- Presiden Prabowo ditantang mundur jika cinta Tanah Air
- Akademisi beberkan narasi ancaman Prabowo sikapi aksi demonstrasi
- Prabowo dianggap gagal paham menanggapi kemarahan rakyat.
Suara.com - Ketua Serikat Pekerja Kampus (SPK) Dhia Al Uyun secara blak-blakan mengkritik jika Presiden Prabowo Subianto tidak punya malu atas ucapannya saat menanggapi soal meletusnya aksi demonstrasi di berbagai daerah yang telah menelan banyak korban jiwa.
Dosen hukum tata negara di Universitas Brawijaya itu menguliti pidato Prabowo yang didampingi para pimpinan partai politik, belum lama ini.
Dipantau pada Selasa (2/9/2025), dalam siniar yang ditayangkan akun Youtube, @CALS-Indonesia, Dhia Al Uyun menyebut jika Prabowo gagal paham karena tidak menyerap aspirasi dari demonstrasi imbas kemarahan publik terhadap pemerintah dan DPR RI.
"Jadi ini adalah puncak dari kemarahan dari masyarakat gitu ya. Justru yang tidak punya malu di sini presiden begitu ya. Secara teknis ada yang salah dari penyampaian yang dilakukan oleh Presiden gitu ya," ujarnya.
Dalam analisisnya, Prabowo juga dianggap nirempati terhadap banyaknya korban jiwa dalam demonstrasi yang meluas di berbagai daerah. Apalagi, saat berpidato, Prabowo juga didampingi sederet Ketum Parpol yang dianggap memiliki rekam jejak buruk dalam masalah ketenegaraan.
"Dan buruknya itu tidak ada empati. Presiden itu bukan hanya DPR yang harus punya empati, Presiden harus punya empati," bebernya.
Bagaimana dengan mahasiswa yang terbunuh mati? Bagaimana dengan ojol gitu ya? Banyak yang mati hari ini gitu ya, hanya karena water canon, karena kebakar," sambungnya.
Lebih lanjut, Dhia Al Uyun juga menyebutkan jika narasi dalam pidato Prabowo juga justru membuat publik marah. Pasalnya, diketahui Prabowo telah memerintahkan aparat Polri dan TNI menindak tegas terhadap adanya aksi-aksi massa yang dianggap memicu gejala makar dan terorisme.
Baca Juga: Tewas Kecelakaan Dinilai Janggal, Mahasiswa Unnes Iko Juliant Ternyata Sempat Ngigau Takut Dipukuli
"Padahal dengan meningkatkan mengeskalasi represi aparat itu justru bikin marah," ujarnya.
Menurutnya, adanya perusakan fasilitas publik sebagai wujud kemarahan rakyat kepada kebijakan pemerintah. Dia pun membeberkan sederet program Prabowo yang justru dianggap inkonstitusional.
"Nah, secara substansial justru nada ancaman itu lebih kuat dari rilis yang disampaikan oleh Presiden gitu ya. Bahwa akan menindak tegas perusakan (terhadap) fasilitas umum," bebernya.
"MBG, Danantara, peningkatan pajak, Koperasi Merah Putih, Sekolah Rakyat, Sekolah Garuda, IKN, PSN hingga tambang. Kalau serius hentikan detik ini juga proyek-proyek itu," sambungnya lagi.
Dhia Al Uyun juga menyoroti tidak adanya sikap tegas Presiden Prabowo terhadap Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo imbas brutalitas aparat termasuk kasus sopir ojol yang dilindas kendaraan taktis (rantis) Brimob Polri.
Menurutnya, untuk meredam gejolak di masyarakat, Prabowo mestinya memerintahkan kepolisian untuk membebaskan para pendemo yang hingga kini masih ditahan.
Berita Terkait
-
Tewas Kecelakaan Dinilai Janggal, Mahasiswa Unnes Iko Juliant Ternyata Sempat Ngigau Takut Dipukuli
-
Sebelum Ditangkap, Delpedro Marhaen Ungkit 'Parcok' di 2024: Polisi Sedang Memanen Dosa-dosanya!
-
Kapolri Harus Tanggung Jawab, Denny Indrayana: Polisi Bukan Lagi Pelindung tapi Pelindas Masyarakat!
-
Sebut Gerakan Aksi Massa Konstitusional, Bivitri Sindir Pidato Prabowo: Tak Selesaikan Akar Masalah!
-
Viral Suara Polisi Larang Posko Bantuan LBH Bandung di Polda Jabar: Kalau Pimpinan Lewat Gimana?
Terpopuler
- 4 Seri MacBook yang Harganya Terjun Bebas di Awal 2026, Mulai Rp8 Jutaan
- Daftar Lokasi ATM Pecahan Rp20 Ribu Terdekat di Jakarta
- Ayatollah Ali Khamenei Diklaim Tewas, Foto Jasadnya Ditunjukkan ke Benjamin Netanyahu
- Prabowo-Gibran Beri Penghormatan Terakhir di Pemakaman Try Sutrisno: Momen Khidmat di TMP Kalibata
Pilihan
-
Dua Kapal Tanker Pertamina Masih di Selat Hormuz, Begini Nasib Awaknya
-
Sesaat Lagi! Link Live Streaming Persija vs Borneo FC, Jaminan Laga Seru di JIS
-
Kedubes AS Diserang, Cristiano Ronaldo Tinggalkan Arab Saudi
-
Bukan Cuma Bupati! KPK Masih Kejar Sosok Penting Lain Terkait OTT Pekalongan
-
Terjaring OTT KPK, Bupati Pekalongan Fadia Arafiq Langsung Dibawa ke Jakarta
Terkini
-
OTT Pekalongan: 11 Orang Termasuk Sekda Tiba di Gedung KPK, Apa Peran Bupati Fadia Arafiq?
-
JIS Kini Terhubung ke Ancol dan Stasiun KRL, Anies Baswedan: Alhamdulillah
-
Babak Baru Kasus Hasbi Hasan, KPK Laporkan Linda Susanti ke Polda Metro Jaya
-
Duduk di Tengah SBY dan Jokowi, Prabowo Pimpin Silaturahmi dan Diskusi di Istana Merdeka
-
Dua Kapal Tanker Pertamina Masih di Selat Hormuz, Begini Nasib Awaknya
-
Pramono Anung Mau Sikat Terminal Bayangan, Wajibkan 26.500 Pemudik Lewat Jalur Resmi
-
KPK Ungkap OTT Bupati Pekalongan Fadia Arafiq Terkait Outsourcing di Sejumlah Dinas
-
Titip Pesan ke Ahok Lewat Veronica Tan, Pramono Anung: Urusan Sumber Waras Sudah Beres
-
Prabowo Kumpulkan Jokowi, SBY hingga Para Mantan Wapres di Istana Merdeka Malam Ini
-
KPK Sita Kendaraan dan Barang Bukti Elektronik di OTT Bupati Pekalongan Fadia Arafiq