- Sahroni tak marah alamat rumahnya disebar
- Sebut aksi doxing tersebut sia-sia belaka
- Ahmad Sahroni menjadi sosok yang paling dicari
Suara.com - Upaya menekan Wakil Ketua Komisi III DPR RI, Ahmad Sahroni, dengan menyebarkan alamat rumahnya atau doxing di media sosial justru mendapat respons yang sama sekali di luar dugaan.
Alih-alih panik atau marah, politisi Partai Nasdem ini justru menanggapinya dengan santai.
Saat ditanya mengenai alamat pribadinya yang viral, Sahroni hanya tertawa ringan.
"Hehehe. Oh, terkait masalah di TikTok alamat rumah gue, enggak apa-apa, kan rumah gue emang terbuka," ujar Sahroni saat dihubungi, Selasa (26/8/2025).
Menurutnya, aksi doxing tersebut sia-sia belaka.
Ia menjelaskan bahwa alamat rumahnya bukanlah sebuah rahasia dan sudah bisa diakses publik dengan mudah sejak ia pertama kali menjabat sebagai anggota dewan hampir satu dekade lalu.
"Dari sejak menjadi pejabat DPR 2014 kan itu alamat sudah ada di Google, ya gampang banget mereka," kata dia.
Sebelumnya, nama Wakil Ketua Komisi III DPR RI Ahmad Sahroni menjadi bulan-bulanan warganet lantaran dinilai melecehkan warga yang kecewa dengan kenaikan tunjangan anggota dewan.
Dalam beberapa pantauan di media sosial yang dilihat Suara.com sepanjang Senin (25/8/2025), nama Ahmad Sahroni seolah menjadi trending topik.
Baca Juga: Alih-alih Bubarkan DPR, Pakar Minta Rakyat Usir Anggota Parlemen yang Tak Becus Bekerja!
Ahmad Sahroni menjadi sosok yang paling dicari.
Bahkan saat Suara.com memantau salah satu akun TikTok yang menampilkan tayangan langsung dari lokasi demonstrasi, sejumlah warganet meminta agar alamat rumah Politisi Partai NasDem tersebut menyematkan alamat rumahnya.
"Udah gue sematin tuh, rudal aja," ujar pemilik akun TikTok Ze******.
Meski begitu, belum diketahui apakah alamat yang disematkan tersebut merupakan lokasi rumah Ahmad Sahroni.
Berita Terkait
-
Siapa Dave Laksono? Wakil Rakyat Tajir Melintir tapi Cuit Nyali saat DPR Dikepung Pendemo 25 Agustus
-
Gibran Ulti Soal Gerbong Kereta Khusus Perokok, Netizen: Ini Baru Prioritas Rakyat
-
Sahroni Puji Suara Lantang Pendemo, Tapi Kutuk Aksi Anarkis: Itu Memalukan, Layaknya Premanisme!
-
Ikut Diviralkan Melanie Subono, Cerita Pengemudi Ojol Jadi Korban Tembakan Gas Air Mata Aparat
-
Alih-alih Bubarkan DPR, Pakar Minta Rakyat Usir Anggota Parlemen yang Tak Becus Bekerja!
Terpopuler
- Gerbang Polda DIY Dirobohkan Massa Protes Kekerasan Aparat, Demonstran Corat-coret Tembok Markas
- 7 Skema Suami Dwi Sasetyaningtyas Kembalikan Dana Beasiswa LPDP
- PLTS 100 GW Diproyeksikan Serap 1,4 Juta Green Jobs, Energi Surya Jadi Mesin Ekonomi Baru
- 4 HP Motorola Harga Rp1 Jutaan, Baterai Jumbo hingga 7.000 mAh
- Usut Kematian Nizam Syafei yang Disiksa Ibu Tiri, Video di Ponsel Korban akan Diperiksa
Pilihan
-
Wafat di Usia 74 Tahun, Ini 7 Kontroversi Alex Noerdin: Kasus Korupsi hingga Dana Bagi Hasil Migas
-
Sadis! Pria di Bantul Tewas Ditebas Parang di Depan Anak Istri Saat Tertidur
-
Minta Restu Jokowi, Mantan Bupati Indramayu Nina Agustina Bachtiar Gabung PSI
-
Sumsel Berduka, Mantan Gubernur Alex Noerdin Meninggal Dunia
-
Debut Berujung Duka, Pemain Senegal Meninggal Dunia Usai Kolaps di Lapangan
Terkini
-
Soal PT 7 Persen, Titi Anggraini: Ambang Batas Fraksi Lebih Adil Bagi Suara Rakyat
-
Menag Tegaskan Zakat Tak Boleh untuk MBG, Penyaluran Wajib Sesuai 8 Asnaf
-
KPK Kembali Panggil Eks Menhub Budi Karya Sumadi Jadi Saksi Dugaan Suap Proyek DJKA
-
Maidi Diduga Terima Upeti 10 Persen Proyek PUPR Kota Madiun, KPK Cecar 6 Anak Buah
-
KPK Periksa Enam Pejabat Dinas PUPR Kota Madiun Terkait Korupsi Wali Kota Maidi
-
Kasus Pelecehan Guru SLB di Jogja Naik Penyidikan, Polisi Segera Panggil Terlapor
-
KPK Telusuri Pola Fee Proyek PUPR Madiun, Maidi Diduga Terima Imbalan hingga 10 Persen
-
532 Ribu Tiket Kereta Lebaran Ludes Terjual, KAI Daop 1 Ingatkan Sisa Kursi Menipis
-
Bongkar Sindikat SMS Blast e-Tilang Palsu, Bareskrim: Dikendalikan WN China
-
PDIP Soroti "Rasa Keadilan" Dunia Pendidikan: Pegawai MBG Jadi PPPK, Guru-Dosen Masih Terabaikan