Suara.com - Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf angkat bicara soal kasus kematian balita Raya di Sukabumi akibat tubuhnya dipenuhi cacing.
Menurutnya, kasus ini bisa jadi pembelajaran untuk benar-benar menyisir warga yang membutuhkan perlindungan.
"Jadi ini satu pembelajaran buat kita semua untuk supaya benar-benar bisa menyisir warga-warga kita yang memang memerlukan perlindungan dan jaminan sosial," kata pria yang akrab disapa Gus Ipul tersebut.
Lebih lanjut, Gus Ipul pun menyebut pihaknya sudah turun tangan untuk melakukan asesmen.
"Kementerian Sosial juga sudah turun untuk melakukan asesmen, dan sekarang kakaknya atau adiknya itu ya, orang tuanya, kakaknya atau adiknya sedang dalam asesmen," sambungnya.
Gus Ipul menerangkan, asesmen itu dilakukan agar keluarga Raya bisa dipindahkan ke sentra yang dikelola oleh Kemensos. Ia memastikan keluarga Raya akan didampingi di sana.
"Nanti akan dimasukkan ke sentra kita yang ada di Sukabumi," ungkapnya.
Dalam kesempatan yang sama, ia pun membantah Dinas Sosial Sukabumi terlambat mengatasi kasus Raya.
Sebab, identitas Raya sempat dikabarkan tidak tercatat dalam Dinas Sosial lantaran tidak memiliki data administrasi kependudukan, yang menyebabkan dirinya juga tidak mendapatkan fasilitas BPJS.
Baca Juga: Balita di Sukabumi Meninggal karena Cacingan, Menko PMK Praktikno Pilih Bungkam: Saya Ngantuk
Maka dari itu, menurut Gus Ipul, penanganan kasus Raya mengingatkan pentingnya data kependudukan bagi warga.
"Sebenarnya tidak ada keterlambatan ini adalah salah satu hal yang menjadi bagian dari strategi Presiden untuk konsolidasi data. Jadi pendataan ini menjadi sangat penting karena banyak sekali warga kita ini yang belum terdata, baik itu lewat Dukcapil maupun tentu lewat data tunggal sosial ekonomi nasional," katanya.
Tanggapan Menkes Budi soal Kasus Raya
Sementara itu, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin juga menyoroti kasus balita bernama Raya yang meninggal dengan banyak cacing di dalam tubuhnya.
Dalam wawancaranya, Budi mengklaim jika kematian tersebut bukan disebabkan cacingan, karena penyakit cacing dipastikan tak menyebabkan kematian.
Budi menyebut kasus kematian itu diduga kuat disebabkan karena infeksi.
Tag
Berita Terkait
-
Menkes Budi Gunadi Sadikin Klaim Penyebab Kematian Raya Bukan Gegara Cacingan
-
Definisi Anak Tunggal Kaya Raya, Aira Yudohoyono Kepergok Pakai Tas dan Jam Tangan Ratusan Juta!
-
Raya Bocah Meninggal Penuh Cacing Viral, Rumah dan Lingkungan Disorot
-
Menko PMK: Kematian Anak Akibat Cacing di Sukabumi Peringatan Keras! Pemerintah Ambil Tindakan
-
Viral Anak Meninggal di Sukabumi Bukan karena Cacingan! Menkes Ungkap Fakta Mengejutkan di Baliknya
Terpopuler
- Ogah Bayar Tarif Selat Hormuz ke Iran, Singapura: Ingat Selat Malaka Lebih Strategis!
- Harga Minyak Dunia Turun Drastis Usai Pengumuman Gencatan Senjata Perang Iran
- Dicopot Dedi Mulyadi Gegara KTP, Segini Fantastisnya Gaji Kepala Samsat Soekarno-Hatta!
- Intip Kekayaan Ida Hamidah, Pimpinan Samsat Soetta yang Dicopot Dedi Mulyadi gara-gara Pajak
- 7 Tablet Rp2 Jutaan SIM Card Pengganti Laptop, Spek Tinggi Cocok Buat Editing Video
Pilihan
-
Resmi! Liliek Prisbawono Jadi Hakim MK Gantikan Anwar Usman
-
Apartemen Bassura Jadi Markas Vape Narkoba, Wanita Berinisial E Diciduk Bersama Ribuan Barang Bukti!
-
Mendadak Jakarta Blackout Massal: Sempat Dikira Peringatan Hari Bumi, MRT Terganggu
-
Benjamin Netanyahu Resmi Diseret ke Pengadilan Duduk di Kursi Terdakwa
-
Biadab! Israel Bunuh Jurnalis Al Jazeera di Gaza pakai Serangan Drone
Terkini
-
KPK OTT di Tulungagung, Bupati Gatut Sunu Diamankan
-
Seskab Teddy Pastikan Indonesia Tidak Akan Tarik Pasukan dari UNIFIL
-
Lagi-lagi Singgung Iran, Ini Sesumbar Donald Trump Soal Pasokan Minyak
-
Kantor Kementerian PU Digeledah Kejati, Seskab Teddy: Silakan, Pemerintah Terbuka untuk Proses Hukum
-
Seskab Teddy: Presiden Prabowo Bakal ke Rusia Dalam Waktu Dekat
-
Pastikan Program Unggulan Presiden Berjalan, Mendagri Tinjau Program Perumahan Rakyat di Tomohon
-
Seskab Teddy Bantah Isu Indonesia Bakal 'Chaos': Itu Narasi Keliru!
-
Diversifikasi Pasar Belum Optimal, Indonesia Rentan Terseret Dampak Konflik Timur Tengah
-
Seskab Teddy Sebut Ada Fenomena Inflasi Pengamat: Beri Data Keliru, Picu Kecemasan
-
Kritik Wacana War Tiket Haji, Pakar UGM: Negara Seharusnya Beri Kesetaraan Bukan Ruang Kompetisi