Suara.com - Sebuah video yang merekam puncak frustasi seorang mahasiswa tingkat akhir kini meledak di media sosial dan menjadi cerminan pahit dari tekanan dunia akademik.
Dalam klip singkat yang beredar luas, terlihat adegan dramatis di mana seorang dosen pembimbing dengan santai melempar tumpukan kertas skripsi ke lantai, yang langsung memicu amarah seorang mahasiswa hingga menendang meja.
Momen yang terekam di sebuah ruangan yang diduga kantor dosen itu sontak menjadi perbincangan panas.
Video diawali dengan suasana tegang. Beberapa mahasiswa tampak berdiri di sekitar meja yang penuh dengan tumpukan map dan kertas.
Tiba-tiba, seorang dosen wanita berbaju merah terlihat mengambil sebuah map skripsi dan melemparkannya ke lantai di dekat kaki seorang mahasiswa berjaket.
Tindakan yang dianggap sangat merendahkan itu menjadi pemicu ledakan emosi. Mahasiswa yang skripsinya dilempar, yang telah menunggu dengan sabar, tak kuasa lagi menahan amarahnya.
Tanpa ragu, mahasiswa itu meluapkan amarahnya dengan menendang meja yang ada di hadapannya hingga menimbulkan suara gaduh.
Namun, bukan tindakan kekerasannya yang menjadi sorotan utama netizen, melainkan kalimat yang ia lontarkan sesudahnya. Kalimat yang menyiratkan akumulasi kekecewaan dan rasa lelah yang mendalam.
"Jgn Dipersulit, Ibu Kemana 1 Minggu," teriak mahasiswa tersebut dengan nada putus asa.
Baca Juga: Tak Punya Laptop, Gadis Papua Ini Tuntaskan Skripsi Lewat Layar HP
Kalimat ini bukan sekadar keluhan, melainkan sebuah ledakan dari akumulasi kekecewaan yang mungkin sudah ia pendam lama.
Ungkapan "Ibu Kemana 1 Minggu" menjadi kunci yang membuka konteks dari seluruh drama ini.
Banyak warganet yang langsung berspekulasi bahwa mahasiswa tersebut merasa proses bimbingannya dihambat atau diabaikan oleh sang dosen, namun kini justru diperlakukan tidak adil.
Video ini dengan cepat membelah warganet menjadi dua kubu.
Satu sisi menyayangkan tindakan anarkis mahasiswa yang menendang meja, menganggapnya tidak sopan dan berlebihan.
Namun, di sisi lain, gelombang simpati yang jauh lebih besar mengalir untuk sang mahasiswa.
Tag
Berita Terkait
-
Tak Punya Laptop, Gadis Papua Ini Tuntaskan Skripsi Lewat Layar HP
-
Kisah Perjuangan Haru Tinamid di Jayapura, Selesaikan Skripsi Pakai Ponsel
-
Jokowi Meradang, Skripsi, KKN, Hingga Teman Kuliah 'Calo Terminal' Diragukan: Apa yang Terjadi?
-
Jokowi Kini Akui Kasmudjo Bukan Dosen Pembimbing Skripsi, Dokter Tifa: Sudah Biasa Bohong
-
Dospem Skripsi Dibantah Jokowi, Dokter Tifa Kasihani Kasmudjo: Hidup Ketakutan Demi Kebohongan?
Terpopuler
- Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI
- 7 HP Murah di Bawah Rp1 Juta Paling Layak Beli di 2026, Performa Oke Buat Harian
- AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
- 67 Kode Redeem FF Max Terbaru 13 April 2026: Sikat Item Undersea, Evo Draco, dan AK47
- 5 Rekomendasi Parfum Lokal yang Wanginya Segar seperti Malaikat Subuh
Pilihan
-
Ketua Ombudsman RI Hery Susanto Jadi Tersangka Kejagung, Tangan Diborgol
-
Bukan Hanya soal BBM, Kebijakan WFH Mengancam Napas Bisnis Kecil di Magelang
-
Solidaritas Tanpa Batas: Donasi WNI untuk Rakyat Iran Tembus Rp9 Miliar
-
CFD Ampera Bikin Macet, Akademisi: Ada yang Salah dari Cara Kota Diatur
-
Polisi: Begal Petugas Damkar Tertangkap Saat Pesta Narkoba Didampingi Wanita di Pluit
Terkini
-
Lagi, Donald Trump Posting Foto Bareng Yesus Lagi Begini
-
Ketua Ombudsman Jadi Tersangka, DPR Syok dan Desak Konsolidasi Internal
-
Buntut Insiden Rapat Revisi UU TNI, 4 Prajurit Segera Disidang: Motif Diduga Dendam Pribadi
-
Pramono All Out Demi Boyong BTS ke JIS: Jamin Bebas Macet dan Akses KRL Langsung!
-
Blokade Selat Hormuz Dianggap Perjudian Trump, Kalau Misi Gagal Ekonomi Dunia Hancur
-
Ikrar Nusa Bakti Sindir Militer: Merasa Dirinya Bukan Dibentuk Oleh Negara
-
MBG Serap Hampir Rp1 Triliun per Hari, BGN Sebut Dana Langsung Mengalir ke Masyarakat
-
Harga Rokok Lebih Murah dari Sebungkus Nasi, CISDI: Bisa Gagalkan Program Makan Bergizi Gratis
-
Ketua Ombudsman RI Hery Susanto Jadi Tersangka Kejagung, Tangan Diborgol
-
Laut Merah Milik Siapa? Iran Ancam Mau Menutupnya