Suara.com - Di tengah hiruk pikuk dan ketegangan aksi demonstrasi di depan Gedung DPR RI, sebuah momen personal yang hangat berhasil mencuri perhatian dan kini viral di media sosial, menyentuh hati jutaan warganet.
Video tersebut merekam adegan penuh haru saat seorang ibu menjemput putranya yang baru saja dibebaskan setelah diamankan oleh polisi.
Pemandangan itu adalah sebuah antitesis dari suasana demo yang panas. Terlihat seorang ibu berkerudung, dengan raut wajah yang tak bisa menyembunyikan kelegaan dan kebanggaan, langsung merentangkan tangannya.
Tanpa banyak kata, ia memberikan pelukan hangat yang erat untuk putranya, seorang pemuda berjaket oranye yang tampak lelah namun tegar.
Pelukan itu bukan sekadar pertemuan biasa.
Itu adalah simbol dari kelegaan seorang ibu yang cemas, yang akhirnya bisa kembali memeluk anaknya setelah melewati momen-momen penuh ketidakpastian. Di balik senyum sang ibu, tersirat ribuan doa yang telah ia panjatkan untuk keselamatan pahlawan kecilnya.
Namun, yang mengangkat momen ini dari sekadar adegan haru menjadi sebuah narasi kebangsaan yang kuat adalah kalimat yang menyertainya, yang seolah menjadi suara kolektif dari publik yang menyaksikan. Kalimat itu ditujukan untuk menenangkan sekaligus memvalidasi perjuangan sang anak di mata ibunya.
"Anaknya Cinta Dgn Negeri Ini Bu."
Kalimat sederhana ini menjadi pukulan emosional yang telak.
Baca Juga: Detik-detik Mengerikan Rantis Brimob Lindas Ojol di Pejompongan, Massa Mengamuk!
Ia secara efektif mengubah narasi seorang pemuda yang "diamankan polisi" menjadi seorang patriot muda yang "berjuang karena cinta". Ini adalah sebuah pengakuan bahwa tindakan sang anak turun ke jalan bukanlah aksi kenakalan, melainkan sebuah bentuk kepedulian yang mendalam terhadap masa depan bangsanya.
Video ini sontak dibanjiri oleh gelombang simpati dan dukungan dari warganet.
Banyak yang mengaku tak kuasa menahan air mata, melihat ketulusan cinta seorang ibu dan keberanian seorang anak.
Komentar-komentar membanjiri unggahan tersebut, menyebut sang anak sebagai pahlawan dan sang ibu sebagai sosok yang hebat karena telah melahirkan pejuang.
"Ibu harus bangga, telah melahirkan anak pemberani yang peduli pada negerinya," tulis seorang netizen.
"Pelukan itu pasti terasa seperti surga setelah semua ketegangan yang dia hadapi. Sehat selalu, Bu dan Masnya," timpal yang lain.
Pelukan hangat di tepi jalan itu menjadi pengingat yang sangat kuat, bahwa di balik setiap teriakan reformasi dan spanduk protes, ada cinta yang begitu besar yakni cinta seorang anak pada negerinya, dan cinta seorang ibu pada pahlawan kecilnya
Tag
Berita Terkait
-
Detik-detik Mengerikan Rantis Brimob Lindas Ojol di Pejompongan, Massa Mengamuk!
-
Warga Blokade Jalan di Palmerah, Ogah Kampungnya Jadi Arena Bentrok Demonstran vs Polisi
-
Sengaja Menghindar? DPR Dinilai Pakai Alasan WFH untuk Hindari Aksi Massa
-
Innalillahi! Pengemudi Ojol yang Dilindas Mobil Rantis Brimob Meninggal Dunia
-
Usai Bikin 2 Video Klarifikasi, Uya Kuya Minta Maaf soal Ikutan Joget: Tidak Maksud Meledek
Terpopuler
- Gerbang Polda DIY Dirobohkan Massa Protes Kekerasan Aparat, Demonstran Corat-coret Tembok Markas
- Setahun Andi Sudirman-Fatmawati Pimpin Sulsel, Pengamat: Kinerja Positif dan Tata Kelola Membaik
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- Viral Bocah Beragama Kristen Ikut Salat Tarawih 3 Hari Berurut-turut, Celetukannya Bikin Ngakak
- 5 Rekomendasi Sepeda Lipat di Bawah 5 Juta yang Ringan dan Stylish, Mobilitas Semakin Nyaman
Pilihan
-
Jenazah Alex Noerdin Disalatkan di Masjid Agung Palembang, Ini Suasana Lengkapnya
-
John Tobing Sang Maestro 'Darah Juang' Berpulang, Ini Kisah di Balik Himne Reformasi
-
Pencipta Lagu 'Darah Juang' John Tobing Meninggal Dunia di RSA UGM
-
Hidup Tak Segampang Itu Ferguso! Ilusi Slow Living di Magelang yang Bikin Perantau Gulung Tikar
-
Hujan Gol, Timnas Indonesia Futsal Putri Ditahan Malaysia 4-4 di Piala AFF Futsal 2026
Terkini
-
Model Baru MBG Lansia: Dimasak di SPPG, Diantar Pokmas dan Pendamping Sosial
-
Wajah Baru Pasar Palmerah: Trotoar Akan Diperbaiki, Pedagang Tak Boleh Berjualan di Bahu Jalan
-
Singgung Tanggung Jawab Lembaga, Peneliti BRIN Minta Polri Setop Pakai Istilah Oknum
-
Aktivis Soroti Respons Istana ke Kritik BEM UGM: Harusnya Dialog, Bukan Serang Balik
-
Gugatan Larangan Anak Presiden Maju Pilpres Masuk MK, PDIP: Lemah, Tapi KKN Sekarang Memang Gila
-
Viral Trotoar Tebet Barat Berubah Jadi Pangkalan Truk Tinja, Terjadi Pembiaran Parkir Liar?
-
Momen Eks Dirut Pertamina Patra Niaga Riva Siahaan Menangis Jelang Vonis Perkara Tata Kelola Minyak
-
Tangis Ibunda Radit di DPR: Mahasiswa IPK 4,0 Jadi Terdakwa Pembunuhan di Pantai Nipah
-
Periksa Saksi dari Dinas PUPR, KPK Dalami Aliran Fee Proyek 4-10 Persen ke Wali Kota Madiun Maidi
-
Takut Bansos Dicabut, Warga Enggan Laporkan Kematian Keluarga