Namun, keberanian itu justru merenggut nyawanya sendiri.
"Dia selamatkan orang dulu bersama Satpol PP karena pernah tugas di Tantrib. Sementara api makin besar, dia tidak sadar," kata Yasmin.
Yasmin sempat dilarikan ke rumah sakit Grestelina untuk mendapatkan perawatan. Namun, sayang nyawanya tak tertolong.
Bagi keluarga, Syaiful bukan hanya ASN dengan rekam jejak kerja lebih dari 20 tahun. Ia sosok yang loyal, tidak pernah membantah perintah atasan, sekaligus seorang ayah penyayang.
"Dia jadi panutan. Loyal, berkinerja baik dan penyayang keluarga. Itu karakternya," kenang Yasmin.
Namun, kepergian Syaiful tak hanya meninggalkan duka, melainkan juga kebanggaan. Baginya, pengabdian almarhum merupakan warisan berharga.
"Terus terang, almarhum adalah kebanggaan di keluarga besar karena dia PNS," lanjutnya.
Sayangnya, tidak semua anggota keluarga bisa hadir di pemakaman. Seorang saudara kandungnya yang sedang bertugas di kepulauan terpencil di Selayar tak bisa menyeberang karena ombak tinggi.
"Itu yang bikin kami makin sedih sekali," ungkap Yasmin.
Baca Juga: Ginjal Polisi Diinjak-injak Saat Unjuk Rasa Anarkis, Harus Cuci Darah
Di tengah duka yang masih menggunung, keluarga Syaiful menitipkan satu pesan. Jangan lagi ada kerusuhan. Jangan sampai ada nyawa orang yang terenggut sia-sia.
"Saya berharap masyarakat jangan lagi ada kerusuhan berikutnya. Ini ujian terberat bagi keluarga kami. Jangan ada lagi yang merasakan seperti kami," ucap Yasmin dengan nada bergetar.
Rasa duka keluarga Syaiful juga dirasakan pemerintah. Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman, hadir langsung bersama Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin, Wakil Wali Kota Aliyah Mustika Ilham, serta Wali Kota Palopo Naili Trisal.
Mereka datang memberi semangat dan penghormatan terakhir bagi sosok abdi negara yang puluhan tahun mengabdikan hidupnya untuk masyarakat. Kehadiran itu membuat keluarga sedikit terhibur, sekaligus merasa perjuangan Syaiful tidak sia-sia.
"Kita hadir bersama Pak Wali Kota Makassar, Wali Kota Palopo, Ibu Wakil Wali Kota juga, dalam rangka untuk bertemu langsung keluarga dan melihat situasi," kata Sudirman.
Dalam kunjungan itu, Gubernur mengabulkan permintaan keluarga korban untuk memindahkan sekolah anak kedua Syaiful dari Palopo ke Makassar agar lebih dekat dengan ibunya.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Kulit Wajah di Indomaret dan Harganya
- 7 Sabun Cuci Muka dengan Kolagen untuk Kencangkan Wajah, Bikin Kulit Kenyal dan Glowing
- Oki Setiana Dewi Jadi Kunci Kasus Pelecehan Syekh Ahmad Al Misry Terbongkar Lagi, Ini Perannya
- 6 HP Realme Kamera Bagus dan RAM Besar, Paling Murah Mulai Rp1 Jutaan
- Cushion Apa yang Tahan 12 Jam Tanpa Luntur? Ini 4 Pilihan Terbaiknya
Pilihan
-
BREAKING NEWS! Iran Resmi Buka Blokade Selat Hormuz Sepenuhnya
-
Kisah di Balik Korban Helikopter Sekadau, Perjalanan Terakhir yang Tak Pernah Sampai
-
DPR Minta Ombudsman RI Segera Konsolidasi Internal Usai Ketua Jadi Tersangka Korupsi Nikel
-
Siti Nurhaliza Alami Kecelakaan Beruntun di Jalan Tol
-
Timnas Indonesia U-17 Diganyang Malaysia, Kurniawan Ungkap Borok Kekalahan
Terkini
-
Hasto PDIP: Dukung Palestina Bukan Sekadar Politik, Tapi Mandat Hukum Semangat Bandung
-
Hampir Tiga Tahun Genosida di Palestina oleh Israel, Berapa Korbannya?
-
11 Ilmuwan Nuklir AS, Termasuk Penemu Antigravitasi, Tewas dan Hilang Misterius
-
Gudang Pangan Ilegal di Pontianak Diobrak-abrik Bareskrim, 23 Ton Bawang Disita
-
Gencar Lontarkan Isu Ketahanan Pangan, Firman Soebagyo Raih KWP Award 2026
-
Singgung Kritik Dibalas Laporan Polisi, Hasto PDIP: RI Dibangun Atas Dialektika, Bukan Bungkam Suara
-
Sebut Iran Mampu Mempraktikkan Ajaran Trisakti Bung Karno, PDIP: Bagaimana dengan Pemerintah?
-
Kotak Pandora UFO dan Alien Bakal Dibuka Trump, Politikus AS: Publik Bakal Geleng-geleng
-
Gebrakan Baru Donald Trump: Pentagon Bakal Buka-bukaan Soal Alien dan UFO
-
Kami Lapar! Suara Marinir AS di Tengah Perang Iran: Makanan Minim, Moral Prajurit Anjlok