Suara.com - Setelah sempat mangkir pada panggilan sebelumnya, Ahmadi Noor Supit rampung menjalani pemeriksaan di Gedung Merah Putih KPK.
Usai diperiksa, politisi senior itu memilih irit bicara mengenai materi yang didalami penyidik.
Ia hanya menegaskan kesiapannya untuk bersikap kooperatif jika keterangannya masih dibutuhkan di kemudian hari.
“Kalau memang dibutuhkan, tentu saya siap hadir,” kata Ahmadi.
“Itu kan kewajiban saya sebagai warga negara.”
Pemeriksaan terhadap Ahmadi merupakan penjadwalan ulang dari panggilan pada Kamis (7/8/2025).
Bersamanya, KPK juga menjadwalkan pemeriksaan terhadap mantan Staf Ahli Anggota V BPK RI, Melly Kartika Adelia.
Skandal Dana Iklan Ratusan Miliar
Pemeriksaan ini merupakan bagian dari upaya KPK membongkar dugaan korupsi dalam pengelolaan dana iklan PT Bank BJB periode 2021-2023.
Baca Juga: Lisa Mariana Dipanggil KPK di Tengah Drama Tes DNA Anak! Ada Apa dengan Korupsi Bank BJB?
Dalam kasus ini, KPK telah menetapkan mantan Direktur Utama BJB, Yuddy Renaldi, sebagai tersangka utama bersama empat orang lainnya.
Kerugian negara dalam kasus ini disebut mencapai angka fantastis.
“Rp222 miliar tersebut digunakan sebagai dana nonbudgeter oleh BJB,” kata Plh Direktur Penyidikan KPK, Budi Sokmo Wibowo, pada konferensi pers penetapan tersangka, Kamis (13/3/2025).
Modusnya, dari total anggaran iklan sebesar Rp 409 miliar, penunjukan enam agensi diduga telah diatur sejak awal atas persetujuan Yuddy Renaldi selaku direktur utama.
KPK menduga terjadi selisih pembayaran yang kemudian dialihkan menjadi dana non-bujeter untuk kepentingan tertentu.
“Dirut (Yuddy) bersama-sama dengan PPK mengetahui penggunaan uang yang menjadi dana nonbudgeter BJB,” ucap Budi.
Berita Terkait
Terpopuler
- 50 Orang Berambut Cepak 'Serbu' Polda Metro Jaya: 'Mau Ambil Saksi Kasus Jampidsus'
- Jampidsus Febrie Adriansyah Tengah Disorot Publik, Keberadaannya Masih Misterius
- Surat Edaran Rahasia Kejagung Bocor, Jaksa Diminta Waspada dan Dilarang Berkomentar soal Perkara
- Gibran Bukan Panglima! Pakar UGM: Keamanan Papua Tetap Tanggung Jawab TNI dan Polri
- JK Jadi Tersangka Korupsi Ekspor Logam Tanah Jarang, Langsung Ditahan Kejagung
Pilihan
-
Ironi Hukum: Menuju Indonesia Emas, Ternyata Emasnya Ada di Rumah Febrie!
-
Bikin Melongo! Polri Pamerkan 74 Kg Emas hingga Ratusan Miliar Hasil Sitaan Kasus Jampidsus
-
Jampidsus Febrie Adriansyah: Saya Tidak Mundur! Masih Terima Perintah Usut Kasus Korupsi
-
BREAKING NEWS: Penyidik Geledah Ruko di Cipete terkait 3 Perkara Korupsi
-
BREAKING NEWS! KPK Dikabarkan OTT Bupati Sukoharjo dan Sejumlah Orang
Terkini
-
Polda Metro Jaya Pastikan Bakal Periksa Jampidsus Febrie Soal Rumah, Dolar hingga Emas 74 Kg!
-
816 Titik Bazar Daging Murah Sudah Sambangi Permukiman Warga Jakarta
-
Kejagung Bantah Datangi Polda Metro Jaya Pasca Penggeledahan Cafe de'Clan Signature
-
Geledah 13 Lokasi dan Sita 74 Kg Emas Tapi Belum Ada Tersangka, Polda: Masih Pendalaman Paripurna
-
Prabowo: Banyak yang Nyusup ke MBG untuk Jadi Maling!
-
Open House Sekolah Rakyat di Lombok Barat, Gus Ipul: Siswa Tunjukkan Banyak Perubahan
-
Drama Putri Mandalika Berbahasa Inggris Meriahkan Open House Sekolah Rakyat Lombok
-
Mendagri Minta Pemda Akselerasi Program BSPS, Target 400 Ribu Rumah
-
Pimpinan Ponpes Tak Ditahan Meski Jadi Tersangka Kasus Santri Terbakar, Polisi Buka Suara
-
Pengakuan Negara Belum Cukup, Hak Penghayat Kepercayaan Masih Jadi PR Pemerintah