- Presiden Prabowo Subianto mengaku 'ngeri' dan merinding setelah pidatonya di MPR
- Penangkapan Noel menjadi bukti konkret atas komitmen Prabowo dalam penegakan hukum
- Prabowo menggunakan momen ini untuk kembali mengingatkan seluruh kepala daerah dan pejabat negara
Suara.com - Presiden Prabowo Subianto dibuat merinding oleh ucapannya sendiri. Dalam sebuah momen yang mengejutkan, Prabowo mengaku 'ngeri' setelah pidatonya tentang penegakan hukum tanpa pandang bulu seolah menjadi kenyataan pahit hanya dalam hitungan hari.
Sumpah yang diucapkannya di Sidang Umum Tahunan MPR pada 15 Agustus lalu, di mana ia berjanji tidak akan melindungi kader Gerindra yang terjerat hukum, kini benar-benar diuji. Lima hari berselang, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menangkap anggota partainya, Immanuel Ebenezer atau yang akrab disapa Noel, pada Rabu (20/8) malam.
Kejadian ini diakui Prabowo membuatnya bergidik. Saat memberikan arahan dalam pembukaan Apkasi Otonomi Expo 2025 di ICE BSD, Tangerang, ia secara terbuka mengungkapkan perasaannya.
"Saya juga kadang-kadang ngeri juga sama ucapan-ucapan saya di MPR tanggal 15 Agustus. Kalau pun ada anggota Gerindra yang melanggar, saya tidak akan lindungi, eh beberapa hari kemudian ada anggota Gerindra. Dia anggota, belum kader," ungkap Prabowo dilansir Antara, Kamis (28/8/2025).
Penangkapan Noel terkait dugaan kasus pemerasan dalam pengurusan sertifikat K3 menjadi bukti nyata bahwa komitmen anti-korupsi Prabowo tidak main-main, bahkan ketika menyangkut lingkarannya sendiri.
Meskipun tidak menyebutkan nama Noel secara langsung, Prabowo memberikan komentar mengenai sosok yang ditangkap KPK tersebut. Ia menilai figur itu sebenarnya cukup menarik, namun sayangnya tergelincir karena khilaf.
Prabowo juga menyayangkan tindakan tersebut, mengingatkan betapa memalukannya saat seseorang harus mengenakan rompi oranye tahanan dan diborgol, seolah melupakan nasib istri dan anak yang menanggung malu.
Momen ini dimanfaatkan Presiden Prabowo untuk kembali mengirim pesan keras kepada seluruh kepala daerah dan pejabat negara. Ia menegaskan bahwa integritas adalah harga mati dalam kepemimpinan.
Sejarah, menurutnya, telah membuktikan bahwa negara yang dipimpin oleh pejabat korup tidak akan pernah mencapai kemakmuran.
Baca Juga: Prabowo: Ada Dalang yang Mau Indonesia Rusuh Demi Keuntungan
Prabowo mengajak semua pihak untuk berani melakukan introspeksi dan memperbaiki diri, terlepas dari afiliasi politik manapun.
"Kita sudah lama jadi orang Indonesia, entah partai mana ya, kita harus berani ngoreksi diri kita," tegas Presiden Prabowo.
Ia menekankan bahwa penegakan hukum adalah kewajiban mutlak yang tidak bisa ditawar. Setiap pejabat, dari level tertinggi hingga lurah, wajib menjaga amanah rakyat dengan memimpin secara bersih, adil, dan transparan.
Berita Terkait
-
Prabowo: Ada Dalang yang Mau Indonesia Rusuh Demi Keuntungan
-
Prabowo Murka Buntut Kasus Noel: Kalian Kira Pemerintah Lemah dan Bisa Disogok?
-
Ungkap Ada Direksi BUMN Merasa Raja, Prabowo Colek Jaksa Agung: Banyak Pekerjaan Ini
-
Suara dari Ruang Kelas: Siswa Mengira MBG dari Prabowo, Guru Ini Luruskan Faktanya
-
Takdir Nissan GT-R R35: Disuntik Mati Seiring Nasib Tragis Mobil Wamenaker?
Terpopuler
- DPR akan Panggil Kajari Batam Buntut Tuntutan Mati ABK Pembawa 2 Ton Sabu, Ada Apa?
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- 6 Fakta Mencekam Pembacokan di UIN Suska Riau: Pelaku Sempat Sandera Korban di Ruang Seminar
- Viral Bocah Beragama Kristen Ikut Salat Tarawih 3 Hari Berurut-turut, Celetukannya Bikin Ngakak
- Habiburokhman Ngamuk di DPR, Perwakilan Pengembang Klaster Vasana Diusir Paksa Saat Rapat di Senayan
Pilihan
-
Update Kuota PINTAR BI Wilayah Jawa dan Luar Jawa untuk Penukaran Uang
-
Jenazah Alex Noerdin Disalatkan di Masjid Agung Palembang, Ini Suasana Lengkapnya
-
John Tobing Sang Maestro 'Darah Juang' Berpulang, Ini Kisah di Balik Himne Reformasi
-
Pencipta Lagu 'Darah Juang' John Tobing Meninggal Dunia di RSA UGM
-
Hidup Tak Segampang Itu Ferguso! Ilusi Slow Living di Magelang yang Bikin Perantau Gulung Tikar
Terkini
-
Tolak Ambang Batas Parlemen, Partai Gerakan Rakyat Usul PT 0 Persen: Jangan Ada Suara Mubazir!
-
Luput dari Pengawasan, Praktik Tak Manusiawi di Panti Disabilitas Mental Dilaporkan ke Mensos
-
Siap Berdebat dengan Menteri Pigai Soal HAM, Zainal Arifin Mochtar: Bukan Teoretis tapi Tagih Janji
-
Demo Mahasiswa di Mabes Polri saat Ramadan, Polisi Berpeci dan Bersorban Siap Bagi Takjil
-
Geger Mobil Dinas Rp8,5 M, Golkar "Semprot" Gubernur Kaltim: Ukur Kondisi Rakyat
-
Kecewa Tak Ditemui Kapolri, BEM UI dan Aliansi Mahasiswa Ancam Gelar Aksi Lebih Besar
-
Diskon Besar hingga Transportasi Gratis! Ini Fasilitas Mudik ke Jakarta yang Ditawarkan Pemprov DKI
-
Amnesty International Anggap Tuntutan Jaksa Terhadap Delpedro Cs Sebagai Operasi Pembungkaman Kritik
-
Anies Baswedan Soroti Keberhasilan Gerakan Rakyat di Ultah Pertama: Bukan Sekadar Papan Nama!
-
Heboh Keluhan Warga Diwajibkan Bayar Infaq Lewat BAZNAS DKI, Pramono: Tak Boleh Ada Pemaksaan!