Suara.com - Media sosial kembali riuh oleh sebuah video motovlog yang merekam drama singkat di jalanan Kota Medan.
Video tersebut menjadi cerminan betapa arogansi dan asumsi bisa berujung fatal, atau dalam kasus ini, berujung pada rasa malu.
Seorang motovlogger yang awalnya tampil percaya diri menghakimi pengguna jalan lain, harus menelan ludahnya sendiri setelah ditegur balik oleh warga lokal.
Video dimulai dengan rekaman perjalanan sang vlogger di Jalan Iskandar Muda, Medan. Sejak awal, ia sudah menunjukkan tempramen yang cukup tinggi.
Sebuah angkutan kota (angkot) yang berbelok di persimpangan menjadi sasaran makiannya. Dia memaki karena angkot tersebut diduga menerobos lampu merah.
"Angkot tolol!" teriaknya berulang kali, menyalahkan sang sopir yang dianggapnya ugal-ugalan.
Insiden kecil ini seolah menjadi pemanasan untuk drama utama yang akan terjadi beberapa menit kemudian.
Puncak cerita terjadi saat sang vlogger memasuki sebuah jalan yang lebih kecil dan rindang.
Dari arah berlawanan, muncul seorang pengendara motor lain.
Baca Juga: Viral Aksi Demo di Makassar Dikira Bawa Pistol dan Parang, Aparat Kena 'Prank'
Merasa berada di jalur yang benar dan menganggap jalan tersebut satu arah, sang vlogger langsung bereaksi keras.
"Woy, woy, woy!" teriaknya sambil membanting setir motornya ke tepi jalan, nyaris menabrak akar pohon besar.
Dengan penuh amarah dan keyakinan, ia menghentikan motornya dan langsung mengkonfrontasi pengendara tersebut serta beberapa warga yang berada di lokasi.
"Ini satu arah, kan?" tanyanya dengan nada tinggi, seolah mencari pembenaran atas amarahnya.
Di sinilah arogansinya dipatahkan. Warga lokal dengan tenang dan tegas mementahkan asumsinya.
"Dua arah ini," jawab seorang pria dengan santai.
Berita Terkait
-
Kisah Penuh Haru Penantian 17 Tahun Buah Hati lewat Foto Maternity
-
Viral! Aksi Heroik di Mie Gacoan: Pengunjung & Karyawan Lindungi Pendemo dari Polisi
-
Seruan Gerakan Pemuda Ansor Ini Kritik DPR : Bubarkan Panggung Joget DPR
-
Polisi Kejar Pendemo hingga Restoran Mie Gacoan, Warga Melawan Arogansi Aparat: Jangan Kasar Pak!
-
Deretan Dosa Ekonomi Pemerintah Versi BEM UI: Rakyat Dipajaki, Elit Dimanjakan
Terpopuler
- 5 Sampo Uban Sachet Bikin Rambut Hitam Praktis dan Harga Terjangkau
- 5 HP Helio G99 Termurah di Awal Tahun 2026, Anti Lemot
- 6 Rekomendasi HP OPPO Murah dengan Performa Cepat, RAM 8 GB Mulai Rp2 Jutaan
- 5 Rekomendasi Sepatu Adidas untuk Lari selain Adizero, Harga Lebih Terjangkau!
- 28 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 10 Januari 2026, Ada 15.000 Gems dan Pemain 111-115
Pilihan
-
Cek Fakta: Yaqut Cholil Qoumas Minta KPK Periksa Jokowi karena Uang Kuota Haji, Ini Faktanya
-
Hasil Akhir: Kalahkan Persija, Persib Bandung Juara Paruh Musim
-
Babak Pertama: Beckham Putra Bawa Persib Bandung Unggul atas Persija
-
Untuk Pengingat! Ini Daftar Korban Tewas Persib vs Persija: Tak Ada Bola Seharga Nyawa
-
Kriminalisasi Rasa Tersinggung: Mengadili Komedi 'Mens Rea' Pandji Pragiwaksono
Terkini
-
4 Poin Utama Rapat Terbatas Prabowo di Hambalang: Dari Industri Tekstil hingga Chip Masa Depan
-
Kecupan Hangat Puan dan Prananda untuk Megawati: Sisi Lain Kekeluargaan di Balik Rakernas PDIP 2026
-
Logika KPK: Staf Tak Mungkin Punya Rp4 M, Direksi Wanatiara Otak Suap Pajak?
-
KPK Aminkan Teori 'Kebocoran Negara' Prabowo, Kasus Pajak Tambang Jadi Bukti Nyata
-
Sinyal Tarif Transjakarta Naik Menguat? Anggaran Subsidi Dipangkas, Gubernur Buka Suara
-
KPK: Wajib Pajak Boleh Lawan Oknum Pemeras, Catat Satu Syarat Penting Ini
-
Kena OTT KPK, Pegawai Pajak Langsung Diberhentikan Sementara Kemenkeu
-
Antisipasi Risiko Perluasan, Tanah Ambles di Panggang Gunungkidul Segera Diuji Geolistrik
-
KPK Ungkap Akal Bulus Korupsi Pajak PT Wanatiara Persada, Negara Dibobol Rp59 M
-
5 Fakta OTT Kepala Pajak Jakut: Suap Rp6 Miliar Lenyapkan Pajak Rp59 Miliar