Suara.com - Presiden Prabowo Subianto mengunjungi kediaman Wakil Presiden ke-13 RI, KH Ma'ruf Amin di Depok, Jawa Barat.
Pertemuan yang digambarkan sebagai silaturahmi kebangsaan ini tidak hanya menjadi ajang diskusi strategis, tetapi juga panggung kehangatan yang ditandai momen Prabowo mencium tangan sang ulama senior.
Kunjungan ini menjadi sorotan publik setelah momen pertemuan diunggah melalui akun Instagram resmi, @presidenrepublikindonesia.
Dalam unggahan tersebut, dijelaskan bahwa kedatangan Prabowo adalah dalam rangka mempererat tali persaudaraan dengan Ma'ruf Amin.
Salah satu foto yang paling mencuri perhatian yakni momen saat Prabowo dengan takzim mencium tangan KH Ma'ruf Amin.
Gestur yang ditunjukkan tersebut menjadi penarik perhatian public.
Sebab dalam Budaya Indonesia, gestur tersebut melambangkan penghormatan mendalam kepada sosok yang lebih tua atau dituakan.
Selain itu, foto lainnya menampilkan kedua tokoh bangsa tersebut tengah duduk bersama dalam suasana yang akrab dan santai.
Menurut keterangan resmi, pertemuan ini tidak hanya bersifat seremonial.
Baca Juga: Pakar Hukum Nilai Permohonan Amnesti Noel ke Presiden Prabowo Tidak Rasional
"Dalam kunjungannya, kedua pemimpin berdiskusi dan bertukar pikiran mengenai arah pembangunan bangsa ke depan," tulis akun Instagram @presidenrepublikindonesia, dikutip Minggu (24/8/2025).
Lebih dari sekadar pertemuan personal, kunjungan ini juga membawa pesan kebangsaan yang kuat.
Pihak istana menegaskan bahwa silaturahmi ini merupakan cerminan dari semangat persatuan yang menjadi fondasi utama bagi perjalanan Indonesia.
"Kunjungan ini juga mencerminkan kehangatan hubungan antar pemimpin bangsa serta menegaskan semangat persatuan yang senantiasa menjadi landasan kokoh dalam perjalanan Indonesia," tulis akun @presidenrepublikindonesia.
Berita Terkait
Terpopuler
- Pemerintah Tutup Ruang Pembentukan Provinsi Luwu Raya, Kemendagri: Ikuti Moratorium!
- Warga Sambeng Borobudur Pasang 200 Spanduk, Menolak Penambangan Tanah Urug
- Arya Iwantoro Anak Siapa? Ternyata Ayahnya Eks Sekjen Kementan yang Pernah Diperiksa KPK!
- Usut Kematian Nizam Syafei yang Disiksa Ibu Tiri, Video di Ponsel Korban akan Diperiksa
- 7 Skema Suami Dwi Sasetyaningtyas Kembalikan Dana Beasiswa LPDP
Pilihan
-
Debut Berujung Duka, Pemain Senegal Meninggal Dunia Usai Kolaps di Lapangan
-
Di Tengah Jalan Raya, Massa Polda DIY Gelar Salat Gaib Massal untuk Korban Represi Aparat
-
Massa Aksi di Depan Polda DIY Dibubarkan Paksa oleh Sekelompok Orang Berpakaian Sipil
-
5 Fakta Mencekam Demo di Mapolda DIY: Gerbang Roboh hingga Ledakan Misterius
-
Suasana Mencekam di Depan Polda DIY, Massa Berhamburan Usai Terdengar Ledakan
Terkini
-
Komisi III DPR RI Sayangkan Guru Honorer di Probolinggo Dipidanakan karena Rangkap Jabatan
-
Sebut Dakwaan Jaksa Tidak Terbukti, Kerry Riza Minta Pembebasan dan Pengembalian Aset
-
Tragedi NS dan Fenomena Filisida: Mengapa Rumah Jadi Ruang Berbahaya bagi Anak?
-
Kubu Kerry Riza Sebut Jaksa Paksakan Keputusan Bisnis Jadi Tindak Pidana Korupsi
-
Konflik Kartel Meksiko Geser Rantai Pasok Narkoba ke Indonesia, BNN Waspadai Jalur Alternatif
-
Di Tengah Jalan Raya, Massa Polda DIY Gelar Salat Gaib Massal untuk Korban Represi Aparat
-
Massa Aksi di Depan Polda DIY Dibubarkan Paksa oleh Sekelompok Orang Berpakaian Sipil
-
Jelang Vonis Korupsi Pertamina, Ketua Hakim Beri Peringatan Keras: Jangan Coba-coba Pengaruhi Kami!
-
Sudah Jatuh Tertimpa Tangga: Kerry Adrianto Merasa Dijebak dalam Kasus Korupsi Pertamina
-
Suasana Mencekam di Depan Polda DIY, Massa Berhamburan Usai Terdengar Ledakan