- Dalam aski demonstrasi kemarin 400 orang ditangkap, dan 200 orang masih di bawah umur
- LBH Jakarta berupaya memberikan bantuan hukum, tetapi masih dihalangi kepolisian
- Nasib para demonstran yang terluka itu masih menjadi tanda tanya.
Suara.com - Aksi Demonstrasi di depan Gedung DPR, Senayan, Jakarta Pusat, Senin, 25 Agustus 2025, menyisakan banyak catatan.
Pihak polisi menangkap ratusan orang yang terlibat dalam demonstrasi kemarin.
Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Jakarta pun turun tangan membantu mereka yang ditahan.
"Informasi sementara dari Ditreskrimum Polda Metro Jaya, ada sekitar 400 orang yang ditangkap dan sedang 'didata'," bunyi pernyataan tersebu pada Selasa, 26 Agustus 2025.
Dari 400, 200 orang di antaranya diketahui adalah mereka yang di bawah umur.
"Pendamping hukum melihat peserta aksi yang ditangkap mengalami bonyok dan luka-luka," kata LBH Jakarta.
Sayangnya, upaya pendampingan hukum menemui jalan buntu di awal.
Mereka pun terus mengupayakan agar bisa mendampingi demonstran yang ditangkap.
"Bantuan hukum dari LBH Jakarta belum diperbolehkan mendampingi massa aksi," tulis LBH Jakarta.
Baca Juga: Kekayaan Primus Yustisio Versi LHKPN setelah 4 Periode Jadi DPR, Pilih Ngantor Naik KRL
LBH Jakarta lantas merinci kronologi dugaan penghalangan tersebut.
Upaya dimulai sejak dini hari, tepatnya pukul 00.05 WIB, saat tim bantuan hukum berusaha mencocokkan data peserta aksi yang ditangkap.
Namun, pada pukul 01.20 WIB, tim yang mencoba mendatangi Unit II Renakta kembali dihalangi.
Mereka tidak diperkenankan melakukan pendampingan dengan dalih "menunggu arahan dari Subdit Kamneg".
Upaya tak berhenti di situ. Tim LBH Jakarta dijanjikan akan dipertemukan dengan Perwira Menengah Pengawas (Pamenwas) pada pukul 02.40 WIB untuk mendapat penjelasan.
Akan tetapi, pertemuan tersebut tak kunjung terwujud hingga akhirnya nasib para demonstran yang terluka itu masih menjadi tanda tanya.
Memang, dalam aksi demonstrasi menuntut dibubarkannya DPR peserta demo bukan saja dari kalangan mahasiswa dan masyarakat umum, tapi juga banyak dari anak sekolah SMA dan STM.
Berita Terkait
-
Kekayaan Primus Yustisio Versi LHKPN setelah 4 Periode Jadi DPR, Pilih Ngantor Naik KRL
-
Melanie Subono Singgung Empati Pejabat: Rakyat Laper Malah Pamer Harta di Medsos
-
DPR Ketok Palu, Era Baru Dimulai: Kementerian Haji Resmi Lahir Gantikan BP Haji
-
Siapa Pascol? Turun Gunung Ikut Demo DPR, Penampilannya Bikin Heboh
-
Berpeci dan Tenteng Poster Bubarkan DPR, Orasi Badru Kepiting Bikin Pendemo-Polisi Terhibur!
Terpopuler
- 4 HP Terbaru 2026 Harga Rp2 Jutaan, Kamera Bagus dan Baterai Besar hingga 7000 mAh
- Lirik Lagu 'MBG Mas Bahlil Ganteng' yang Viral, Lengkap Asal Usulnya
- Silsilah Keluarga Lim Xin Rui yang Resmi Jadi Menantu Hasto Kristiyanto
- 5 Sepatu Puma yang Diskon di Sports Station, Harga Mulai Rp200 Ribuan
- 5 Sunscreen Wardah Terlaris di Shopee Mulai Rp30 Ribuan, Ini Kandungan dan Manfaatnya
Pilihan
-
Bos Nvidia Serobot Antrean Jagung Bakar dengan Traktir Semua Pembeli, Egois atau Dermawan?
-
BREAKING NEWS! Persija Resmi Tidak Perpanjang Kontrak Mauricio Souza
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer: Hukum Mati Saja Saya!
-
Staf Ahli Gubernur Kaltim Bawa-Bawa Status 'Cucu Nabi' demi Redam Demo Massa
-
Cara Buka Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel dari HP, Tak Perlu Antre di Bank
Terkini
-
Sapi Kurban Prabowo Pakai APBN, Gerindra: Sejak Era SBY dan Jokowi Sudah Begitu!
-
Noel Ebenezer Curhat ke Istri Ingin Cepat-Cepat Divonis
-
Soal Sapi Kurban dari APBN, Gerindra: Bantuan Kemasyarakatan, Tidak Ada Aturan yang Dilanggar
-
Soroti Gaza di Hari Iduladha, JK: Dunia Harus Bersatu Rehabilitasi Palestina
-
Kurban Pakai APBN Dikritik Guntur Romli, Singgung Teladan Nabi Muhammad SAW
-
Cerita Warga Gang Haji Jeni Bangun Smart Security: Punya CCTV, Panic Button hingga GPS Tracker
-
Suhu Ekstrem Landa Inggris dan Eropa, Muncul Fenomena Kubah Panas
-
Guntur Romli Kritik Prabowo Kurban Sapi Pakai Duit Negara: Tak Ada Landasan Syar'i Gunakan APBN
-
Skandal Riset Palsu di Denmark, Gelar Akademik 3 WNI Bakal Dicabut?
-
Si Doel Janji Cari Dana Demi RT Canggih di Gandaria: Kalau Belum Ada, Kita Pikirin