Suara.com - Sebanyak tujuh halte TransJakarta ikut menjadi sasaran aksi pembakaran pada meletusnya bentrokan antara massa dan aparat kepolisian di sejumlah kawasan di Jakarta. Salah satunya adalah halte Polda Metro Jaya.
Kepala Departemen Humas dan CSR PT Transjakarta Ayu Wardhani membeberkan sederet halte yang dibakar oleh massa saat kerusuhan di Jakarta meletus sejak Jumat (29/8) dan Sabtu (30/8) dini hari tadi.
"Hingga Sabtu pagi, ada tujuh halte yang dibakar oleh tidak bertanggung jawab," bebernya dikutip dari Antara.
Dia merinci ketujuh halte tersebut, yakni Halte Bundaran Senayan, Pemuda Pramuka, Halte Polda Metro Jaya, Halte Senen Toyota Rangga, Halte Sentral Senen, Halte Senayan, dan Halte Gerbang Pemuda.
Selain dibakar, sambung dia, beberapa halte Transjakarta juga menjadi sasaran tindakan vandalisme dan perusakan fasilitas. Berdasar
Pihak Transjakarta menyayangkan perusakan tersebut dan mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga fasilitas publik sehingga manfaatnya dapat terus dirasakan oleh banyak orang.
"Transjakarta mengajak masyarakat untuk bersama-sama saling jaga fasilitas publik, agar manfaatnya bisa terus digunakan oleh banyak orang. Transjakarta berterima kasih atas dukungan semua pihak," ujar Ayu.
Aksi Pembakaran Kantor Polisi
Diketahui, meletus sejumlah kerusuhan terutama di Jakarta pasca seorang driver ojol, Affan Kurniawan tewas dilindas mobil rantis Brimob di kawasan Pejompongan, Jakarta Pusat pada Kamis (28/8) lalu. Imbasnya, Mako Brimob Kwitang, Jakpus menjadi sasaran amuk massa. Kerusuhan pun merembet di sejumlah kawasan lain di Ibu Kota
Baca Juga: Bentrokan Hari Ketiga: Mako Brimob Kwitang Pagi Ini Masih Membara, Massa Tumpah Ruah Tutup Jalanan!
Markas Gegana Brimob di Jakpus menjadi salah satu kantor polisi yang turut dibakar massa tak dikenal. Bahkan, dua unit kendaraan aparat turut dibakar saat bekas kantor Polres Metro Jakarta Pusat itu diserbu massa.
Selain, sejumlah kantor polisi di kawasan Jakarta Timur ikut menjadi target aksi pembakaran. Salah satu kantor Polres Metro Jaktim yang diserbu massa pada dini hari tadi.
Dalam video yang beredar di media sosial, seorang remaja tergeletak diduga tertembak saat massa dan polisi bentrok di kawasan Polres Jaktim. Namun, belum diketahui, kondisi terkini dari remaja yang diduga tertembak saat polisi memukul mundur massa.
Berita Terkait
-
Bentrokan Hari Ketiga: Mako Brimob Kwitang Pagi Ini Masih Membara, Massa Tumpah Ruah Tutup Jalanan!
-
Usai Markas Gegana Dibakar, Bentrokan Meletus di Mako Brimob Depok: Massa Dihujani Gas Air Mata!
-
Jakarta Huru Hara: Polres Jaktim hingga Polsek Dibakar Massa, ABG Tergeletak Ditembak!
-
Jejak Pelarian Rantis Brimob Pelindas Ojol: Dikejar Massa Belasan KM, Tabrak Pintu JLNT Casablanca!
-
Sengaja? Viral Suara Polisi di Mobil Rantis usai Driver Ojol Tewas Dilindas: Tabrak Aja!
Terpopuler
- 3 Sepatu New Balance Tanpa Tali, Bantalan Nyaman untuk Jalan Kaki Jauh
- Warga Kayumanis Bogor Tolak PSEL
- 5 Sepatu Adidas Tanpa Tali yang Serbaguna, Anti Pegal Dipakai Jalan Seharian
- 5 HP Baru 2026 Memori Besar dan Baterai Badak untuk Multitasking, Harga Rp2 Jutaan
- 5 Moisturizer Mengandung SPF untuk Pagi Hari, Melembapkan dan Mencerahkan Kulit
Pilihan
-
Kesehatan Donald Trump Bermasalah? Gedung Putih Dituding Tutupi Hasil Medical Check-up
-
Kebakaran RSUD Syekh Yusuf Gowa, Begini Kondisi Terkini Pasien
-
Israel Bombardir Lebanon, 74 Warga Jadi Korban Satu Keluarga Tewas Saat Kabur
-
AS-Iran Kembali Sepakati Gencatan Senjata, Harga Minyak Stabil di USD 90
-
Skandal! Jaksa AS Selidiki FIFA, Penjualan Tiket Piala Dunia 2026 Diduga Bermasalah
Terkini
-
Pandji Pragiwaksono Soroti 'Pengakuan Terbuka' Prabowo Soal Keterlibatan Partai dalam Tender Negara
-
Prof Uceng: Negara Bukan Takut Film Pesta Babi, Tapi Takut Narasi Alternatif
-
Sebut Film 'Pesta Babi' Aman Secara Hukum, Uceng UGM: Jangan-Jangan Ada Unsur Politik?
-
Ribuan Lansia Jalan Sehat Meriahkan Puncak HLUN 2026 di NTT
-
Guru Besar UGM Cium Ada Perubahan Sikap yang Tak Biasa Usai Mama Sinta Lapor Polisi soal Pesta Babi
-
HLUN 2026 Momentum Wujudkan Lansia Tangguh Menuju Indonesia Emas
-
Pacu Iklim Kompetisi Daerah, Kemendagri Gelar Apresiasi Pemda 2026 Regional Sulawesi
-
Bukan Melalui Kekerasan, Militerisasi Masuk ke Ranah Sipil Lewat Jalur Administratif Halus
-
Saiful Mujani: Pemilu Cacat Bikin Legitimasi Negara Runtuh, Serukan Boikot Jika Curang
-
Masalah Krusial di Mina Terkuak, Jemaah Haji Tak Makan 9 Jam hingga Tenda Melebihi Kapasitas