-wanti Pramono di Jobfest 2025: Jangan sampai Ada yang Pingsan!
-
Ragunan Buka Malam? Satwa Bisa Stres! Ini Kata Pejabat TMR
-
Ragunan Malam: Usulan Gubernur Pramono Terancam Gagal? Ini Kendala Utamanya
-
Pramono Anung Kukuhkan 42 Anggota Paskibraka DKI untuk HUT ke-80 RI
-
Gubernur Pramono Bongkar Motif Baru Tawuran Manggarai: Sengaja Dibuat Demi Konten Viral
Terpopuler
- Pemerintah Tutup Ruang Pembentukan Provinsi Luwu Raya, Kemendagri: Ikuti Moratorium!
- Warga Sambeng Borobudur Pasang 200 Spanduk, Menolak Penambangan Tanah Urug
- Arya Iwantoro Anak Siapa? Ternyata Ayahnya Eks Sekjen Kementan yang Pernah Diperiksa KPK!
- Usut Kematian Nizam Syafei yang Disiksa Ibu Tiri, Video di Ponsel Korban akan Diperiksa
- 7 Skema Suami Dwi Sasetyaningtyas Kembalikan Dana Beasiswa LPDP
Pilihan
-
Sadis! Pria di Bantul Tewas Ditebas Parang di Depan Anak Istri Saat Tertidur
-
Minta Restu Jokowi, Mantan Bupati Indramayu Nina Agustina Bachtiar Gabung PSI
-
Sumsel Berduka, Mantan Gubernur Alex Noerdin Meninggal Dunia
-
Debut Berujung Duka, Pemain Senegal Meninggal Dunia Usai Kolaps di Lapangan
-
Di Tengah Jalan Raya, Massa Polda DIY Gelar Salat Gaib Massal untuk Korban Represi Aparat
Terkini
-
Terdampak Krisis Iklim: Bagaimana Panas Ekstrem Membuat Harga Kopi Makin Melejit?
-
Harga Pangan Jakarta Mulai Merangkak Naik di Awal Ramadan
-
KPK Periksa Mantan Wakil Bupati Pati hingga Sejumlah Kepala Desa Terkait Dugaan Pemeresan Sudewo Cs
-
Suami Dwi Sasetyaningtyas Kena Sanksi LPDP, Mahfud MD Bongkar Alasan Ngeri WNI Benci RI
-
Kemenkes Reformasi Skema PPDS, Utamakan Putra Daerah untuk Atasi Krisis Dokter Spesialis
-
Kasus Korupsi Eks Dirjen Kominfo Semuel Abrijani: Apa Alasan Jaksa Menunda Pembacaan Tuntutan?
-
Sadis! Pria di Bantul Tewas Ditebas Parang di Depan Anak Istri Saat Tertidur
-
Mahfud MD Geram Pernyataan Dwi Sasetyaningtyas Soal Anak WNA, Setuju Sanksi Cabut Beasiswa
-
Jaksa Tetap Tuntut Marcella Santoso 17 Tahun Penjara Terkait Kasus Suap Minyak Goreng
-
Menkes Akui Pendidikan Dokter Spesialis di Indonesia Super Mahal, Sebut di Luar Negeri Justru Digaji