- VOA ditutup imbas kebijakan Presiden AS Donald Trump
- Karyawan VOA hanya diberi waktu 60 menit untuk mengosongkan ruangan
- Penutupan VOA dianggap tidak manusiawi
Suara.com - Sebuah video singkat yang menampilkan suasana haru di ruang redaksi Voice of America (VOA) menjadi viral di media sosial.
Video tersebut merekam momen-momen terakhir para karyawan VOA saat mereka harus mengosongkan meja kerja hanya dalam waktu 60 menit. Ini dilakukan menyusul keputusan pemerintah AS menutup total lembaga penyiaran legendaris tersebut.
Momen pedih ini diunggah oleh salah satu jurnalis VOA, Eva Mazrieva dan langsung menyita perhatian warganet.
Unggahan tersebut menjadi simbol dari akhir sebuah era bagi salah satu media paling berpengaruh di dunia.
Dalam rekaman yang beredar, tampak para pegawai, dari reporter hingga staf senior bergegas memasukkan barang-barang pribadi ke dalam kardus.
Tidak ada upacara perpisahan, hanya suasana senyap dan tatapan kosong di bawah pengawasan manajemen.
Eva Mazrieva merangkum kepedihan tersebut dalam sebuah keterangan singkat yang menusuk.
"Setelah 157 hari dirumahkan, hari ini kami diberi waktu satu jam untuk mengambil barang. End of Us? #savevoa," tulisnya.
Unggahan ini sontak dibanjiri komentar dan dibagikan ribuan kali, dengan banyak warganet menyuarakan simpati dan mengecam keputusan yang dianggap mendadak dan tidak manusiawi tersebut.
Baca Juga: Nafa Urbach Berkoar soal Tunjangan Rumah Dinas DPR, Primus Yustisio Sang Mantan Malah Naik KRL
Tagar #savevoa yang sebelumnya menjadi seruan perjuangan, kini berubah menjadi ucapan belasungkawa.
Penutupan VOA bukan sekadar pemutusan hubungan kerja (PHK) biasa. Ini adalah penutupan total sebuah institusi yang telah mengudara selama delapan dekade dan menjadi corong informasi bagi jutaan audiens di seluruh dunia.
Diberitakan sebelumnya, Donald Trump membekukan anggaran lembaga penyiaran dan media pemerintah yang bernaung di bawah Badan Media Global AS (U.S. Agency for Global Media/USAGM).
Sontak, kebijakan ini berimbas kepada banyak jaringan penyiaran, termasuk Voice of America atau VOA.
Trump membuat keputusan ini secara mendadak, yakni cuma seharii usai ia mengeluarkan perintah eksekutif yang menetapkan USAGM sebagai salah satu elemen birokrasi yang tidak perlu.
Berita Terkait
-
Nafa Urbach Berkoar soal Tunjangan Rumah Dinas DPR, Primus Yustisio Sang Mantan Malah Naik KRL
-
Dari Pungut Sisa Makanan Pejabat, Kini Terima Beasiswa Menteri: 7 Fakta Haru Samsul dan Aidil
-
Magnet China Bikin Trump Mengamuk, Bursa Asia Ambruk, Apa Istimewanya?
-
Dari Pemungut Sisa Makanan Jadi Penerima Beasiswa: Kisah Inspiratif Samsul dan Aidil
-
Viral Momen Rapat Penting RUU Penyiaran DPR Dibubarkan Cepat, Netizen: Wakil Rakyat Kok Kabur?
Terpopuler
- Intip Kekayaan Ida Hamidah, Pimpinan Samsat Soetta yang Dicopot Dedi Mulyadi gara-gara Pajak
- Dicopot Dedi Mulyadi Gegara KTP, Segini Fantastisnya Gaji Kepala Samsat Soekarno-Hatta!
- 6 HP Snapdragon Paling Murah RAM 8 GB untuk Investasi Gadget Jangka Panjang
- HP Xiaomi yang Bagus Tipe Apa? Ini 7 Rekomendasinya di 2026
- Sabun Cuci Muka Apa yang Bagus untuk Atasi Kulit Kusam? Ini 5 Pilihan agar Wajah Cerah
Pilihan
-
Balas Rhoma Irama, LMKN Jelaskan Akar Masalah Royalti Musik Dangdut Jadi Rp25 Juta
-
Buat Kaum dengan Upah Pas-pasan, Nabung dan Investasi Adalah Kemewahan
-
Resmi! Liliek Prisbawono Jadi Hakim MK Gantikan Anwar Usman
-
Apartemen Bassura Jadi Markas Vape Narkoba, Wanita Berinisial E Diciduk Bersama Ribuan Barang Bukti!
-
Mendadak Jakarta Blackout Massal: Sempat Dikira Peringatan Hari Bumi, MRT Terganggu
Terkini
-
Saat AS dan Iran Negosiasi, Donald Trump Justru Asyik Nonton UFC di Miami
-
Merusak Tanggul dan Ikan Lokal, Pramono Instruksikan Operasi Pembersihan Ikan Sapu-Sapu di Jakarta!
-
21 Jam Negosiasi AS - Iran: Persyaratan AS Ditolak, Iran Tak Berharap Deal Sekali Pertemuan
-
Tukang Bajaj Dipalak Preman di Tanah Abang, Pramono Anung: Tidak Ada Kompromi, Ambil Tindakan Tegas
-
Dua Dekade Tebar Maut di Bawah Radar, 'Ki Bedil' Maestro Senpi Ilegal Akhirnya Diciduk Bareskrim!
-
Geger Beda Data Sawit RI-Singapura: Indikasi Manipulasi Ekspor hingga 'Penyunatan' Harga Terkuak!
-
3 Persoalan Masih Jadi Sengketa Amerika Serikat - Iran di Perundingan
-
Diplomasi Nuklir Iran Memanas, Amerika Serikat Memberikan Ultimatum Mau Mengubah Poin Kesepakatan
-
Bahlil Peringatkan Kader Golkar Sulut: Jangan Ada Kubu Sana-Sini Kalau Mau Menang 2029!
-
Blokade Selat Hormuz Penghambat Utama Kesepakatan Damai Amerika Serikat dan Iran