Suara.com - Perizinan pertambangan PT Freeport Indonesia yang berada di Mimika, Papua Tengah, akan berakhir pada 2041. Indonesia dinilai berpotensi kehilangan pendapatan sebesar sebesar USD 4 miliar pertahun jika perizinan tidak diperpanjang.
Hal itu disampaikan Presiden Direktur PT Freeport Indonesia, Tony Wenas dalam channel You Tube Akbar Faizal Uncensored.
"Kalau kami berhenti pada 2041, maka penerimaan negara yang sekitar 4 miliar dolar setiap tahun akan terhenti," kata Tony dikutip Suara.com, Kamis (21/8/2025).
Selain hilangnya pendapatan negara, juga akan membuat 30 ribu karyawan PT Freeport Indonesia kehilangan pekerjaan.
"Program atau investasi sosial kami yang jumlahnya Rp 2 triliun setiap tahun juga akan berhenti. Semuanya berhenti," jelas Tony.
Menurut Tony tidak ada yang diuntungkan jika izin tambang PT Freeport Indonesia tidak diperpanjang atau dihentikan.
"Sementara kalau kami bisa melanjutkan lagi, itu kan 4 miliar dolar akan terus ada setiap tahun. Karyawan 30 ribu orang juga terus berlanjut dan bahkan potensi berkembang. Dan potensi itu berkembang lagi kedepannya," tuturnya.
Tony pun mengklaim kontribusi PT Freeport Indonesia kepada keuangan negara pada 2024, angkanya mencapai Rp 80 triliun. Jumlah itu dibagi dua, Rp 68 triliun untuk pemerintah pusat, dan Rp 12 triliun untuk pemerintah daerah.
Tony mengatakan, dari informasi yang diterimanya, pemerintah pusat masih ingin melanjutkan perizinan pertambangan PT Freeport Indonesia.
Baca Juga: Warga Sipil Kembali Jadi Korban: OPM Dituding Bunuh Dua Orang di Papua
"Yang saya tahu sampai dengan saat ini adalah pemerintah pusat juga memang memikirkan untuk memperpanjang walaupun memang belum terealisasi. Masih ada mungkin beberapa hal yang perlu di fine-tuning lah misalnya," ujarnya.
"Tapi dalam beberapa diskusi keinginan untuk itu sebenarnya sudah terlihat, cuma memang belum diformalkan dan belum bisa direalisasi karena satu dan lain hal," sambungnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Cushion Terbaik dan Tahan Lama untuk Kondangan, Makeup Flawless Seharian
- 5 Sepeda Lipat Murah Kuat Angkut Beban hingga 100 Kg: Anti Ringkih dan Praktis
- 6 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Wajah dan Harganya
- 5 Body Lotion untuk Memutihkan Kulit, Harga di Bawah Rp30 Ribu
- Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI
Pilihan
-
Konflik Geopolitik Tak Pernah Belanja di Warung, Tapi Pelaku UMKM Semarang Dipaksa Akrobat
-
Kenapa CFD di Kota Lain Lancar, Tapi Palembang Macet? Ini Penyebab yang Terungkap
-
JK Dilaporkan ke Polisi, Juru Bicara Jelaskan Konteks Ceramah
-
AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
-
Balas Rhoma Irama, LMKN Jelaskan Akar Masalah Royalti Musik Dangdut Jadi Rp25 Juta
Terkini
-
Dirjen Imigrasi Copot Pejabat Terkait Pungli Batam, Buka Peluang Proses Pidana
-
Formappi Soal Permintaan RDPU Kasus Korupsi Minyak Mentah: Komisi III Bukan Tempat Uji Hukum!
-
Cak Imin Dorong Koperasi Merah Putih Siap Bersaing di Tengah Kebuntuan Global
-
Survei Poltracking: Kepercayaan Publik pada Prabowo-Gibran Tembus 75,1 Persen
-
Golkar Bukan Milik Satu Keluarga! Bahlil Ingatkan Kader Tak Saling Singkirkan karena Beda Pilihan
-
MKD DPR Panggil Aboe Bakar Besok Soal Isu Ulama Madura di Pusaran Narkoba
-
Kemhan Luruskan Kabar 'Akses Udara Tanpa Izin' Militer AS: Itu Masih Pembahasan, Jangan Terprovokasi
-
Mendagri Tegaskan Dana Otsus dan Dana Keistimewaan Harus Beri Manfaat Nyata bagi Masyarakat
-
Mendagri Pastikan Pengawasan Diperketat, Pemanfaatan Dana Otsus Lebih Optimal
-
Diplomasi 'Sahabat' di Kremlin: Putin Puji Prabowo, Indonesia Tancap Gas Perkuat Ekonomi dan Energi