Suara.com - Mantan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan turut diberikan kesempatan untuk bicara saat hadir di pemakaman Affan Kurniawan, pengemudi ojek online yang meninggal dilindas mobil barracuda Brimob.
Anies turut menyampaikan belasungkawa kepada pihak keluarga korban agar tabah dan mendoakan mendiang Affan.
"Kepulangannya yang mendadak pasti berat bagi yang ditinggal. Insyaallah ringan bagi yang kembali ke Rahmatullah," ucap Anies di TPU Karet Bivak, Jakarta, Jumat (29/8/2025).
Di samping itu, Anies juga meminta agar ratusan pengemudi ojol yang turut hadir di pemakaman juga tetap bersikap tenang dan menjaga solidaritas. Dia berpesan agar tidak ada lagi tragedi serupa terulang kembali.
"Peristiwa yang dialami Affan tidak boleh terjadi, tidak boleh terulang. Dan saya pesan semua setelah selesai pemakaman, pulang ke tempat masing-masing dengan tenang," ucap Anies.
Dalam sambutannya itu, Anies juga meyakini kalau proses hukum atas meninggalnya Affan akan terus dikawal oleh seluruh masyarakat Indonesia.
"Pak Zulkifli dan Ibu, jutaan rakyat Indonesia mendoakan Ananda (Affan). Jutaan rakyat Indonesia menyaksikan Ananda dimakamkan. Pak Zulkifli dan Ibu, yakinlah bahwa semua akan ikut memperjuangkan keadilan untuk putra Bapak,” katanya.
Diketahui, Affan meninggal pasca dilindas dengan mobil barakuda Brimob ketika ada demo di sekitar Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (28/8) sore.
Affan sebenarnya tidak ikut berdemo. Pada saat kejadian, dia justru tengah mengantarkan makanan ke pelanggan. Namun, pada saat menyeberang jalan mobil Brimob yang melintas dalam pengamanan demo itu juga sedang melaju kencang.
Baca Juga: Kronologi Ibu Affan Kurniawan Tahu Anaknya Meninggal, Awalnya Dikira Kecelakaan
Affan sempat dibawa ke Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo, tapi nyawanya tak tertolong pada malam harinya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Gerbang Polda DIY Dirobohkan Massa Protes Kekerasan Aparat, Demonstran Corat-coret Tembok Markas
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- Setahun Andi Sudirman-Fatmawati Pimpin Sulsel, Pengamat: Kinerja Positif dan Tata Kelola Membaik
- DPR akan Panggil Kajari Batam Buntut Tuntutan Mati ABK Pembawa 2 Ton Sabu, Ada Apa?
- Viral Bocah Beragama Kristen Ikut Salat Tarawih 3 Hari Berurut-turut, Celetukannya Bikin Ngakak
Pilihan
-
Jenazah Alex Noerdin Disalatkan di Masjid Agung Palembang, Ini Suasana Lengkapnya
-
John Tobing Sang Maestro 'Darah Juang' Berpulang, Ini Kisah di Balik Himne Reformasi
-
Pencipta Lagu 'Darah Juang' John Tobing Meninggal Dunia di RSA UGM
-
Hidup Tak Segampang Itu Ferguso! Ilusi Slow Living di Magelang yang Bikin Perantau Gulung Tikar
-
Hujan Gol, Timnas Indonesia Futsal Putri Ditahan Malaysia 4-4 di Piala AFF Futsal 2026
Terkini
-
Lingkaran Setan Kekerasan di Balik Seragam: Mengapa Polisi Junior Terus Jadi Korban Senior?
-
Bareskrim Ambil Alih Pengejaran Ko Erwin, Bandar Narkoba Terkait Kasus AKBP Didik
-
WNA Australia Terinfeksi Campak Usai Kunjungi RI, Kemenkes Percepat Imunisasi MR untuk Anak PAUDTK
-
Pramono Anung Instruksikan Perluasan Akses Jalan Guna Urai Kemacetan Flyover Latumenten
-
KPK Telusuri Pemilik Lima Koper Berisi Uang Rp5 Miliar dalam Kasus Bea Cukai
-
DPRD DKI Kritik Impor 3.100 Sapi oleh Pramono Anung, Dinilai Tak Sejalan UU Pangan
-
Habib Jafar: Ramadan Momentum Jadi Muslim Kaya Hati, Bukan Sekadar Kaya Materi
-
Hakim Tetapkan Kerugian Negara Kasus Korupsi Minyak Pertamina Sebesar Rp9,4 Triliun
-
Divonis 9 Tahun Penjara, Eks Dirut Pertamina Patra Niaga Sebut Fakta Sidang Diabaikan
-
Ancaman Nyata dari AS hingga AI: Bagaimana RI Menjaga 'Benteng' Pembangunan Nasional di 2026?